Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Kisah Burung Pemalas yang Menukar Bulunya Demi Makanan

SI Sindi ana layla 9 years ago

rsz_burung_sedang_makan_ulat|400x250

Suatu ketika ada seekor burung yang sedang bernyanyi di tengah hutan. Tiba-tiba lewatlah seorang petani, burung itu menghentikannya dan bertanya, "Apa isi kotak yang sedang Anda pegang dan kemana Anda akan pergi?" petani itu menjawab bahwa isi dari kotak tersebut adalah cacing dan Ia berencana ke pasar untuk menukarnya dengan beberapa bulu.

Burung itu berkata, "Saya memiliki banyak bulu. Aku akan memetiknya satu dan memberikannya kepada Anda dan aku pun tidak harus repot-repot mencari cacing." Petani itu mengiyakan dan memberikan cacing untuk burung itu dan sebagai imbalannya, bulu burung itu dipetik.

Hari-hari berikutnya kejadian yang sama pun terjadi, hari demi hari dan seterusnya burung itu menukar bulunya dengan cacing sampai akhirnya burung tersebut tidak memiliki bulu sama sekali. Sekarang burung itu tidak bisa terbang dan berburu cacing lagi. Penampilan juga menjadi jelek dan Ia sudah berhenti bernyanyi. Dalam waktu yang tidak lama burung itu akhirnya meninggal.

Apa moral dari cerita inspirasi ini?
Moral dari cerita ini cukup jelas. Apa yang burung pikir selama ini adalah cara yang paling gampang untuk mendapatkan makanan ternyata justru membuat keadaannya menjadi lebih sulit. Bukankah hal ini juga terjadi dalam kehidupan kita?

Apa pesan moral yang dapat kita ambil dari kisah tersebut?

SUMBER :
http://berbagiceritainspirasi.blogspot.co.id/2016/09/kisah-burung-pemalas-yang-menukar.html?m=1

16

Seperti yang diceritakan di dalam kisah tersebut, burung yang awalnya cantik dan memiliki suara merdu tiba - tiba kehilangan keindahannya karena dia malas untuk mencari makanannya. Sebagai gantinya, dia menukarkan bulunya dengan makanan. Begitu pula dengan manusia. Kita tidak dapat mendapatkan sesuatu secara instan. Segala sesuatu ada prosesnya, bahkan hal kecil pun. Jadi, jangan menjadi orang pemalas yang hanya mengandalkan apa yang kita punya. Karena itu hanya bersifat sementara dan akan habis nantinya.