
Dalam sebuah sirkus kita semua pasti tahu dengan cerita singa dan cambuk, kita sering meremehkan singa itu luluh karena terlatih bukan terdidik. Hal ini terjadi karena singa takut dengan yang namanya cambuk. Padahal, sebenarnya asosiasi ini juga menimpa pribadi kita lho. Kita yang seorang mahasiswa ini misalnya, identik dengan yang namanya tugas kuliah, yang banyak, yang bosenin, yang menyita waktu main. Padahal tugas kuliah adalah tekanan alami mahasiswa. kalo nggak mau punya tekanan semacam itu ya nggak usah jadi mahasiswa lah, kesimpuannya jangan cuma ego saja bermahasiswa.
Tentu adanya tekanan menjadikan kita belajar sesuatu kan. Sekarang coba kita bayangkan saat dimana mahasiswa sedang tidak dibebankan tugas-tugas kuliah yang selama ini dikeluhkan, anggap aja kuliah satu semester kosong. tenang kan, nyaman kan, bebas kan, ya iya lah… Cuma jujur saja dengan tidak adanya tugas kuliah yang jadi tekanan mahasiswa, kita tidak kemana-mana dan tidak dapat apa-apa.
Selanjutnya coba kita amati profesi dimana jam kerja normal bagi seorang karyawan adalah jam 8. jika kita saling bertanya apakah yang menjadi motivasi seorang karyawan bisa bangun pagi setiap harinya ?
a. Karena tergugah dorongan tanggung jawab sebagai profesi?
b. Karena takut kena marah bos karena terlambat?
Saya rasa sebagian besar kita sudah mengetahui jawabannya, sebagian besar opsi dua, lalu kesimpulannya apa bedanya dengan panutan singa yang selama ini kita remehkan? karena sebenarnya sama.
Wirausaha…. Emmm, jika kita amati seorang wirausaha bebas melakukan apa saja yang dia inginkan. Hello gaes, yang menjadi sorotan kita itu wirausaha yang sudah sukses, yang sudah punya nama, yang sudah punya hasil, yang pernah menjadi telur di ujung tombak karena menjadi yang terdepan dari tekanan yang datang. Yang kita lihat itu hasil, kita tidak pernah melihat proses.
Apa yang penulis pikirkan adalah bla bla ……. Semua orang suka dengan kenyamanan, semua orang bilang kita harus keluar dari zona nyaman. Tetapi tidak semua menjabarkan caranya, disini penulis mencoba untuk membagi yang sekira penulis bisa dibagi, bagaimana menjadikan musuh sebagai support, bagaimana menjadikan tekanan sebagai motivasi, yaitu dengan mengubahnya ke dalam sudut positif.
" Tekanan yang dipikirkan secara positif adalah motivasi yang sempurna "