Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Inspiratips : Pressure Adalah Motivasi Paling Ampuh

image|652x422

Dalam sebuah sirkus kita semua pasti tahu dengan cerita singa dan cambuk, kita sering meremehkan singa itu luluh karena terlatih bukan terdidik. Hal ini terjadi karena singa takut dengan yang namanya cambuk. Padahal, sebenarnya asosiasi ini juga menimpa pribadi kita lho. Kita yang seorang mahasiswa ini misalnya, identik dengan yang namanya tugas kuliah, yang banyak, yang bosenin, yang menyita waktu main. Padahal tugas kuliah adalah tekanan alami mahasiswa. kalo nggak mau punya tekanan semacam itu ya nggak usah jadi mahasiswa lah, kesimpuannya jangan cuma ego saja bermahasiswa.

Tentu adanya tekanan menjadikan kita belajar sesuatu kan. Sekarang coba kita bayangkan saat dimana mahasiswa sedang tidak dibebankan tugas-tugas kuliah yang selama ini dikeluhkan, anggap aja kuliah satu semester kosong. tenang kan, nyaman kan, bebas kan, ya iya lah… Cuma jujur saja dengan tidak adanya tugas kuliah yang jadi tekanan mahasiswa, kita tidak kemana-mana dan tidak dapat apa-apa.

Selanjutnya coba kita amati profesi dimana jam kerja normal bagi seorang karyawan adalah jam 8. jika kita saling bertanya apakah yang menjadi motivasi seorang karyawan bisa bangun pagi setiap harinya ?

a. Karena tergugah dorongan tanggung jawab sebagai profesi?

b. Karena takut kena marah bos karena terlambat?

Saya rasa sebagian besar kita sudah mengetahui jawabannya, sebagian besar opsi dua, lalu kesimpulannya apa bedanya dengan panutan singa yang selama ini kita remehkan? karena sebenarnya sama.

Wirausaha…. Emmm, jika kita amati seorang wirausaha bebas melakukan apa saja yang dia inginkan. Hello gaes, yang menjadi sorotan kita itu wirausaha yang sudah sukses, yang sudah punya nama, yang sudah punya hasil, yang pernah menjadi telur di ujung tombak karena menjadi yang terdepan dari tekanan yang datang. Yang kita lihat itu hasil, kita tidak pernah melihat proses.

Apa yang penulis pikirkan adalah bla bla ……. Semua orang suka dengan kenyamanan, semua orang bilang kita harus keluar dari zona nyaman. Tetapi tidak semua menjabarkan caranya, disini penulis mencoba untuk membagi yang sekira penulis bisa dibagi, bagaimana menjadikan musuh sebagai support, bagaimana menjadikan tekanan sebagai motivasi, yaitu dengan mengubahnya ke dalam sudut positif.

" Tekanan yang dipikirkan secara positif adalah motivasi yang sempurna "

Sumber

20

Pressure atau tekanan akan sangat dirasakan karena berkaitan dengan service atau pelayanan kepada rekanan agar target tercapai seusai harapan. Namun, sebenarnya adanya presssure ini membawa dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan serta bagi karyawan itu sendiri. Tetapi juga tidak bisa dipungkiri bahwa pressure yang berlebihan juga membawa akibat yang kurang baik bagi karyawan yang pada akhirnya menggangu produktifitas perusahaan. Berkaitan dengan hal tersebut, tohitem akan mencoba berbagi sebuah tips dan cara menyikapi dan mengambil makna positif dari pressure dalam pekerjaan kita.

Adanya target dalam dunia kerja adalah hal umum, di mana dalam pekerjaan kita di berikan batas waktu untuk menyelesaikan atau mencapai penjualan yang telah ditentukan. Di sini muncullah yang namanya pressure atau tekanan itu. Sebenarnya, hal itu merupakan sebuah pedoman bagi seorang marketing agar lebih mudah mencapai target yang ditentukan. Misalnya, kecepatan dalam menyelesaikan masalah, kerapian dalam administrasi, pintar mengatur waktu, meminimalisir komplain dll. Biasanya, pimpinan akan terus-menerus mengontrol, mengingatkan dan menanyakan sejauh mana pekerjaan telah diselesaikan. Sebagian besar karyawan akan menganggap hal ini sebagai pressure, karena merasa kerja dikejar waktu, bos terlalu cerewet, bos tidak percaya kerja kita dll. Anggapan ini harusnya tidak terjadi, jika si karyawan memahami bahwa adanya teguran dari pimpinan adalah pedoman dan motivasi untuk keberhasilan pekerjaan.