Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

How Much is Enough

SI Sindi ana layla 9 years ago

images|607x242

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.

Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya.

Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?

RENUNGAN:
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
saya merasa cukup bahagia hidup dengan istri/ suami ku yang cerewet dan susah di atur. saya merasa cukup bahagia memiliki anak-anak ku yang begitu aktif walaupun itu akan membuatku lelah.
saya merasa cukup puas dengan kondisi keuangan saya saat ini. saya merasa cukup dengan jabatan saya saat ini.

Apa pesan moral yang anda dapat simpulkan dari kisah tersebut?

SUMBER :
http://ceritamotivasiterupdate.blogspot.co.id/2012/11/how-much-is-enough-cukup-itu-berapa.html?m=1

22

Merasa cukup adalah kekayaan. Jika kita merasa cukup terhadap apa yang kita miliki maka kita sudah kaya. Sederhananya, jika kita tidak menginginkan beragam keinginan maka kita sudah kaya. Hal itu membebaskan kita dari penderitaan yang diakibatkan oleh keinginan-keinginan yang tidak berkesudahan.