
Gelas tidak pernah menolak jika diisi dengan kopi pahit, air putih tawar, atau susu manis. Mau es teh manis di warteg, jus jeruk di rumah makan, atau wine di restoran. Semua mau diterimanya, karena memang begitulah semestinya gelas.
Layaknya gelas yang kosong, siap diisi apapun. Kalau sudah penuh, kosongkan dulu isinya baru diisi lagi.
Gelas juga menyimpan pesan untuk selalu menjaga kesehatan. Jangan lupa untuk minum air supaya tidak gampang jatuh sakit.
Mencuci gelas itu juga harus luar dan dalam. Kalau cuma mencuci luarnya, saat minum menggunakan gelas itu, bisa-bisa malah sakit. Karena itu gelas haruslah bersih di luar dan bersih di dalam.
Di dalam gelas tersimpan banyak ucapan dan pesan rasa sayang kita terhadap orang-orang yang kita kasihi untuk selalu menjaga kesehatan, tabah dalam hidup, dan selalu berbahagia apapun yang terjadi.
“Di saat si optimis dan si pesimis berdebat mengenai gelas yang setengah isi dan setengah kosong, si oportunis mengambil gelas tersebut dan meminum isinya.”