Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bunga Kesayangan Ibu

RH Rhino Crunch 9 years ago

photo-1505935534670-3fcd13c7cc33|690x460

Ibu hendak pergi ke rumah nenek selama dua hari. Maka, ibu menitipkan bunga mawarnya kepada Rumi, putrinya. Dengan bersemangat, Rumi merawat bunga-bunga mawar milik sang bunda hingga ia tak menyadari bahwa vas bunga itu tersenggol.

Semua bunga yang tersusun pada vas itu menjadi berantakan dan bunganya menjadi rusak. Rumi sangat ketakutan, namun tak bisa melakukan banyak hal selain menunggu ibunya pulang dan mengakui kesalahannya.

Ketika ibunya pulang, Rumi langsung mengatakan yang sejujurnya, “Ibu, maafkan Rumi. Vas bunganya tersenggol dan bunga kesayangan ibu menjadi rusak.”

Ibu tersenyum. Rumi terkejut, “Mengapa ibu tidak marah..?”

“Bunga-bunga itu memang kesayangan ibu. Bunga ibu tanam untuk memberikan keindahan dan bukan untuk marah.”

Terkadang kita akan mengeluarkan emosi ketika kita dapati hal terbaik dalam diri kita terusik. Kita menjadi marah dan melukai banyak orang. Sadarkah kita bahwa kita dianugerahi anak-anak bukan untuk menjadi sasaran kemarahan? Demikian juga suami, istri dan sahabat.

Mereka ada bagi kita untuk membuat hidup kita bahagia sehingga tak layak bagi kita untuk menjadikannya pelampiasan emosi. Sayangi mereka sama seperti Sang Maha Kuasa menyayangi kita. Mereka adalah keindahan yang diberikan-Nya.

Pesan moral : jagalah aramah kita dan jangan mudah terpancing emosi.

source :
https://iphincow.com/2015/08/03/bunga-kesayangan-ibu/#more-1235

17

memang baik untuk menjaga emosi pada banyak situasi, tapi tidak semua situasi. Ada kalanya kita harus "Tegas" atau "marah" di saat tertentu. Anak kecil jika dia dibiarkan terus menerus akan menganggap dirinya disayang dan selalu benar, yang nantinya akan tumbuh jadi anak yang ingin menang sendiri, dan tentunya akan merugikan masyarakat dan kita sebagai orangtua. Bukankah kita ingin mereka jadi lebih baik? maka dari itu pilihlah cara mendidik dengan benar, bukan hanya menahan emosi. ingat, segala hal yang berlebihan itu tidak baik.