Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bolehkah Pemilik Bangunan Menaikkan Harga Sewa Sepihak?

MA Maulida Sabrina 8 years ago

56876_75838_hakim|633x300

Misalnya menyewakan bangunan dengan sistem uang muka sebagai tanda jadi. Harga sewa awal Rp10 juta, oleh pihak yang ingin menyewa dibayarkan lah uang muka sebesar Rp2,5 juta. Kemudian, suatu waktu pemilik menaikkan harga sewa bangunan tersebut menjadi Rp15 juta dan yang sudah membayar sewa tadi menjadi harus membayar tambahan Rp5 juta nantinya. Apakah hal ini diperbolehkan? Apakah ada hukum yang mengatur hal ini? NB: Tidak ada perjanjian tertulis antara pihak penyewa dan pemilik.

20

Sebagaimana layaknya perjanjian, berdasarkan Pasal 1338 KUHPer, perjanjian sewa menyewa bangunan secara lisan tersebut selama dibuat secara sah (memenuhi syarat sah perjanjian dalam Pasal 1320 KUHPer), berlaku bagi undang-undang untuk mereka yang membuatnya dan tidak dapat ditarik kembali kecuali dengan sepakat kedua belah pihak. Ini berarti isi dari perjanjian yang sah tersebut mengikat kedua belah pihak. Hal ini juga sejalan dengan rumusan dalam Pasal 17 PP 44/1994. Jika harga sewa ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pemilik dengan penyewa, maka perubahan atas harga sewa juga harus disepakati oleh pemilik dan penyewa.

Akan tetapi, sebelumnya Anda harus melihat terlebih dahulu apakah pada saat perjanjian lisan tersebut dilakukan, pemilik bangunan mengatur mengenai perubahan harga sewa yang mungkin dapat terjadi sewaktu-waktu. Jika tidak, maka harga sewa yang telah disepakati pada awal perjanjian mengikat para pihak dan pemilik bangunan tidak dapat mengubah harga sewa tanpa persetujuan penyewa.

Sebaliknya, jika mengenai kenaikan harga sewa sewaktu-waktu tersebut memang telah diperjanjikan oleh pemilik dan penyewa pada saat melakukan perjanjian sewa, maka pemilik bangunan dapat menaikkan harga sewa tersebut.

sumber: www.hukumonline.com