
Bicara pandemi Covid-19 dan kesehatan finansial, rasanya tidak bisa dipisahkan dengan pembahasan mengenai dana darurat. Meski sudah berulang kali, pembahasan dana darurat masih kian menarik, lantaran keberadaannya justru penting saat pandemi Covid-19 yang memunculkan ketidakpastian.
Dana darurat adalah dana yang dicadangkan, di luar pos-pos pengeluaran dan tabungan. Dana darurat hanya akan dikeluarkan untuk kebutuhan mendesak, misalnya jika salah satu anggota keluarga mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saat pandemi atau pun keadaan darurat seperti jika mengalami sakit yang cukup serius.
Mengingat pentingnya peranan dana darurat, maka sudah sebaiknya setiap orang memiliki kesadaran untuk memilikinya, khususnya untuk kalangan anak muda yang kebanyakan memiliki masalah dalam pengelolaan finansial. Berdasarkan survei yang dilakukan konsultan riset Nielsen IQ bersama dengan OCBC NISP mengungkap hanya 16 persen responden dari kalangan muda yang memiliki dana darurat.
Jadi menurut Youdics, Perlukah anak muda memiliki dana darurat?
[details="Referensi"]
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210819170117-78-682579/hanya-16-persen-generasi-muda-yang-punya-dana-darurat
[/details]