Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa kita perlu memahami risiko operasional?

DU Dummyx 9 years ago

manrisk1|690x246

Risiko operasonal oleh Basel II didefinisikan sebagai suatu risiko kerugian yang disebabkan karena tak berjalannya atau gagalnya proses internal, manusia dan sistem, serta oleh peristiwa eksternal.

25

Untuk membentuk suatu perusahan yang maju maka perusahaan harus dapat menjalankan sebuah sistem yang baik. Sistem yang baik dilakukan untuk meminimalkan akan terjadinya risiko karena setiap organisasi perusahaan pasti memiliki risiko. Menurut Hanafi (2006) mendefinisikan manajemen risiko pada organisasi adalah suatu sistem pengelolaan risiko yang dihadapi oleh organisasi secara komprehensif untuk tujuan meningkatkan nilai perusahaan sedangkan pengertian dari resiko operasional adalah risiko kerugian yang diakibatkan oleh kegagalan atau tidak memadainya proses internal, manusia dan sistem, atau sebagai akibat dari kejadian eksternal. Definisi resiko operasional tersebut terdapat dalam kerangka kerja Basel II.

Berikut ini adalah ke-4 faktor penyebab Risiko Operasional :

  1. Manusia
    Risiko yang disebabkan atau terjadi karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan perusahaan (lalai dan ceroboh). Contoh: tanda tangan di palsukan oleh karyawan.

  2. Proses
    Risiko yang terjadi karena adanya kesalahan proses. Contoh: Kesalahan input data oleh karyawan.

  3. Sistem
    Risiko yang disebabkan karena adanya gangguan sistem. Contoh: Komputer down

  4. Kejadian Eksternal
    Faktor atau kejadian eksternal yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Contoh: banjir, gempa bumi

Manajemen Risiko Operasional sangat penting diterapkan dengan tujuan/sasaran sebagai berikut:

  • Meminimalisir terjadi posisi rugi yang disebabkan oleh proses atau kejadian yang bersifat operasional

  • Meningkatkan kepercayaan kepada pelanggan dengan memberikan layanan yang baik.
    Meningkatkan nilai saham (Shareholder Value).

Manajemen Risiko Operasional terdiri dari 4 tahapan yang saling terkait, dimulai dari identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian.

  1. Identification (Identifikasi)
    Proses untuk melihat dan identifikasi secara kontinu atas paparan risiko operasional dan penerapan manajemen risiko operasional serta melakukan pelaporan internal/eksternal atas paparan risiko yang terjadi.

  2. Measurement (Pengukuran)
    Proses menilai paparan risiko operasional pada produk, jasa, proses, dan sistem untuk mengetahui profil risiko perusahaan secara kuantitatif serta efektifitas penerapan manajemen risiko operasional.

  3. Monitoring (Pemantauan)
    Proses untuk mengamati secara berkelanjutan atas paparan risiko operasional dan penerapan manajemen risiko operasional serta melakukan pelaporan internal/eksternal atas paparan risiko yang terjadi.

Jadi mengapa kita perlu memahami dan apakah peran kita sangat di butuhkan dalam rangka Mengelola Risiko Operasional? Tentu saja, beberapa kontribusi yang dapat kita kerjakan yaitu:

  • Mengerjakan seluruh tugas dalam pekerjaan sesuai dengan prosedur yang berlaku

  • Selalu bersikap hati-hati dalam melaksanakan pekerjaan

  • Menghindari fraud
  • Melakukan pencatatan data kejadian risiko operasional.

[details="Ringkasan"]
* http://blj.co.id/2015/05/05/manajemen-risiko-operasional-awareness/[OPERATIONAL RISK ANALYSIS IN DEPARTMENT LOGISTIK USING FMEA METHOD]

Menurut pengertian risiko operasional yang disampaikan oleh "Basel II" diatas, dapat disimpulkan bahwa risiko operasional merupakan risiko yang tidak dapat dihilangkan dengan kata lain risiko yang pasti akan muncul dan melekat pada semua aktifitas bisnis dan operasional. Risiko ini termasuk dalam kategori "Inherent Risk".

Dampak risiko operasional sangat besar dan juga berdampak langsung pada aspek keuangan. Contohnya omzet dari suatu perusahaan menurun diakibatkan karena ketidakmampuan aplikasi e-commers dalam melayani seluruh pelanggan. Resiko operasional ini juga dapat mengakibatkan turunnya reputasi suatu organisasi/perusahaan dan ujung-ujung nya juga akan berpengaruh dengan masalah keungan akibat menurunnya jumlah pelanggan.

Contoh sumber Risiko Operasional :
- Human Error
- Teknologi yang sulit untuk dioperasikan
- Infrastruktur teknologi yang kurang baik
- Ketidakpatuhan karyawan dalam menaati ketentuan internal maupun eksternal
- Proses yang dilakukan tidak sesuai dengan SOP
- Bencana alam

Kategori risiko operasional dapat dikategorikan menjadi 4 jenis yang didasarkan oleh kejadian dan dampak resiko tersebut, yaitu :

a. Low Frequency/High Impact (LFHI)
b. High Frequency/High Impact (HFHI)
c. Low Frequency/Low Impact (LFLI)
d. Hight Frequency/Low Impact (HFLI)

Kesimpulan yang didapat bahwa resiko ini sangat penting untuk diperhatikan karena memiliki dampak yang sangat besar pada suatu organisasi ataupun perusahaan.

Sumber :

http://kamarbacaku.blogspot.co.id/2014/11/risiko-oprasional.html

Sebenarnya, sejak dulu kita telah menghadapi berbagai risiko operasional ini. Jika anda bergerak di bidang usaha (bisnis), maka bisnis setiap kali harus berhadapan dengan berbagai sifat manusia yang tidak luput dari kesalahan, proses yang tidak sempurna, dan teknologi yang sulit dikendalikan. Risiko operasional ini makin menjadi perhatian kita akhir-akhir ini, dengan semakin banyaknya kasus atau peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Adanya berbagai kasus, seperti pada Enron, Worldcom, membuat perhatian orang terhadap adanya risiko operasional makin meningkat.

Risiko operasional dulu dikelola secara informal, sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari seorang manajer, yang tak pernah memikirkan bahwa sebetulnya pekerjaannya merupakan praktek dari manajemen risiko. Selain itu, pengelolaan risiko operasional umumnya dilakukan oleh bidang audit dan kepatuhan. Namun seringkali risiko operasional ini terlambat diidentifikasikan, karena audit menilai berdasarkan past performance.

Oleh karena itu perlu diadakan pendekatan yang lebih aktif dan proaktif, karena:

  • Penelitian bencana keuangan besar periode yang lalu (Barings, Kidder, Daiwa) mengidentifikasikan bahwa masalah risiko operasional sebagai penyebab utama. Sebab itu, masalah risiko operasional harus dikelola sebagai bagian manajemen risiko perusahaan.

  • Risiko operasional seringkali terkait dengan risiko kredit dan risiko pasar, kegagalan risiko operasional dalam kondisi pasar yang tertekan mempunyai potensi menimbulkan kerugian yang besar. Contoh, dalam kasus Barings, terjadi karena pengawasan manajemen yang tidak efektif atas operasi perdagangan di Singapura, dan penurunan yang tajam di bursa Nikkei pasca gempa bumi, yang membuat Bank yang berusia 233 tahun bangkrut dan rugia miliaran dolar.

  • Jika risiko operasional tidak dikelola sebagai disiplin risiko yang berbeda, dapat mengabaikan masalah risiko yang penting, serta bias dalam mengukur kinerja, yang berakibat pada risko keputusan manajemen yang kurang tepat, karena informasi yang tidak akurat.

  • Risiko operasional bersifat tanpa batas dan melekat di semua aktivitas bisnis dan operasional.

[details="Ringkasan"]
https://edratna.wordpress.com/2012/09/09/mengapa-kita-perlu-memahami-risiko-operasional/
[/details]

Masalah operasional akan dihadapi oleh praktis manajer sejak kegiatan perusahaan/organisasi dimulai atau bahkan sebeum dimulai. Masalah operasional itu misalnya seperti memasang peralatan, menyusun system gaji, mengawasi karyawan, mengawasi kegiatan produksi, dll. Namun karateristik risiko operasional belum dipelajari dengan baik dibanding dengan risiko lainnya sehingga pengukuran risiko ini pun juga belum baik.

berikut merupakan resiko kegagalan mengelola manusia:
1. Karyawan merupakan asset penting bagi perusahaan namun juga menjadi sumber risiko operasional baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.
2. Contoh yang tidak disengaja misalnya kesalahan trading di bank UBS Warburg, dan yang sengaja misalnya penggelapan kas perusahaan atau pembobolan kas bank yang melibatkan karyawan internal. Hal tersebut mencakup semua elemen organisasi seperti system pengawasan, procedure operasional, kualifikasi karyawan yang kurang ( moral yang tidak baik )
3. Untuk itu risiko manusia mengharuskan perusahaan mempunyai karyawan yang mempunyai kualifikasi, pengalaman, dan integritas yang diperlukan.

Untuk mencegah terjadinya kegagalan tersebut penting untuk mempelajari resiko operasional yang ada didalam sebuah organisasi.

Sumber :
http://tugaskuliahanakmenej.blogspot.co.id/2011/12/risiko-operasional-manajemen-risiko.html

Risiko operasional adalah risiko yang paling ada sejak lama. Perusahaan sudah mengenali risiko operasional meskipun dengan nama yang berbeda. Sebagai contoh, perusahaan sudah lama mengenali kemungkinan kesalahan pencatatan, sistem pengawasan internal yang kurang memadai, kegagalan sistem komputer, serangan virus, kecelakaan kerja, serangan bom oleh teroris, dan lainnya. Risiko-risiko tersebut merupakan contoh risiko operasional. Risiko-risiko tersebut merupakan risiko yang 'inherent', yaitu risiko yang muncul karena perusahaan menjalankan bisnisnya. Perusahaan sudah lama menyadari risiko tersebut dan mengantisipasinya, meskipun tidak dengan nama manajemen risiko. Sebagai contoh, perusahaan selalu berusaha memperbaiki sistem, prosedur atau proses bisnis melalui manajemen kualitas; perusahaan memberikan training kepada karyawannya agar mereka semakin terlatih dan semakin sedikit membuat kesalahan. Dalam konteks manajemen risiko, upaya tersebut bisa dipandang sebagai upaya untuk mengelola atau menurunkan risiko operasional.

referensi
https://student.unud.ac.id/demahendra/news/54235

Alasan yang mendasar pentingnya memahami risiko operasional dikarena risiko operasioanal sebagai bentuk pengasntisipasian risiko kerugian yang timbul dari kegagalan atau tidak memadainya proses internal, manusia dan sistem, atau kejadian kejadian eksternal. Secara umum, risiko operasional terkait dengan sejumlah masalah yang berasal dari kegagalan suatu proses atau prosedur. Oleh karena itu, risiko operasional sebenarnya bukan merupakan suatu risiko yang baru dan tidak hanya dihadapi oleh bank, walaupun semua bank akan menghadapi kegagalan dan harus memiliki proses untuk mengatasinya. Risiko operasional merupakan risiko yang mempengaruhi semua kegiatan usaha karena merupakan suatu hal yang inherent dalam pelaksanaan suatu proses atau aktivitas operasional.