Brainstroming merupaka sebuah sesi yang memberikan tim kesempatan untuk mengutarakan ide dalam sesi diskusi seluas-luasnya selama masih dalam cakupan tujuan yang ingin dicapai. Brainstroming akan memberikan peluang bagi anggota tim membawa bersama-sama ide masing-masing sehingga bisa saling menginspirasi dan menimbulkan sikap kreatif. Brainstroaming merupakan salah satu cara untuk mengenerate ide sehingga dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Hasil dari brainstroaming adalah serangkaian atau sekumpulan ide dan solusi general untuk menemukan kebutuhan pelanggan.
Dalam sebuah analisis bisnis brainstroaming dapat didefinisikan sebagai sebuah aktifitas group bukan individu sehingga tidak perlu ada judgment mana yang benar tetapi fokus kepada bagaimana ide dapat digenerate sehingga mampu menemukan kebutuhan pelanggan. Brainstroaming juga dipenuhi dengan bagaimana memperoleh tujuan daripada fokus terhadap teknik group yang digunakan. Braindstroaming diharapkan dapat fokus mengenai bagaimana pelanggan dapat puas dan membeirkan feedback.
Sehingga dalam memahami kebutuhan pengguna tidak hanya diperlukan cara teknikali dengan menganalisis data, tetapi juga sangat penting menemukan ide dan membagi prioritas hal apa saja yang benar-benar dibutuhkan pengguna. Sesi brainstroaming juga penting dalam menentukan kebutuhan yang sebenarnya dibutuhkan pengguna tetapi mereka tidak menyadari ataupun menyeleksi mana yang diinginkan pengguna tetapi ketika diterapkan dapat menimbulkan risiko besar pengguna hanya menggunakannya sebentar kemudian merasa bosan. Kebutuhan pengguna lebih penting daripada keindahan design dan kemudahan penggunaan, sebagus apapun sebuah produk dalam hal penggunaan dan tampilan tetapi jika tidak dibutuhkan pengguna maka tidak akan mencapai kata sukses.
[details="Referensi"]
http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.89.2102&rep=rep1&type=pdf
http://www.modernanalyst.com/Resources/Articles/tabid/115/ID/2067/Using-the-Brainstorming-Technique-in-Business-Analysis.aspx
[/details]