Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Fitur PayLater, sebuah solusi atau menambah polemik?

photo-1561525155-40a650192479|690x388

Para perusahaan Fintech saat ini mulai populer memamerkan layanan fitur PayLater alias bayar nanti. PayLater memungkinkan masyarakat untuk membeli sesuatu, baik barang ataupun jasa dengan dicicil tanpa menggunakan kartu kredit. PayLater ini bisa digunakan untuk membayar ‘nanti’ berbagai macam transaksi mulai dari kebutuhan sehari-hari terutama saat di fase akhir bulan maupun untuk kebutuhan mendesak. Tapi penggunaan PayLater untuk sebagian orang bisa menyebabkan ketergantungan serta pemborosan yang tidak perlu. Banyak diantaranya malah hanya menambah hutang dan tidak menyelesaikan masalah finansialnya.

Dari penjelasan di atas Youdics, apakah diantara kalian sudah mencoba fitur ini? lalu, apakah menurutmu PayLater ini bisa menjadi sebuah solusi dari masalah finansial atau justru sebaliknya? Tulis di komentar ya Youdics!

[details="Ilustrasi"]
Foto:Unsplash
[/details]

111

menurut saya fitur paylater dapat menjadi solusi dan dapat menjadi masalah juga. fitur ini menjadi solusi saat kita sedang benar-benar terdesak ingin membeli sesuatu yang dibutuhkan pada saat kondisi keuangan sedang mepet, namun kebanyakan orang setelah mencoba fitur paylater mereka menjadi kecanduan untuk berbelanja hal yang tidak perlu dan akhirnya tagihan tiba-tiba menumpuk karena tidak sadar telah membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan karena terlalu asyik menggunakan fitur paylater dan akhirnya menyalahakn fitur ini.

Saya kerap menggunakan fitur PayLater ini dalam keadaan mendesak. Berdasarkan pengalaman saya menggunakannya, fitur ini sangat membantu saya dalam beberapa aspek kehidupan. Seperti saat membeli tiket kereta dan bus yang terkadang memang dihadapkan untuk sesegera mungkin membelinya karena harus berebut tiket.

Namun, dengan adanya fitur PayLater terkadang membuat saya pribadi membeli sesuatu yang tidak penting padahal awalnya saya tidak mengisi saldo adalah untuk penghematan. Apalagi sekarang banyak platform atau e-commerce memberikan promo atau diskon jika payment yang digunakan adalah PayLater atau bayar nanti ini.

Bagi saya pribadi PayLater ini adalah bukanlah sebuah solusi finansial namun lebih ke arah mengajarkan kita untuk berutang.

Menurut pandangan saya, hadirnya PayLater merupakan inovasi yang berpeluang besar dalam bidang Fintech, mengingat manfaat dan kemudahan yang ditawarkan dalam fitur ini. Dalam riset yang dilakukan Kredivo dan Katadata Insight Center selama Januari-Desember 2020, sebanyak 55 persen pengguna e-commerce (6 e-commerce besar di Indonesia) memilih metode pembayaran melalui Paylater, dan
sebanyak 41 persen konsumen memilih fitur paylater untuk mengontrol pengeluaran bulanan.

Riset pada tahun tersebut cukup menjelaskan bahwa hadirnya pandemi berdampak pada akselerasi penggunaan keuangan digital berupa paylater menjadi metode pembayaran pilihan yang cepat, mudah dan aman di e-commerce. Dalam riset juga disebutkan, Paylater ke depannya akan semakin diminati sebagai pembayaran pilihan yang cepat, aman, dan nyaman. Selain itu, melihat peminat pengguna jasa ini, Paylater diperkirakan menjadi salah satu pembayaran digital yang tumbuh paling cepat di e-commerce dalam satu tahun terakhir. Namun perlu diperhatikan, bahwa pembayaran melalui digital tentu mempunyai risiko.

Menurut saya adanya fitur paylater memiliki dampak positif dan negatifnya. Fitur paylater pada umumnya merupakan konsep yang hampir sama dengan kartu kredit. Anda akan dipinjamkan sejumlah dana oleh suatu pihak dengan batasan tertentu guna memenuhi keperluan Anda. Bedanya, Paylater ini umumnya disediakan di berbagai situs jual-beli online tidak perlu menggunakan kartu dengan bentuk fisik. Dampak positif yang bisa diambil yaitu:
1. Lebih Mudah dan Praktis
2. Terdapat promo menarik
3. Merupakan fitur kredit terbaru yang lebih modern
4. Dapat menjadi alternatif ketika membutuhkan sesuatu yang mendesak tetapi uang belum ada

Namu terdapat dampak negatif yang perlu diperhatikan,, seperti:
1. Pengaturan keuangan yang berantakan
2. Bunga dan denda fitur paylater
3. Menjadi terlena dan berakhir menjadi konsumtif
4. Memiliki hutang membuat hidup tidak tentram

Dari yang sudah diuraikan diatas fitur paylater bisa menjadi sebuah solusi jika digunakan secara bijak, tetapi alangkah baiknya jika kita membeli yang hanya dibutuhkan dan menyesuaikan finansial agar tidak perlu berhutang.