Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana perusahaan yang bergerak di bidang Fast Food bisa memiliki manajemen yang baik? Apa contoh Perusahaannya?

restoran|690x517
Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin. Manajemen merupakan kegiatan pokok yang dilakukan seorang pimpinan karena dia menjabat sebagai manajer untuk mengolah input menjadi output melalui proses manajemen. Kegiatan peranan yang harus dilakukan seorang manajer akan selalu dan harus ada disetiap jenjang manajemen dalam struktur organisasi baik di posisi manajer puncak, madya, dan lini.
Setiap organisasi pasti memikirkan bagaimana organisasi tersebut dapat berjalan sesuai tujuannya untuk mencapai kesuksesan. Untuk mencapai tujuannya, diperlukan input, proses dan output nya. Organisasi akan diuji baik atau tidaknya berdasarkan output yang dihasilkan. Output dapat berupa jasa maupun produk. Namun untuk menyampaikan produk maupun jasa ke masyarakat yang bisa berupa costumer atau user maka diperlukan sebuah proses yang dinamakan pemasaran yaitu memasarkan produk untuk keberlangsungan kegiatan organisasi. Dari berbagai organisasi pasti memiliki cara yang berbeda – beda terhadap manajemen pemasaran terhadap produk maupun jasa.

23

Yoshinoya adalah restoran makanan cepat saji ayam / daging sapi mangkuk terbesar di Jepang dengan lebih dari 1.000 gerai di Jepang dan 250 gerai di luar restoran Jepang. Restoran pertama dibuka pada tahun 1899 restoran Yoshinoya buka di Jepang, Australia, Hong Kong, China Daratan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina dan Amerika Serikat.
Selama lebih dari 10 tahun sejak didirikan, Yoshinoya telah menyediakan produk dan layanan dengan fokus pada "lezat, harga rendah, dan cepat." Yang mendasari sentimen ini adalah keinginan untuk membawa kebahagiaan kepada sebanyak mungkin pelanggan. Komitmen Yoshinoya untuk menempatkan pelanggan terlebih dahulu dapat diungkapkan dengan ungkapan, "lezat, murah, dan cepat." Ini akan terus menjadi nilai yang berharga dan tidak berubah dari Yoshinoya yang bergerak maju.
Sampai saat ini, Yoshinoya terus menyempurnakan kelezatan yang unik, yang tidak pernah menjadi kuno, menjadi sesuatu yang bisa memberi "lebih enak" dan "lebih cepat," dan telah berkomitmen untuk meningkatkan layanan pelanggan. Pada bulan April 2013, harga mangkuk daging sapi direvisi, dan dengan mencapai produk "harga rendah", Yoshinoya menawarkan kepada pelanggan mangkuk daging sapi yang memaksimalkan tiga nilai "lezat, harga rendah, dan cepat"

Pernyataan Misi

Yoshinoya dalam bisnis menciptakan struktur dan sistem yang dibutuhkan agar pelanggan dapat mengakses sebagian besar kebutuhan makanan sehari-hari mereka dari rumah secara one-stop-shop. Semua produk kami harus memiliki kualitas dan nilai tertinggi, sehat, bergizi dan dilengkapi dengan layanan pribadi yang luar biasa dengan harga serendah mungkin dengan hasil investasi yang adil bagi pemegang saham, peningkatan / keamanan kerja bagi karyawan dan tingkat masyarakat kami. Keterlibatan semua orang yang berhubungan dengan bisnis kami. Semua produk dan layanan kami disampaikan secara konsisten dan diukur satu pelanggan yang puas pada satu waktu, baik oleh operasi yang dimiliki oleh perusahaan atau waralaba, di lingkungan lingkungan yang superior, bersih, nyaman, menyenangkan dan ramah. Kami berjanji untuk membuat Yoshinoya tempat terbaik untuk makan dan tempat terbaik untuk bekerja.
Memahami pentingnya kepatuhan dan etika perusahaan, Yoshinoya Holdings percaya bahwa mereka memiliki misi untuk secara konsisten memperbaiki nilai perusahaan sambil meningkatkan efisiensi, kesehatan, dan transparansi manajemen, untuk menjadi perusahaan yang dipercaya dan dihormati oleh masyarakat.
Selain upaya untuk mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, pelanggan, karyawan, mitra bisnis, dan masyarakat, Perseroan berusaha untuk meningkatkan transparansi manajemen, mengungkapkan informasi secara aktif dan segera kepada pemegang saham dan investornya.

The Group’s corporate governance structure

1. Sistem untuk memastikan bahwa kinerja direksi dan karyawan sesuai tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar
* Perusahaan dan perusahaan Grup akan membagikan dan menerapkan enam nilai dan janji kepada pemangku kepentingan sebagai filosofi dan pedoman umum untuk mencapai filosofi bisnis Grup "For the People."
* Agar direksi dan karyawan Grup Perusahaan mematuhi peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan etika perusahaan, Grup harus mempromosikan pendidikan in-house berdasarkan peraturan terkait kepatuhan dan Pedoman Perilaku (panduan kepatuhan).
* Untuk membuat laporan keuangan dengan benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Grup harus menetapkan peraturan internal untuk akuntansi dan harus mengevaluasi dan memperbaiki peraturan dan operasinya sesuai dengan rencana setiap tahun anggaran.
* Kantor Audit Grup melakukan audit internal untuk memeriksa status kepatuhan.

2. Sistem yang berkaitan dengan penyimpanan dan pengelolaan informasi mengenai kinerja direktur tugasnya
* Dokumen atau catatan elektromagnetik kinerja direktur tugas mereka harus dibuat, disimpan, dan dikendalikan (atau dibuang) dengan benar di bawah peraturan, termasuk peraturan pengendalian dokumen, peraturan Dewan Direksi, dan kriteria untuk mengadakan badan konferensi dan pengambilan keputusan. . Catatan harus diperiksa, dan peraturan dan kriteria harus dikaji sesuai kebutuhan.
* Jika auditor perusahaan atau asisten auditor meminta untuk membaca dengan teliti informasi mengenai kinerja direktur dari tugas mereka, direksi harus menawarkan informasi dan dokumen yang relevan untuk segera diteliti.

3. Sistem yang berkaitan dengan pengelolaan risiko kerugian dan peraturan yang relevan dari Grup Perusahaan
* Direktur yang membawahi divisi Perseroan, anak perusahaan, atau afiliasinya mengklasifikasikan risiko bencana dan risiko bisnis yang dapat mempengaruhi hasil dan menilai risikonya. Direktur harus membuat peraturan, kriteria, dan pedoman yang berkaitan dengan pengelolaan risiko (dan sistem pengelolaan risiko) di setiap domain dan harus menangani risiko secara tepat berdasarkan peraturan, kriteria, dan pedoman.
* Jika risiko yang disebutkan di atas muncul, dan jika ada kerugian serius, direktur yang bertanggung jawab atas pembagian Perusahaan, anak perusahaan, atau afiliasi segera melaporkannya kepada Direksi.

4. Sistem untuk memastikan kinerja direktur yang efisien dari tugasnya
Perusahaan mengadakan rapat Direksi sebulan sekali dan mengadakan pertemuan tambahan sesuai kebutuhan. Untuk membantu Direksi dalam membuat keputusan bisnis yang tepat dan tepat, > * Perusahaan harus memiliki badan konferensi, termasuk Dewan Strategi Grup, komite, dan proyek. Keputusan yang dibuat di badan ini harus dilakukan oleh bagian yang relevan.
* Penugasan tugas direksi dan karyawan harus diklarifikasi dengan peraturan otoritas administratif dan peraturan pembagian tugas. Peraturan pengambilan keputusan harus ditinjau dari waktu ke waktu, dan pendelegasian wewenang harus dipromosikan dalam sistem pengambilan keputusan. * Harus ada sistem yang tepat dan efisien untuk pelaksanaan bisnis.
* Perusahaan memiliki Kantor Audit Grup sebagai departemen audit internal. Kantor Audit Grup memantau kelayakan dan kecukupan kinerja masing-masing divisi dan harus melapor kepada Dewan Direksi secara tepat waktu.
* Perusahaan akan meningkatkan dan memperkuat sistem tata kelola perusahaan melalui keterlibatan pihak ketiga, termasuk panduan dan saran dari pengacara perusahaan mengenai kepatuhan dan audit menurut hukum oleh auditor akuntan.

5. Sistem untuk memastikan operasi yang tepat pada kelompok perusahaan yang terdiri dari Perusahaan dan perusahaan anak
* Anak perusahaan dan afiliasinya harus melaporkan hal-hal penting yang ditentukan dalam peraturan manajemen afiliasi kepada Perusahaan dan akan melakukan pembahasan, persetujuan atau laporan kepada Perusahaan. Mereka akan mengadakan Rapat Debrief Kemajuan Bisnis secara teratur. Dengan cara ini, anak perusahaan dan afiliasinya harus memastikan sistem untuk memastikan kinerja operasional yang sesuai, sambil menerima laporan tentang bisnis dan manajemen risiko.
* Anak perusahaan harus menjalani audit internal yang dilakukan secara berkala oleh Kantor Audit Grup Perusahaan. Hasil audit internal dilaporkan kepada direktur perwakilan Perusahaan.
* Jika direktur yang bertanggung jawab atas Kantor Strategi Manajemen mengetahui adanya risiko kerugian, dia harus segera melaporkan rincian risiko, tingkat kemungkinan kerugian, dan dampak dari kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan kepada Dewan Perusahaan Direksi.
* Perusahaan dan anak perusahaan dan afiliasinya memiliki poin jika ada kontak untuk whistleblowing sebagai bagian dari sistem pelaporan pelanggaran undang-undang dan peraturan atau Anggaran Dasar dalam Grup oleh direksi atau karyawan.
* Perusahaan dan anak perusahaan dan afiliasinya tidak berkeberatan dengan kekuatan anti-sosial dan kelompok yang menimbulkan ancaman terhadap ketertiban dan keamanan di masyarakat sipil, dan harus bersikap tegas terhadap permintaan dari kekuatan antisosial dan kelompok. Perusahaan dan anak perusahaan dan afiliasinya harus terus memperbaiki sistem untuk menghapus pasukan antisosial yang bekerja sama dengan polisi, organisasi terkait, dan profesional seperti pengacara.

6. Materi yang berkaitan dengan karyawan yang membantu auditor perusahaan dengan tugas sesuai permintaan mereka
* Atas permintaan mereka, Perusahaan akan memberikan auditor perusahaan kepada karyawan yang akan membantu mereka sesuai kebutuhan.

8. Sistem bagi direksi dan karyawan untuk melapor kepada auditor perusahaan
Auditor perusahaan akan menghadiri rapat Direksi dan rapat penting lainnya dan akan menerima laporan mengenai hal-hal penting dari direksi dan karyawan. Direksi dan karyawan secara langsung melaporkan hal berikut sesuai permintaan auditor perusahaan:
* Kegiatan dalam divisi sehubungan dengan pembangunan sistem pengendalian internal Perusahaan
* Kegiatan auditor korporasi di anak perusahaan dan perusahaan afiliasi Perusahaan
* Kebijakan dan standar akuntansi penting Perusahaan, dan perubahan di dalamnya
* Isi pengumuman hasil dan hasil prakiraan dan dokumen pengungkapan penting
* Status pengelolaan informasi pribadi yang dimiliki Perusahaan
* Fakta yang berisiko menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada Perusahaan.
Selanjutnya, para eksekutif dan karyawan telah menemukan fakta kejadian tindakan atau tindakan yang tidak sesuai yang melanggar undang-undang dan pasal-pasal penting yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas atau, orang-orang yang menerima laporan dari karyawan atau orang-orang tersebut dari Anak Perusahaan, dll. , harus menyampaikan laporannya kepada auditor perusahaan.
Perlakuan merugikan orang-orang yang mengajukan laporan semacam itu, dengan alasan menyampaikan laporan semacam itu, dilarang dan yang lainnya harus diberitahu mengenai dampaknya.

9. Hal-hal yang berkaitan dengan pembayaran di muka biaya yang dikeluarkan oleh pelaksanaan tugas auditor perusahaan atau, biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan tugas penebusan lainnya atau, kebijakan mengenai pemrosesan hutang
Direktur harus, untuk menjamin efektivitas audit oleh auditor, menerapkan ketentuan anggaran untuk biaya auditor dan, di mana auditor meminta pembayaran biaya yang wajar untuk melaksanakan tugas mereka, tanggapi sesuai dengan itu.

10. Sistem lain untuk memastikan audit yang efektif oleh auditor perusahaan
Untuk memahami status pengambilan keputusan dan pelaksanaan bisnis yang penting, auditor perusahaan dapat menghadiri rapat Dewan Direksi dan rapat penting lainnya dan mengungkapkan pendapat mereka. Auditor perusahaan dapat membaca dengan teliti dokumen tentang pelaksanaan bisnis dan meminta penjelasan dari direksi dan karyawan.
Saat melakukan audit, auditor perusahaan harus saling bertukar pendapat dengan Kantor Audit Grup dan auditor akuntan dan harus bekerja sama dengan mereka.

Referensi:
* Management Strategy of Yoshinoya
* Corporate Governance

image|966x458

Dalam membangun bisnisnya hingga mendunia, Pizza Hut memiliki komitmen jangka panjang dalam mengembangkan bisnisnya, seperti selalu beradaptasi terhadap perkembangan tren, inovasi teknologi dan selalu berorientasi kepada pasar, serta melakukan riset berkala untuk memantau perkembangan bisnis baik dari sisi brand image maupun customer experience monitoring, serta mengembangkan budaya yang mendalam dan kokoh di mana setiap karyawan dapat membangun pola pikir yang berorientasi pada customer dan sales, memberikan brand differenation yang sangat kompetitif, menjalin kelancaran hubungan dengan karyawan dan konsumen, mempertahankan konsistensi hasil yang telah tercapai, yang pada akhirnya akan mewujudkan brand yang digemari oleh konsumen di dunia.

Ada tiga strategi bisnis yang dijalankan oleh Pizza Hut. Strategi pertama yaitu meluncurkan produk baru dengan menyajikan menu lengkap dan trendi, termasuk menciptakan berbagai pizza dan pasta rasa baru disertai aneka macam minuman. Kompleksitas dan ragam menu baru yang disediakan akan menjadikan proses pembuatan lebih lama dari biasanya. Karena itu, proses penyajian harus ditingkatkan kualitasnya. Untuk mempersingkat waktu penyajian, ada dua cara yang diupayakan, yaitu berinvestasi di mesin-mesin produksi yang tepat dan cara kedua adalah menyingkat waktu penyajian dengan merekrut lebih banya karyawan.

Strategi kedua untuk merespon industri yang kompetititf, Pizza Hut memperluas sebaran penetrasi secara geografis. Dengan cara membangun lebih banyak gerai dengan atmosfer yang lebih bersahabat dan berkesan restoran keluarga.

Strategi ketiga adalah meraih pelanggan baru dengan menawarkan berbagai paket makanan dengan harga terjangkau dengan tujuan membuat konsumen merasa senang dan ingin datang lagi.

Pizza Hut juga membenahi dari sisi people yang bertujuan untuk dapat berjalannya dengan baik ketiga strategi tersebut, Tim manajemen Pizza Hut menghabiskan banyak waktu untuk melatih karyawan yang tujuannya agar produk baru yang dibuat diimbangi dengan layanan baru, penyajian baru, dan kultur baru. Untuk karyawan yang bertugas melayani pelanggan, penampilan yang baik menjadi bagian yang tak terpisahkan. Pelatihan bagi karyawan front office seperti waitress dan kasir juga ditingkatkan. Bagi pegawai wanita bahkan ada pelatihan kecantikan setahun sekali yang digelar di masing-masing restoran.

Agar tercipta kultur pelayanan yang baik, cara melayani pelanggan juga dibakukan dengan nama 10 moment of truths yang diantaranya dengan memberi salam kepada konsumen, mencarikan meja, mempersilahkan konsumen untuk duduk, melayani pesanan, memberi tahu lamanya waktu tunggu, menindak lanjuti kedatangan (menghampiri meja konsumen secara berkala tanpa diminta untuk menanyakan kebutuhannya atau lebih dikenal dengan istilah double-checked), menawarkan menu penutup, menyiapkan bon tagihan dan mengucapkan terima kasih kepada setiap konsumen yang selesai makan.

Contoh perusahaan yang bergerak di bidang fast food yang memiliki manajemen yang baik adalah PT. Fast Food Indonesia, Tbk. atau Kentucky Fried Chicken (KFC) Indonesia.

kfc-opengraph-1|690x362

PT Fast Food Indonesia Tbk didirikan oleh Keluarga Gelael pada 1978. Pada 1979, Perseroan mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai KFC pertama pada bulan Oktober di Jalan Melawai di Jakarta. Pembukaan gerai pertama terbukti sukses dan diikuti dengan pembukaan gerai-gerai selanjutnya di Jakarta dan ekspansi hingga ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia. Sukses membangun merek ini, KFC tertanam dalam benak konsumennya sebagai merek waralaba cepat saji yang terkenal dan dominan di Indonesia.

Perusahaan fast food ini saya katakan memiliki manajemen yang baik karena KFC mampu membuka gerai di hampir seluruh penjuru Indonesia (dari Sumatera sampai Papua) dengan jumlah lebih dari 600 gerai, dengan sistem dan manajemen yang sama di setiap gerainya di setiap kota. Selain itu, manajemen yang diterapkan dalam perusahaan ini sudah sangat lengkap dan terintegrasi.

Beberapa manajemen yang diterapkan oleh PT. Fast Food Indonesia, Tbk. atau KFC Indonesia antara lain:

Manajemen Layanan:
Gerai-gerai KFC tersebar di hampir seluruh kota besar di Indonesia. KFC menyediakan layanan Home Delivery, Drive Thru, dan Home Delivery Online. Dengan layanan Home Delivery, pengguna hanya perlu menelpon 14022 dan memesan menu yang diinginkan, kemudian pesanan akan diantar ke alamat pelanggan. Hampir sama dengan Home Delivery, KFC Home Delivery Online juga dapat mengantar pesanan ke alamat pelanggan, hanya saja pelanggan memesan menu yang diinginkan melalui website KFC. Sedangkan, layanan KFC Drive Thru disediakan bagi pelanggan yang membutuhkan kecepatan layanan tanpa harus turun dari kendaraan.

Manajemen Kualitas:
Sebagai perusahaan publik, PT Fast Food Indonesia Tbk terus berkomitmen untuk menerapkan kebijakan dan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang baik. Dengan diterimanya sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 pada akhir 2012, semua struktur internal, kebijakan, dan standar prosedur operasi didesain untuk memenuhi kebutuhan operasional yang terus berubah dan inisiatif ekspansi Perseroan dan mematuhi prinsip-prinsip dasar Tata Kelola Perusahaan yang baik.

Sertifikat dari Badan Sertifikasi SGS dengan akreditasi dari KAN, UKAS, dan ANAB yang kembali diperoleh sejak Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 diimplementasikan pada tahun 2012, merupakan bentuk keberhasilan dan komitmen manajemen dan seluruh karyawan Perseroan dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan dan perbaikan yang berkesinambungan.

Manajemen Rantai Pasok:
KFC memiliki beberapa pemasok atau supplier bahan-bahan baku untuk diolah menjadi produk yang dijual KFC. Pemasok tersebut antara lain:

  • Wonokoyo Group, sebagai pemasok ayam dalam bentuk potongan

  • Petani lokal, sebagai pemasok beras non-organik

  • Kantor pusat Jakarta, sebagai pemasok beras organik

  • Petani kentang luar negeri (impor), sebagai pemasok kentang

  • PT. Finindo Foods Indonesia, sebagai pemasok saos

  • PT. Pepsi-Cola Indobeverages, sebagai pemasok soft drink

  • Pasar regional, sebagai pemasok sayuran

  • KFC USA, sebagai pemasok bumbu

Manajemen Risiko:
KFC terus melakukan implementasi program manajemen risiko, yaitu Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Untuk mendapatkan cara-cara yang terstrukturisasi dalam mengendalikan risiko, KFC membentuk sebuah unit yang disebut Crisis Centre Unit yang bertugas untuk menentukan, menilai, dan mengendalikan risiko, dengan tujuan untuk menciptakan komitmen bersama dalam mengelola risiko dari proses usaha yang dijalankan, serta agar manajemen risiko yang telah dilakukan selama ini menjadi lebih baik melalui sistem yang terstrukturisasi dan terdokumentasi.

Secara rinci, Crisis Centre Unit mengidentifikasi serta memperkirakan potensi risiko beserta dampaknya, menentukan tingkat risiko, menelaah kecukupan pengendalian internal dalam mengurangi dampak risiko yang sudah diidentifikasi, serta menyusun rencana untuk tindakan-tindakan pilihan lainnya untuk mengurangi dampak risiko yang ada.

Manajemen Sumberdaya Manusia:
Program Hospitality Improvement adalah program peningkatan keramahan yang diikuti dengan kecepatan dalam layanan, adalah bagaimana setiap kasir dapat memberikan senyuman selama melayani dan dengan waktu yang telah ditetapkan.

Program sertifikasi STAR dan ALL STAR kepada crew restoran tetap dijalankan KFC secara konsisten. Untuk crew baru dalam waktu enam bulan sudah harus mendapatkan sertifikasi STAR yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas setiap karyawan yang berpengaruh pada hasil pekerjaan yang lebih baik. Pada tahun 2013, ketetapan karyawan untuk memperoleh ALL STAR lebih ditekankan pada kompetensi dan konsistensi. Karyawan yang memperoleh sertifikasi ALL STAR dan karyawan ALL STAR yang lulus evaluasi berkala akan mendapat tunjangan untuk memberikan semangat berkompetisi.

Sertifikasi untuk crew Cook, bertujuan agar crew dengan sertifikasi Cook dapat melakukan pengolahan dan pemasakan di restoran KFC, terus ditingkatkan agar dapat secara konsisten menjalankan prosedur untuk menghasilkan kualitas produk yang prima. Kasir dan Cook yang sudah mendapatkan sertifikasi akan dilakukan evaluasi berkala setiap enam bulan untuk memastikan mereka masih konsisten dalam melaksanakan pekerjaannya.

Manajemen Pemasaran:
Dalam melaksanakan usahanya, KFC memiliki beberapa strategi pemasaran yang dilakukan olehnya, antara lain:

  1. KFC menyempurnakan cita rasanya untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan. Cita rasa yang selalu sempurna merupakan motivasi untuk menjadi yang terdepan dari jajaran restauran fast food.

  2. KFC menyediakan fasilitas yang lengkap di setiap gerai. Hampir seluruh kfc menyediakan kamar mandi, lahan parkir, Wi-Fi, bahkan KFC yang berada pada bangunan tersendiri memiliki play ground untuk anak-anak.

  3. KFC dibangun dengan penempatan lokasi yang strategis, pada daerah yang memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi. Dengan ini, diharapkan pelanggan dapat menjangkau gerai dengan mudah.

  4. KFC memberi berbagai penawaran harga yang menarik. KFC menyediakan produk dengan harga mulai dari Rp5.000,00 (Goceng) sampai lebih dari Rp100.000,00 untuk bucket berisi ayam.

  5. KFC menjalin kerjasama dengan perusahaan lain, yaitu dengan merangkul beberapa industri musik sehingga KFC dapat menjual album musik yang memungkinkan KFC mendapat pendapatan lebih dari penjualan CD album.

Analisis SWOT:
Setiap perusahaan pasti memiliki Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threat). Berikut adalah SWOT dari KFC:

Strength:

  1. KFC merupakan pelopor restauran fast food.

  2. KFC memiliki manajemen produksi yang cukup baik.

  3. KFC memiliki merek dagang resmi yang terkenal di seluruh dunia.

  4. KFC memiliki pelayanan yang relatif cepat dan ramah.

  5. KFC disukai oleh banyak kalangan masyarakat.

Weakness:

  1. KFC kurang memerhatikan nilai gizi.

  2. Harga produk-produk KFC kurang terjangkau bagi kalangan masyarakat ekonomi bawah.

Opportunities:

  1. KFC dapat dijadikan bisnis waralaba atau franchise yang bisa menjadi pemasukan dari menjual brand dan sistem manajemennya.

  2. KFC dapat mengembangkan jenis varian yang lain, seperti rasa yang baru atau bentuk penyajian yang baru.

Threat:

  1. Banyak kompetitor yang menyediakan jenis fast food lain seperti pizza, burger, dan lain-lain.

  2. Mungkin terjadi kelangkaan bahan baku ayam berkualitas.

  3. Masyarakat merasa takut mengonsumsi ayam akibat sempat terjadinya isu virus flu burung.

  4. Usaha menengah ke bawah (ukm) yang menjual ayam goreng dengan harga lebih terjangkau.

  5. Banyak masyarakat yang beralih ke jenis makanan yang lebih sehat dan mulai meninggalkan mengonsumsi fast food.

  6. Banyak bermunculan produk tepung bumbu ayam goreng yang memungkinkan masyarakat lebih suka membuat ayam goreng sendiri daripada membeli.

Referensi:
* http://kfcindonesia.kfcku.com
* http://ahlimanajemenpemasaran.com/2013/07/mengulik-rahasia-strategi-pemasaran-kfc/

pizza hut|690x212

Pizza Hut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang waralaba makanan internasional yang berdiri pada tahun 1958. Pizza Hut adalah restoran pizza pertama yang hadir di Indonesia pada tahun 1984.

Melihat dari gaya hidup sekarang, masyarakat cenderung lebih membutuhkan makanan cepat saji yang praktis dan tidak perlu repot untuk melakukan antrean, karena hal ini Pizza Hut pun mencoba melakukan segala hal untuk mencapai kepuasan konsumen tersebut, salah satunya adalah dengan membuka layanan pesan antar seperti Pizza Hut Delivery dengan menerapkan sistem informasi yang dapat menunjang PHD ini dan daya saing dengan pesaingnya. Dengan Pizza Hut Delivery ini konsumen tidak perlu lama antri untuk mendapatkan produk yang mereka inginkan, terdapat 2 pilihan pembelian untuk konsumen, yaitu menggunakan jasa delivery dari PHD tersebut, atau melakukan pemesanan melalui website yang kemudian mereka ambil sendiri (tidak perlu diantar). Dengan adanya sistem informasi seperti ini dapat memudahkan konsumen, karena konsumen tidak perlu melakukan pemesanan dan mengantre di Pizza Hut itu sendiri (seperti di tempat makan kebanyakan).

Salah satu manajemen yang terdapat pada Pizza Hut Delivery ini adalah Customer Relationship Management (CRM). Dengan adanya manajemen hubungan pelanggan ini, Pizza Hut berharap dapat memberikan layanan yang sifatnya personal kepada pelanggannya sehingga dapat memberikan kepuasan yang tinggi, baik sebagai stakeholder maupun shareholder. Diharapkan juga akan terjalin value chain yang kuat di antara mereka melalui customer relationship (hubungan dengan pelanggan).

Sasaran utama dari CRM ini adalah agar mampu meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan (behavior) pelanggan. CRM ini juga bertujuan untuk menyediakan umpan balik yang lebih efektif dan integrasi yang lebih baik dengan pengendalian return on investment (ROI) di area ini.

Berdasarkan aspek-aspek yang telah disebutkan di atas, Pizza Hut meluncurkan layananan terbarunya yaitu Pizza Hut Delivery (PHD). Pizza Hut Delivery ini merupakan layanan dari Pizza Hut yang memprioritaskan menu delivery (pesan antar) dan take away (pesan bawa) untuk konsumen. Beberapa hal yang membedakan Pizza Hut dan Pizza Hut Delivery yaitu dilihat dari:

1. Outlet
Pizza Hut Delivery (PHD) terfokus dalam delivery (pesan antar) dan take away (pesan bawa). Sementara untuk restoran Pizza Hut terfokus kepada pelanggan yang ingin menikmati suasana di restoran bersama keluarga serta juga menyediakan take away (pesan bawa).

2. Menu
Produk dari PHD di rancang agar bisa dimasak dalam waktu yang cepat sehingga waktu antarnya juga jadi lebih cepat (dijamin antaran tiba dalam 30 menit) atau pelanggan akan mendapatkan DG Voucher yang dapat di tukarkan dengan 1 pizza original ukuran regular.

Sedangkan untuk produk Pizza Hut, dirancang untuk makan di restoran jadi waktu masaknya lebih lama sehingga menu PHD dan Pizza Hut tidak bisa sama 100%.

3. Roti Pizza
Karena jenis Roti original Pizza berbeda dari jenis roti Pizza Hut tetapi tetap berkualitas. Original Pizza dirancang khusus untuk PHD di mana cara pemasakannya lebih cepat dibanding dengan pizza dari restoran Pizza Hut. Roti pizza di PHD cenderung lebih tipis dari di Pizza Hut, hal ini bertujuan agar produksi tidak memakan waktu yang terlalu lama.

Pizza Hut dapat menerapkan manajemen hubungan pelanggan yang baik, hal ini terbukti dengan kemampuan strategi marketing yang diterapkan oleh Pizza Hut Delivery. Dengan penerapan manajemen yang baik ini, konsumen pun tidak menyadari bahwa mereka telah terpikat oleh layanan-layanan yang diberikan oleh PHD sehingga membuat Pizza Hut Delivery sebagai pilihan pertama mereka atau First Choice.

Beberapa contoh strategi dari manajemen hubungan pelanggan yang diterapkan oleh Pizza Hut Delivery untuk menarik dan mempertahankan pelanggannya, antara lain:

1. 500600 PHD atau phd.co.id atau kunjungi outlet terdekat kami
Di berbagai tempat bahkan di stasiun radio, PHD memperkenalkan layanan mereka kepada pelanggan,
dengan visi: memesan pizza semudah melakukan complain tagihan telefon. Iklan yang sederhana namun dengan mudah berdiam didalam pikiran pelanggan.

2. Pesanan dijamin tiba dalam 30 menit, jika tidak anda berhak mendapatkan voucher gratis 1 pizza original ukuran regular.
Hal ini benar-benar dilakukan oleh Pizza Hut Delivery, pesanan yang dilakukan oleh konsumen selalu tiba kurang lebih 30 menit, pernah sekali teman saya mendapatkan pesannya lebih dari 30 menit, dan benar dia mendapatkan voucher gratiz pizza ukuran reguler seperti yang dijanjikan, hal ini tentu saja memikat hati para konsumen, bagaimana tidak?

3. Strategi Cross-Selling
Dalam strategi cross-selling tidak memikirkan mengenai jangka pendek untuk meningkatkan strategi bisnis, tetapi juga harus memikirkan dampak untuk jangka panjangnya. Berikut beberapa aspek yang harus diperhatikan berkaitan dengan strategi cross-selling:

Marketing :
* Pentingnya seni Cross Selling ditekankan kepada tim
* Meningkatkan Penjualan dengan Edukasi pasar
* Tingkatkan omzet dari model produk yg bergaya
* Hubungan Differensiasi dan Positioning (Bagi Orang awam)

Selling :
* Value Lifetime untuk peningkatan penjualan jangka panjang
* Meningkatkan penjualan dengan optimasi Soft Selling secara online

Strategi Bisnis :
* Dongkrak penjualan dengan menggeser audience

Strategi Bisnis dan strategi marketing :
* Manfaat pameran yang vital bagi usaha

Strategi marketing & Personal selling :
* Penyebab utama penolakan membeli produk

Konsultasi Bisnis :
* Bagaimana membuat mitra bisnis kita maju, apakah dengan hadiah

Pada website pizza hut delivery (http://www.phd.co.id/hotpromo.aspx), terdapat satu link menu “Hot Promo” yaitu program paket murah dimana terdiri dari beberapa menu yang dikemas menjadi satu menu promo dengan harga yang lebih murah, sebagai contoh :

1|496x368

2|495x370

3|495x271

4. Member Special Offer
Jika ingin melakukan pembelian atau order pada PHD dengan menggunakan website, maka pelanggan harus log in ke dalam sistem, dengan demikian pelanggan harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

PH 1|524x489

Strategi marketing berikutnya yang dilakukan oleh PHD ialah dengan memberikan kupon gratis makanan, dengan periode pemakaian kupon tersebut diberi batas waktu. Pada iklan disebutkan “Gratis Salad Bar dan Zuppa Soup” dannberlaku untuk pembelian minimum 150.000”. Dengan demikian, akan menarik kembali minat pelanggan dan phd webmember untuk menggunakan kupon gratis tersebut sebelum masa berlakunya habis, sehingga tanpa disadari mereka akan mengeluarkan minimal 150.000 untuk bisa menggunakan kupon tersebut.

Dan itulah contoh penerapan manajemen yang baik pada Pizza Hut Delivery, yaitu manajemen hubungan pelanggan dan beberapa contoh penerapannya.

Referensi:
Manajemen Hubungan Pelanggan pada Pizza Hut Delivery

HokBen_new_logo|596x597

HokBen (singkatan dari Hoka Hoka Bento) adalah jaringan restoran waralaba makanan cepat saji yang menyajikan makanan Jepang yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 18 April 1985, HokBen pertama kali didirikan dibawah naungan PT. Eka Bogainti oleh Hendra Arifin. Dengan restoran pertama berlokasi di Kebon Kacang, Jakarta Pusat. HokBen menyajikan makanan bergaya Jepang yang variatif, higienis, cepat saji dengan harga relatif terjangkau serta suasana yang nyaman. Tidak seperti cara penyajian restoran cepat saji pada umumnya, gerai restoran ini disusun memanjang seperti bufet kafetaria di mana pelanggan bergerak sepanjang meja bufet baja antikarat berpemanas, sambil memilih berbagai jenis pilihan makanan, minuman dan hidangan penutup.Hal ini menjadikan HokBen sebagai restoran dengan konsep “Japanese Fast Food” terbesar di Indonesia.

Visi: Hoka Hoka Bento menjadi pemimpin brand dan penentu arah pada industri makanan minuman
bergaya Jepang dengan kualitas produk yang terbaik, kualitas layanan yang terbaik dan kualitas
orang yang terbaik.

Misi: Hoka Hoka Bento menyediakan makanan dan minuman bergaya Jepang dengan kualitas produk dan layanan yang terbaik oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya.

pada tahun 2013, saat memasuki usia 30 tahun Hoka-Hoka Bento melakukan rebranding dengan mengusung nama baru serta konsep yang lebih muda, hangat dan Energik. Nama Hoka Hoka Bento sendiri diubah menjadi Hokben karena konsumen yang lebih sering menyebut nama Hoka Hoka Bento dengan Hokben. Dengan maksud untuk lebih mengakrabkan diri dengan para pelanggan, nama Hokben dipakai karena sudah sangat familiar dan mudah disebutkan.

Faktor yang mempengaruhi perubahan merek (Rebranding) yang dilakukan perusahaan yaitu:

  1. Identitas dari perusahaan tersebut tidak dapat mewakili pelayanan dari perusahaan tersebut;
  2. Perusahaan tersebut sudah memiliki reputasi yang buruk di mata masyarakat;
  3. Perusahaan tersebut ingin memberikan sesuatu yang baru, berupa pembenahan dalam perusahaan tersebut.

Faktor yang terakhir inilah yang mempengaruhi Hokben melakukan rebranding. Rebranding yang dilakukan Hokben ini yaitu untuk memperluas target pasar, mulai dari keluarga hingga kelompok anak muda serta memberikan sentuhan yang lebih fresh dan modern terhadap konsep restorannya.

Analisis SWOT

Strenght (kekuatan): Kekuatan (streght) Hokben yaitu Hokben merupakan restoran Jepang terbesar di Indonesia, hal itu membuat Hokben sudah dikenal oleh masyarakat banyak. Selain itu Hokben memberikan keramahan terhadap pelanggannya, dengan mengucapkan irrashaimaseyang berarti selamat datang kepada setiap pelanggan yang datang ke restorannya.
.
Weakness (kelemahan): Pada jam operasional yang ramai seperti makan siang, jumlah tenaga kerja yang kurang membuat karyawan kewalahan menangani pesanan belum lagi beberapa menu 6 gorengan yang menjadi favorite seperti egg chicken roll tidak selalu tersedia hal itu membuat pelanggan harus menunggu hingga makanan yang diinginkan selesai dibuat. Hal tersebut adalah
kelemahan (weakness) dari Hokben.
.
Opportunity (peluang): Tetap mengutamakan cita rasa khas lidah orang Indonesia membuat Hokben dapat lebih mudah disukai oleh masyarakat Indonesia.
.
Threat(ancaman): Kini semakin banyak restoran Jepang yang menyajikan variasi menu gorengan dan makanan dalam bentuk bento membuat banyak pelanggan yang beralih pada produk lain.

Pelayanan 24 Jam dan Drive Thrue Jadi Keunggulan Hokben

Awalnya, Hoka Hoka Bento berbisnis makanan take away (pesan ambil/ bawa pulang). Konsep take away kemudian diubah menjadi fast food (cepat saji), mengadopsi tren cara makan yang praktis dan higienis ala Jepang. Selain memanfaatkan peluang dan strategi inovasi bisnis restoran fast food ala Jepang, Hoka Hoka Bento juga banyak menghadapi kendala (Resiko usaha) dalam perjalanan usahanya.Dampak krisis global membuat pengunjung resto sedikit berkurang sehingga ia menerapkan strategi khusus untuk menarik minat konsumen dengan berbagai menu spesial. Selain itu, efisiensi terus dilakukan tanpa harus melakukan perampingan tenaga kerja. Kini, Hoka Hoka Bento mempekerjakan sekitar 4.000 tenaga kerja. Meskipun saat ini banyak usaha fastfood memperluas cakupan wilayah pemasarannya melalui franchise (waralaba), namun Hoka Hoka Bento tidak berencana berekspansi ke sistem waralaba. Upaya mempertahankan kualitas layanan menjadi salah satu alasan untuk tidak merambah ke bisnis waralaba. Untuk meningkatkan pelanggan, Hoka Hoka Bento mengembangkan bisnis pesan antar. Kontribusi penjualan antar-pesan kini mencapai 30-40% dari total penjualan.Pasar Hoka Hoka Bento yang menyasar keluarga kelas menengah menjadi salah satu nilai tambah.

HokBen Meningkatkan Efisiensi Data Storage dengan Arsitektur Data Storage NetApp

Tantangan yang dihadapi tim TI HokBen antara lain adalah keberadaan infrastruktur TI terdiri dari 13 server dengan kapasitas storage berukuran 6TB yang kurang fleksibel untuk mengakomodasi persyaratan yang dibutuhkan aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP). Konsekuensinya, sistem yang ada tidak mampu memonitor perkembangan cepat dari volume data kritis bisnis atau business critical data. Gangguan layanan akibat seringnya downtime server juga menyebabkan adanya jurang antara pelanggan dengan pelayanan yang diberikan sehingga bisa mengakibatkan kerugian pendapatan pada nominal bisnis serta berkurangnya kepuasan pelanggan.Solusi NetApp bagi HokBen terinspirasi dari visi Data Fabric, yang bertujuan untuk membantu perusahaan memperoleh manajemen data yang konsisten, data transport yang efisien serta visibilitas atas sumber daya TI yang dimiliki. Berkat solusi arsitektur terbaru dari NetApp, HokBen mampu mengurangi jumlah server dari 13 menjadi 4.

Referensi:
https://www.hokben.co.id/milestones
https://dailysocial.id/post/hokben-meningkatkan-efisiensi-data-storage-dengan-arsitektur-data-storage-netapp
http://digilib.esaunggul.ac.id/strategi-komunikasi-pemasaran-dan-rebranding-hokben-dalam-meningkatkan-brand-equity-8211.html

download|255x198

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang fast food adalah McDonald's. McDonald’s. McDonald's (di Indonesia terkenal dengan sebutan McD) merupakan sebuah restoran waralaba cepat saji (fast food) yang berasal dari negara Amerika Serikat, didirikan pada tahun 1940 oleh dua bersaudara Dick dan Mac McDonald. Restoran ini juga telah memiliki logo sendiri yaitu The Golden Arch.

Visi

Visi McDonald’s adalah menjadi restoran cepat saji dengan pelayanan terbaik di dunia. Untuk mencapai visi ini, McDonald’s selalu menjamin mutu produk-produknya, memberikan pelayanan yang memuaskan, menawarkan kebersihan dan keamanan produk pangan serta nilai-nilai tambah lainnya. Senyum konsumen adalah hal penting untuk McDonald's.

Misi

  1. Menjadi perusahaan terbaik bagi semua karyawan kami di setiap komunitas di dunia.
  2. Menghadirkan pelayanan dengan sistem operasional yang unggul bagi setiap konsumen kami di setiap restoran cabang McDonald’s.
  3. Terus mengalami perkembangan ke arah yang menguntungkan sebagai sebuah brand, serta terus mengembangkan sistem operasional McDonald’s ke arah yang lebih baik lagi lewat inovasi dan teknologi.

Bentuk bisnis yang dijalankan oleh perusahaan McDonald’s adalah international franchising yaitu strategi bisnis yang dilakukan di berbagai negara sesuai dengan selera dan kondisi pasar di masing masing negara. Tetapi dijalankan sesuai dengan perjanjian atau aturan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan McDonald’s. Pemilik waralaba harus setuju dengan perjanjian dan mampu mengoperasikan gerai waralaba dibawah kondisi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, seperti tempat pembelian bahan baku, cara memasak, cara mengiklankan produk, dan harga setiap menu, sehingga tidak ada perbedaan antara satu restoran McDonald’dengan restoran McDonald’s lainnya.

Manajemen pemasaran pada McDonald’s :

  1. Produk

McDonald's merupakan perusahaan yang bergerak pada industri fast food restaurant. Produk yang ditawarkan berupa makanan dan minuman siap saji. Berikut adalah perincian produk yang ditawarkan :

Paket Hemat (PaHe), yaitu merupakan paket yang terdiri dari 1 produk makanan dan 1 produk minuman. Paket Hemat ini memberikan keuntungan pada pelanggan yaitu harga yang lebih murah dibandingkan jika membeli dengan harga satuan. Sedangkan bagi perusahaan dapat meningkatkan penjualan produk. Paket Nasi, yaitu merupakan paket khusus yang dibuat oleh McDonald's Indonesia, sesuai dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok.

  1. Price
    Penentuan harga ditetapkan dengan market price yang ditentukan oleh head office Jakarta sesuai dengan daya beli konsumen. Tier adalah penetapan harga sesuai dengan kemampuan daya beli konsumen di lingkungan tersebut. Terdapat tiga macam penetapanharga (tier), yang penetapannya ditentukan oleh lingkungan di mana restoran mcdonald's tersebut berada.

  2. Place
    Berhubungan dengan lokasi untuk mendistribusikan produk kepada pelanggan, dimana tempat tersebut harus strategis bagi target pasar yang dituju yaitu segmen kawula muda dan keluarga.

  3. Promotion
    Secara umum, program promosi dari market wide adalah promosi advertising melalui above the line, yaitu iklan TV. Strategi promosi yang dilakukan meliputi :
    a. Promosi Public Relation, yaitu melalui hospitality dengan memberikan pelayanan yang lebih kepada pelangggan melalui magic moment.
    b. Advertising, yaitu melalui above the line : kerja sama dengan stasiun radio lokal untuk menginformasikan event-event yang diadakan oleh mcdonald's. Sedangkan melalui below the line : spanduk, poster, brosur, standing banner, hanging mobile,translite, back drop.
    c. Show Case, yaitu berupa merchandise mcdonald's.

Struktur organisasi yang digunakan oleh McDonald's adalah struktur organisasi lini/garis. Dengan menggunakan tipe organisasi ini, maka perintah dalam perusahaan mengalir dari Store Manager turun ke 1st Asistant Manager turun ke 2nd Asisstant Manager turun ke Junior Manager turun ke Trainee Manager turun ke Crew Leader dan lini paling bawah adalah Crew. Di luar lini tersebut juga terdapat STAR, C/S dan VIP yang bertanggung jawab penuh pada Store Manager. Store Manager selanjutnya bertanggung jawab kepada Operation Consultant. Operation Consultant akan bertanggung jawab kepada Operation Manager dan Operation Manager akan bertanggung jawab kepada Head Office Jakarta.

Analisis SWOT

Strength
1. Mc Donald mempunyai a strong global presence dengan kompetiror domestik terdekat yang hanya berukuran separuhnya, Mc Donald merupakan pemimpin pasar ( market leader) baik secara domestik, maupun internasional.
2. Keuntungan McDonald's berasal dari pengurangan biaya melalui skala ekonomi, karena ukurannya yang sangat besar dan keberadaannya secara global memungkinkan untuk menetapkan risiko yang bervariasi yang melibatkan keadaan ekonomi dari negara tertentu.
3. Outlet perusahaan ditempatkan di wilayah yang strategis dan mudah dijangkau.
4. Adanya pengakuan atas merk (brand recognition).
5. Kesuksesan dalam periklanannya, seperti adanya kata “I'm LovingIt” dalam setiap pemasarannya.
6. Adanya Kekuatan kerjasama dengan perusahaan lain, seperti dengan Coca-Cola.
7. Tempat penjualan yang bersih dan adanya tempat bermain untuk anak-anak mempunyai daya tarik tersendiri.
8. Adanya pelatihan yang profesional dengan didirikannya “Hamburger University”
9. Perusahaan yang telah mengglobal.
10. Aktif dalam kegiatan amal untuk anak-anak.
11. Menyesuaikan resep dan produk yang ditawarkan dengan standar kesehatan yang ditetapkan oleh USDA
12. pendapatan tidak hanya dari penjualan makanan cepat saji, tapi juga dari investasi properti, franchiser of restaurant.
13. Adanya sistem delivery order yang mudah digunakan oleh konsumennya yaitu dengan menelpon 14045.

Weakness
1. Harga yang kurang kompetitif, sehingga dapat mengurangi kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan.
2. Inovasi terhadap produk kurang memiliki spesifikasi tertentu
3. Management of franchises kurang memperhatikan integritas klien
4. Teknik pemasaran atau periklanan yang hanya diutamakan pada anak-anak.

Opportunities
1. (Products) Merubah menu di beberapa negara, menambahkan beberapa makanan dengan rasa lokal dan menghilangkan beberapa makanan yang tidak populer.
2. (Promotion, Products) mempromosikan Mc Donnald “bestseller” Fries and Big Mac, mengembangkan beberapa makanan spesial yang baru untuk keluarga dan untuk remaja.
3. (Pricing & Placement) Beralih ke pemasok lokal sehingga mempunyai biaya transportasi yang rendah, menggunakan software untuk mengontrol dan memonitor inventory sehingga dapat menurunkan biaya persediaan, sehingga perusahaan akan mampu dalam memperbaiki atau meningkatkan keuntungan dengan harga yang rendah.
4. (Service & Management) Lebih tertarik pada investasi langsung di negara yang baru dan memilih secara cermat franchiser yang baru/ join verture partnet dan mengevaluasinya secara teratur dan periodik.

Threat
1. (Products) Mengembangkan lini produk baru yang fokus pada makanan organik dan sehat (zero trans -fat)
2. (Products) Menambahkan lebih banyak rasa atau tipe baru dari makanan cepat saji yang dapat membedakannya dengan kompetirors.
3. (Products & Promotion & Pricing) meningkatkan penjualan, Strategi Promosi “buy -more -save -more”, menambahkan lini produk untuk makanan keluarga dengan harga rendah untuk menarik konsumen agar membeli lebih dari satu kali.
4. (Pricing) Menyediakan makanan organik dengan harga kompetitif untuk menarik organic foods fans.
5. (Promotion & Branding) Promosi secara teratur; Memberikan kesan pada McDonalds dengan pelayanan yang lebih baik dan pengalaman makan yang menyenangkan.
6. (Management) memilih secara cermat franchiser yang baru/ join verture partnet dan mengevaluasinya secara teratur dan periodik

Sumber :

wendys|690x293

Wendy's adalah jaringan restoran makanan cepat saji Amerika yang didirikan oleh Dave Thomas pada tanggal 15 November 1969 di Columbus, Ohio. Perusahaan tersebut memindahkan kantor pusatnya ke Dublin, Ohio, pada tanggal 29 Januari 2006. Pada tahun 2016, Wendy's adalah rantai makanan cepat saji hamburger terbesar ketiga di dunia dengan 6.500+ lokasi, mengikuti Burger King dan McDonald's. Pada tanggal 24 April 2008, perusahaan tersebut mengumumkan penggabungan usaha dengan Triarc Companies Inc., perusahaan publik dan perusahaan induk Arby's. Meski memiliki kepemilikan baru, kantor pusat Wendy tetap berada di Dublin. Sebelumnya, Wendy telah menolak lebih dari dua tawaran pembelian dari Triarc. Setelah merger, Triarc dikenal sebagai Grup Wendy's / Arby, dan kemudian sebagai The Wendy's Company.

Per 2 Januari 2017, ada 6.537 lokasi, termasuk 330 milik perusahaan. 6.207 restoran waralaba, dan 77% di antaranya berada di Amerika Utara. Sementara Wendy menetapkan standar penampilan eksterior, kualitas makanan, dan menu, perorangan memiliki kontrol selama beberapa jam operasi, dekorasi interior, harga dan seragam staf dan upah.

Menu Wendy terdiri dari hamburger, sandwich ayam, kentang goreng dan minuman, termasuk tanda tangan Frosty, yang merupakan makanan penutup susu beku yang empuk. Single (diperkenalkan pada tahun 2011 sebagai Dave's Hot 'N Juicy sebagai pengerjaan ulang dari Single Wendy yang telah lama berjalan, disingkat menjadi Dave's pada tahun 2016), sebuah burger dengan saus persegi yang dibuat dengan daging sapi segar daripada roti beku yang bundar. Wendy menggunakan roti hamburger persegi - yang menggantung di tepi roti bundar - sebagai barang andalannya.

Manajemen Operasi Wendy’s :

  1. Design of Goods and Services. Wendy menekankan kualitas output yang tinggi. Wilayah keputusan manajemen operasi ini berkaitan dengan disain produk perusahaan dan bagaimana bisnis dan kebutuhan pasar. Dalam hal ini, strategi Wendy didasarkan pada inovasi produk untuk mempertahankan daya saing produk.

  2. Quality Management. Di area keputusan strategis ini, tujuan Wendy adalah mempertahankan standar kualitas tinggi agar sesuai dengan keluaran dan ekspektasi konsumen. Perusahaan memastikan bahwa manajer operasinya siap menerapkan standar ini pada skala yang lebih besar saat ekspansi dimulai. Pernyataan misi dan visi Wendy menekankan kualitas tinggi.

  3. Process and Capacity Design. Strategi manajemen operasi Wendy melibatkan jalur produksi. Banyak bahan disiapkan di fasilitas produksi perusahaan. Juga, bahkan di restoran hamburger Wendy, sistem ini digunakan untuk memaksimalkan efisiensi proses dan utilisasi kapasitas di semua bidang.

  4. Location Strategy. Strategi Wendy untuk area pengambilan keputusan manajemen operasi ini khas di industri restoran makanan cepat saji. Misalnya, perusahaan mempertahankan Pusat Dukungan Restoran yang strategis sebagai pusat dukungan bagi pemegang waralaba. Di sisi lain, lokasi restoran Wendy didasarkan pada jarak dekat dengan pusat kota dan kota.

  5. Layout Design and Strategy. Dalam area keputusan strategis manajemen operasi ini, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tata letak memudahkan pergerakan orang, material dan informasi yang efisien. Wendy melakukannya melalui tata letak standar untuk restoran dan dapur mereka. Total Quality Management juga digunakan sebagai dasar untuk perancangan dan strategi tata letak manajemen operasi Wendy di Pusat Dukungan Restoran dan fasilitas rantai pasokan.

  6. Job Design dan Human Resources. Wendy's Restaurant Support Center memberikan dukungan pelatihan bagi para franchisee. Dengan cara ini, perusahaan memenuhi tujuan pengelolaan operasinya standardisasi di area keputusan strategis ini. Kontrol perusahaan Wendy diterapkan melalui pusat-pusat ini, memastikan kinerja sumber daya manusia yang optimal.

  7. Supply Chain Management. Area pengambilan keputusan manajemen operasi ini mencakup kecukupan rantai pasokan. Dalam hal ini, tujuan strategis Wendy adalah untuk mendiversifikasi rantai pasokannya. Meskipun sebagian besar operasinya di Amerika Utara, pendekatan manajemen operasi Wendy mempertahankan pemasok di luar Amerika Utara untuk rantai pasokan yang stabil.

  8. Inventory Management. Wendy menggunakan kombinasi pendekatan terpusat dan terdesentralisasi untuk area keputusan strategis manajemen operasi ini. Perusahaan menerapkan manajemen persediaan terpusat untuk meminimalkan stockout di seluruh inventaris. Di sisi lain, desentralisasi memastikan bahwa manajemen operasi Wendy mampu merespons fluktuasi pasar. Misalnya, manajer restoran Wendy diberi otonomi yang cukup besar untuk mengelola persediaan untuk operasi sehari-hari.

  9. Scheduling. Area keputusan strategis manajemen operasi ini berfokus pada implementasi jadwal yang memenuhi kebutuhan pelanggan. Wendy menggunakan otomatisasi untuk menjadwalkan banyak aktivitasnya dalam rantai pasokan. Namun, sebagian besar operasi di restoran hamburger Wendy melibatkan penjadwalan manual dan semi otomatis.

  10. Maintenance. Strategi manajemen operasi Wendy untuk area keputusan ini adalah menggunakan tim perawatan lokal. Waralaba mengakses tim pemeliharaan dan layanan lokal dari Wendy's Restaurant Support Centres. Manajemen operasi perusahaan juga mencakup tim pemeliharaan internal untuk beberapa area, seperti fasilitas rantai pasokan.

Ukuran Produktivitas Wendy

Produktivitas Wendy diukur melalui berbagai kriteria. Variasi di antara manajemen operasi franchisee juga menyebabkan perbedaan ukuran produktivitas yang digunakan. Berikut adalah beberapa kriteria produktivitas yang paling penting yang dipertimbangkan di Wendy's:
- Tingkat persediaan (inventory management productivity)
- Pesanan dipenuhi per jam (produktivitas restoran Wendy)
- Tingkat masalah terpecahkan (produktivitas Pusat Dukungan Wendy's Restaurant)

Referensi :
Wendy's operation
Wendy's Fast Food