Pertumbuhan ekonomi merupakan peningkatan kemampuan bangsa untuk menghasilkan lebih banyak barang dan jasa (Miles, 2001). Pertumbuhan ekonomi yang dinyatakan dalam tinggi atau rendah tingkat pendapatan per kapita, keseimbangan dalam struktur ekonomi, serta pemerataan distribusi pendapatan. Menurut teori Pertumbuhan Solow, ada tiga komponen pertumbuhan ekonomi yang mempunyai arti penting bagi setiap masyarakat yaitu akumulasi faktor modal fisik dan manusaia, pertumbuhan penduduk dan tenaga kerja, serta kemajuan teknologi (technological progress). Kemajuan teknologi yang secara luas diterjemahkan sebagai cara baru untuk menyelesaikan pekerjaan atau dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tradisional (Todaro,2006). Hicks mengklasifikasikan kemajuan teknologi berdasarkan pengaruhnya terhadap kombinasi penggunaan faktor produksi (rahardja dan manurung,2008).
Menurut Todaro (2006) produk-produk teknologi seperti komputer dan internet, merupakan kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor-saving technological progress), karena dihasilkan dengan menghemat salah satu dari modal atau tenaga kerja (misalnya, tingkat output yang lebih tinggi dapat dicapai dengan kuantitas input modal atau tenaga kerja yang sama). Selain itu terdapat juga kemajuan teknologi yang meningkatkan tenaga kerja (labor-augmenting technological progressif), terjadi apabila kualitas atau keterampilan tenaga kerja
ditingkatkan, misalnya dengan penggunaan media – media telekomunikasi.
jadi dapat disimpulkan bahwa peran teknologi sangat besar dalam peningkatan faktor produksi, yang semula produksi dijalankan dengan cara yang manual atau sederhana dengan adanya teknologi maka pengerjaanya dapat mengunkan mesin yang pengoperasiannya mengunakan sistem. Sehingga produktivitas yang cepat dan efesien akan dapat memberikan keuntungan yang tinggi.