Hubungan Organizational Values Dengan Budaya Organisasi
Dalam kehidupan bermasyarakat tidak akan bisa terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan.
Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu di dalam organisasi, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
Sebuah organisasi juga memiliki kepribadian seperti layaknya seorang individu, bisa kaku atau fleksibel, tidak ramah atau justru mendukung, inovatif atau konservatif, dan sebagainya, masing-masing memiliki perasaan dan karakter yang unik diluar karakteristik strukturalnya.
Tepat seperti kepribadian orang cenderung mantap dari waktu ke waktu, demikian pula dengan budaya yang kuat. Mengubah budaya organisasi memerlukan proses yang panjang dan sulit meskipun bukan merupakan hal yang mustahil untuk dilakukan. Para teoritisi organisasi telah mulai mengakui hal ini dengan menyadari pentingnya peran yang dimainkan budaya tersebut dalam kehidupan para anggota organisasi.
Organizational values menjadi salah satu indikator penting dalam membentuk budaya organisasi, dimana keyakinan dalam bertingkah laku yang merupakan pilihan mengenai apa yang baik atau buruk, penting atau tidak penting, yang membentuk karakter sebuah organisasi dan muncul dari para pemimpin. Tanpa adanya pemahaman akan nilai-nilai organisasi yang dijabarkan dalam visi dan misinya maka organisasi akan mengalami ketidakteraturan, ketidakjelasan bahkan akan terpecah belah. Values membentuk tingkah laku dan sulit dideteksi, namun menyangga organisasi layaknya pondasi rumah.
Dampak lebih jauh dari budaya yang sudah terinternalisasi akan memunculkan suatu sikap setuju seseorang terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, adanya kemauan kuat untuk memberikan usaha ekstra untuk kepentingan dan keuntungan organisasi, serta keinginan kuat untuk tetap tinggal dan memelihara keanggotaannya di dalam organisasi, terlibat dalam kegiatan organisasi dan melakukan semuanya itu dengan efisien, yang sering disebut sebagai organizational commitment
Pengertian Organizational Values
Organizational values adalah keyakinan dalam bertingkah laku yang merupakan pilihan mengenai apa yang baik atau buruk, penting atau tidak penting, yang membentuk karakter sebuah organisasi dan muncul dari para pemimpin. Values membentuk tingkah laku. Values sulit dideteksi, namun menyangga organisasi layaknya pondasi rumah. Jika sebuah pondasi lemah, maka rumah akan runtuh.organizational values memiliki komponen kognitif, afektif dan tingkah laku yang berinteraksi secara kontinyu dan muncul pada setiap aksi dan tingkah laku anggota organisasinya.
Organizational values ini yang mengkomunikasikan apa yang dipercayai. Barret (2006:10) mengemukakan definisi mengenai organizational value sebagai berikut "organizational value become the “guidelines” or “rules” for decision making in the organization. Value that are shared build trust and create community. They create cohesion and a sense of unity.
Organizational value akan menjadi petunjuk atau peraturan dalam membuat keputusan dalam organisasi. Nilai yang dibagikan akan meningkatkan kepercayaan dan meningkatkan kesatuan kelompok. Mereka akan meningkatkan kohesi dan rasa kesatuan.
Organizational Values Yang Menentukan Kesuksesan Organisasi
Francis & Woodcock (1990) menyatakan bahwa organizational values merupakan kekuatan fundamental yang akan menentukan kesuksesan suatu organisasi, tanpa adanya pemahaman akan nilai-nilai organisasi yang dijabarkan dalam visi dan misinya maka organisasi akan mengalami ketidakteraturan, ketidakjelasan bahkan akan terpecah-belah.
Peran pihak manajemen sangat penting dalam menetapkan dan memelihara organizational values karena peraturan, pengelolaan organisasi dan sistem nilai biasanya ditetapkan para pimpinan puncak organisasi secara hierarki kepada seluruh anggota organisasi. Sistem nilai tersebut akan diikuti oleh seluruh anggota organisasi dan terinternalisasi menjadi budaya organisasi. Oleh sebab itu nilai-nilai manajemen yang tepat akan menentukan kesuksesan sebuah organisasi.
Arti kesuksesan sendiri bagi organisasi publik adalah kemampuan organisasi untuk terus memberikan kontibusi yang dibutuhkan oleh lingkungannya.
Adapun Organizational Values Tersebut Meliputi:
1) Managing Management (Mengelola Manajemen)
2) Managing The Task
3) Managing Relationship
4) Managing The Environment
Setelah kita memahami sama-sama mengenai hubungan pentingnya dan apa itu organizational Values tersebut ada dalam organisasi dan bagaimana hal tersebut tercipta tentu kita akan sadar bahwa organizational values juga tercerminkan dari tujuan,visi,dan misi dari organisasi tersebut yang akan memberikan bentuk identitas diri dan budaya dari organisasi tersebut.
Pengertian Budaya Organisasi,
Menurut Robbins (2001:510), organizational culture refers to a system of shared meaning held by members that distinguishes the organization from other organization. Dengan kata lain budaya organisasi mengacu pada suatu sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang membedakan antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.
Budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.
Lalu apa kaitannya budaya yang merupakan dasar dari Organizational Values ini akan berdampak pada Komitmen organisasi yang telah terbentuk?
Komitmen pada organisasi merupakan proses dalam diri individu dalam mengidentifikasi dirinya dengan nilai-nilai, aturan dan tujuan organisasi. Selain itu komitmen pada organisasi mengandung pengertian sebagai sesuatu hal yang lebih dari sekedar kesetiaan yang pasif terhadap organisasi, dengan kata lain komitmen pada organisasi menyiratkan hubungan karyawan dengan organisasi secara aktif.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa komitmen pada organisasi memegang peranan yang penting dalam organisasi, dalam hal ini anggota organisasi akan memberikan semua kemampuannya, mau bekerja keras untuk keberhasilan organisasi dan bersedia terlibat dalam segala aktivitas yang ada dalam organisasi. Komitmen pada organisasi dapat menumbuhkan kesetiaan dan ketaatan kerja karyawan, memberikan ketenangan kerja, kemantapan dan perasaan diperhatikan atau dilindungi oleh perusahaan serta pemenuhan kesejahteraan karyawan dan masa depan yang lebih terjamin.
Referensi:
Journal of Occupational and Organizational Psychology
A general model of organizational values in educational administration
Budaya Organisasi Dan Kinerja Organisasi
The Relationship between Personality, Organizational Culture and Emotional Intelligence to Performance