Minimum Viable Product (MVP) yang dijalankan oleh perusahaan besar biasanya mencoba untuk mengenalkan produknya pada pasar yang ada. Ketika mulai mengenalkan pasarnya, beberapa pelanggan mulai tertarik lalu melihat produk perusahaan tersebut. Saat itu juga ketertarikan yang telah diberikan oleh pelanggan hanya menjadi sebuah hasil yang tidak begitu berarti. Mereka menganggap bahwa ini adalah "hasil dari MVP", dan ketika menyia-nyiakan hasil tersebut, perusahaan jatuh.
"Perusahaan tidak boleh salah dalam mendefinisikan MVP. Bukan sebagai Mediocre Value Proposition melainkan Minimum Viable Product"
Lalu, bagaimana cara memastikan bahwa MVP yang dijalankan bukan Mediocre Value Proposition yang tersembunyi?
-
Pastikan tim anda memiliki expertise di bidangnya
Terutama perusahaan startup agar tidak gagal dalam mengelola perusahaan tersebut.
-
Berpikir lebih jauh untuk produk anda
Beripikir diluar ekspektasi dan inovasi yang ada. Karena semakin anda kreatif, maka perusahaan anda akan bertahan sangat bagus dalam competitive advantage.
-
Belajar
Jangan biarkan terdapat gap diantara produk anda.
“Good enough” is a great way to start the innovation journey because it enables learning in the most important laboratory of all — the marketplace.
Sumber:
https://hbr.org/2012/04/the-dangers-of-teh-minimal-via