Terdapat 4 tahapan didalam mengembangkan sebuah produk agar sesuai dengan kebutuhan pengguna, yaitu :
Asumsi disini mempunyai arti, para pembuat yang ada pada satu tim dapat mengidentifikasi masalah yang ada sesuai pemahaman masing-masing. Sehingga bisa banyak masukan dalam satu masalah yang akhirnya bisa membuat hasil asumsi lebih dalam. Asumsi ini bisa berisi apa yang dibutuhkan pengguna, sampai mana kebutuhan pengguna, apakah pengguna mau memakainya, apa fitur yang harus ditonjolkan, dll. Nantinya hasil asumsi ini bisa disajikan dalam beberapa kalimat yaitu (produk) ini akan dapat mencapai (tujuan) atau kita telah mengobservasi, dan menghasilkan bahwa produk ini tidak sesuai dengan (tujuan) yang nantinya akan menyebabkan (akibat) pada bisnis kita. Kalimat ini dapat digunakan produk yang sudah ada. Hal ini akan berbeda dengan produk yang baru dibuat.
- Merubah asumsi menjadi sebuah hipotesa
Pada tahapan ini, asumsi yang sudah dibuat akan diubah menjadi sebuah hipotesa yang akan berguna untuk bahan testing kepada calon target pengguna. Hipotesa ini dapat berupa sebuah kalimat, yaitu kita percaya bahwa (hasil akhir bisnis) akan tercapai, jika (target pengguna) secara sukses dapat menyelesaikan (masalah user) dengan (fitur yang dibuat). Setelah kalimat dibuat, pembuat bisa langsung melakukan testing ke calon target pengguna agar bisa menentukan produk apa yang akan dibuat.
- Mendefinisikan target pengguna
Setelah hipotesa sudah dibuat maka tahap terakhir adalah menentukan siapa target pengguna dari produk yang akan dibuat. Pada tahap ini, pembuat harus lebih fokus ke target pengguna, bukan ke produk atau fitur.
Sumber :
https://www.upwork.com/hiring/for-clients/3-steps-determine-product-fits-user-needs/