Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Siapakah yang berangkat ?

CY Cyntya Rahmania 8 years ago

“Hei”
Kutolehkan kepalaku yang masih asik membaca novel di cafe ini.
Salah satu temanku di kantor. Tapi bukankah dia bilang ingin ke luar kota?
“Hei. Tidak jadi ke luar kotanya?”
Dia menggeleng.
“Tidak. Aku terlambat check in. Benar benar sial. Padahal sudah kurencanakan dari jauh hari”
Terlambat check in? Bukankah kereta itu harusnya berangkat satu jam lagi?
“Ngomong ngomong sudah lama kau tidak bermain ke rumah. Bagaimana kalau sore ini kau datang dan kita minum bersama? Aku kesepian”
Kesepian? Bukankah baru tadi pagi kita bertemu?
“Akan kupikirkan nanti”
“Kalau begitu aku pergi dulu. Ada urusan yang harus kuselesaikan. Sampai jumpa di rumah”
Dan dia melenggang pergi.
Orang aneh. Kenapa dia begitu menantikanku datang?
Aku menepuk dahiku sendiri.
Oh. Pantas. Aku benar benar bodoh. Aku lupa kalau dia lahir 28 mei. Itu menjelaskan segalanya.

23

Yang berangkat itu temen kantornya sedangkan yang ngobrol sama dia di cafe itu kembarannya yang kebetulan juga mau keluar kota (Sialnya telat check in).