Sering sekali kita tertipu oleh pesulap dengan permainan kartunya atau kita sering menggunakan kartu untuk menebak masa depan. Apakah bermain kartu seperti poker dan lainnya yang membutuhkan kemampuan berpikir dan strategi bisa mengasah otak?
Bridge adalah olahraga otak yang menggunakan alat berupa 1 set kartu dan dimainkan oleh 4 orang dalam 1 meja. Olahraga ini banyak di gemari dikarenakan mengasah daya pikir setiap pemain dalam memainkan dan menganalisa kartu. Olahraga ini juga membagi banyak aspek yang dapat di gunakan di masyarakat, yaitu berkomunikasi dengan sesama (teman/lawan meja), sabar, sopan santun, serta kejujuran yang di mana sudah makin menurun di Indonesia.
Menurut penuturan Rustam Effendy yang merupakan ketua Binpres PB GABSI, Organisasi Bridge di Indonesia sendiri sudah hadir sejak lama, didirikan 12 Desember 1953 oleh Willy Th. Roring. Mantan perwira TNI AL tersebut bersama sejumlah rekannya sepakat untuk mendirikan organisasi olahraga Bridge yang bernama Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI).
“Bridge itu olahraga otak, mengandalkan kecerdasan pemikiran. Namun berbeda dengan catur, olahraga ini bukanlah permainan individu melainkan permainan tim karena dimainkan oleh dua orang sebagai satu tim,” ujar Rustam
Bridge adalah olahraga otak yang menggunakan alat berupa 1 set kartu dan dimainkan oleh 4 orang dalam 1 meja. Olahraga ini banyak di gemari dikarenakan mengasah daya pikir setiap pemain dalam memainkan dan menganalisa kartu. Olahraga ini juga membagi banyak aspek yang dapat di gunakan di masyarakat, yaitu berkomunikasi dengan sesama (teman/lawan meja), sabar, sopan santun, serta kejujuran yang di mana sudah makin menurun di Indonesia. Dengan memainkan olahraga ini,setiap individu seakan di buat menjadi manusia yang dapat berguna di masyasakat.
Menurut penuturan Rustam Effendy yang merupakan ketua Binpres PB GABSI, Organisasi Bridge di Indonesia sendiri sudah hadir sejak lama, didirikan 12 Desember 1953 oleh Willy Th. Roring. Mantan perwira TNI AL tersebut bersama sejumlah rekannya sepakat untuk mendirikan organisasi olahraga Bridge yang bernama Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI).
“Bridge itu olahraga otak, mengandalkan kecerdasan pemikiran. Namun berbeda dengan catur, olahraga ini bukanlah permainan individu melainkan permainan tim karena dimainkan oleh dua orang sebagai satu tim," ujar Rustam
Bridge adalah olahraga asah otak, rasa dan daya cipta( kreatifitas) serta daya juang tinggi. Nilai manfaat beraktivitas Bridge amat jauh lebih banyak dibanding mudharatnya. Dalam tulisan berjudul ” Bridge dan Revolusi Mental”, Ketua Umum Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI), Dr.dr., Ekawahyu Kasih, MM, SH, MH., menyatakan bahwa salah satu cabang olahraga yang nyaris sempurna dalam membentuk karakter unggulan bercirikan karakter seorang pemimpin adalah Bridge. Seseorang akan dibentuk kepribadiannya antara lain:
- Peningkatan kecerdasan intelektual (IQ) dan mempertajam daya ingat.
- Peningkatan kecerdasan emosional di mana setiap pemain bridge memiliki kepekaan nurani, empati dan kemitraan kepada teman/ pasangan.
- Kemampuan bekerjasama, setia, dan loyal kepada teman/pasangan karena olahraga ini adalah berpasangan, bukan individual.
- Serta jujur dan tidak mudah putus asa.
- Mampu mengambil keputusan cepat, tepat, akurat dan benar berdasarkan analisis tertimbang (probabilitas, matematikal, sistematik dan lain-lain).
- Peningkatan kecerdasan lainnya.