“Teman Sebelahku”Hari ini, sudah tiga kali aku menghadiri upacara bendera sejak aku bergabung dikelas baruku, 10-F. Seperti biasa, kami berbaris 3 barisan. Aku berbaris paling belakang disebelah kanan kawanku yang sama pendeknya denganku.
Sejenak kuperhatikan kelas lain sebelum upacara dimulai. Mereka semua berbaris sama seperti kami. Selanjutnya, kulihat kawan kawan perempuanku yang harus berbaris didepan Lab IPA karena lapangan upacara yang tidak cukup. Haah, kelas kita harus rela dipisah begini demi kelas lain. Bagiku ini terasa kurang adil.
“Lihatlah kawan. Gadis gadis dikelas kita”
Refleks, kutoleh kawan dikiriku. Si sumber suara.
“Kenapa memangnya?” Tanyaku
“Kau belum sadar? 23 gadis cantik dari total 34 siswa? Kau pasti akan merasakan berpacaran dengan setidaknya salah satu dari mereka. Oh, aku suka kelas ini”
Kami cukup keras tertawa. Bahkan kawanku dibarisan depan yang mendengar juga ikut tertawa cukup keras. Selanjutnya, kawanku tadi langsung melihatku dengan heran.
“Oh iya, kemana anak yang seharusnya mengisi barisan kosong disebelah kananmu? Aku bahkan tak melihatnya sejak upacara pertama”
Aku menoleh ke kananku. Memang ada barisan kosong tepat dikananku. “Kau benar. Dimana dia?”