Satu. Dua. Sudah 3 tiga jam kami menunggu. 2 tahun terpisah, membuatku sangat merindukannya. Namun hari ini, rasa rindu selama itu terbayar sudah.
Deru mesin menggetarkan tempat ini dan suaranya memekakkan telinga. Kulihat juga sudah banyak orang yang menunggu. Kami bersiap menyambut kedatangannya. Ah sial, mendadak aku gugup bertemu dengannya.
Kulihat satu-persatu para pria ini menuruni tangga. Berpelukan dengan keluarga masing-masing. Senang, bahagia, bangga suasana ini mencampur menjadi satu. Tapi dimana dia? Ah itu dia, paling akhir dari yang paling akhir. Hanya sikap hormat yang dapat kuberikan kepadanya, tersenyum bangga sambil menyeka air mata wanita tua disampingku.
Apa yang si 'aku' dan ibu lakukan ?
22