Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Tips menghilangkan secara permanen dari ketergantungan krim kecantikan

RI Risha Ananda 8 years ago

Naluri setiap wanita ingin tampil cantik, sehingga tidak heran jika mereka rela menghabisan banyak biaya dan tenaga untuk melakukan perawatan yang cocok. Tidak jarang didapatkan justru ada yang ketergantungan terhadap krim yang diberikan atas perawatan yang ia lakukan, bagaimana menghilangkan ketergantungan dari penggunaan krim kecantikan yang dikhawatirkan secara jangka panjang akan berdampak buruk.

19

1. Niat dan mental yang matang
Niat adalah langkah penting untuk memulai semuanya. Pastikan kamu sudah siap untuk menerima kondisi terburuk dari wajahmu saat kamu berhenti menggunakan produk krim yang membuat wajahmu menjadi ketergantungan.

Dengan niat dan mental yang matang, setidaknya langkah-langkahmu ke depannya akan berjalan lebih sempurna. Meskipun kita tidak pernah tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan kulitmu ke kondisi netral, setidaknya kamu bisa mengatur emosi dan kesabaranmu untuk menjalankan proses detoksifikasi pada kulit.

Detoksifikasi adalah proses pengeluaran racun-racun di dalam tubuh dan kulitmu. Biasanya, detoksifikasi justru ditandai dengan munculnya jerawat, kulit bruntusan, kulit berminyak, hingga kulit mengelupas. Pengeluaran racun ini dibarengi dengan berhentinya reaksi zat-zat berbahaya di dalam tubuh, yang seringkali menyebabkan kondisi kulit menjadi lebih parah.

Tapi, detoksifikasi tidak akan selamanya terjadi, kok ???? Normalnya, terjadi dalam kurun waktu paling lama 6 bulan. Adapun tingkat keparahannya bergantung pada seberapa bahayanya zat yang masuk ke dalam tubuhmu dari krim yang kamu gunakan. Menyeramkan, bukan?

Untuk itu, pilihlah krim wajah yang aman dan alami, serta telah teruji klinis dan terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ya.

2. Stop pemakaian secara berkala
Langkah kedua, kamu bisa menghentikan pemakaian produk satu-persatu. Pada setiap jedanya, kamu bisa memberikan jeda waktu masing-masing selama satu minggu.

Misalnya, pada minggu pertama, kamu memberhentikan penggunaan facial wash. Sehari setelahnya, kamu bisa menggantinya dengan sabun wajah dengan formula yang lebih ringan dan lebih lembut. Kemudian, pada minggu kedua, kamu mulai memberhentikan krim siang. Tiga hari setelahnya, kamu bisa menggantinya dengan pelembab wajah dengan bahan yang aman.

Minggu selanjutnya, kamu bisa memberhentikan krim malam. Tiga hari setelahnya, kamu bisa menggunakan krim malam yang lebih aman, alami, dan cocok dengan jenis kulitmu.

Memberhentikan penggunaan produk secara berkala ditujukan untuk meminimalisir terjadinya purging saat kamu berhenti menggunakan krim ketergantungan. Purging adalah proses pembersihan pori-pori kulit dari sel-sel kulit mati yang mengendap di dalamnya. Purging akan terjadi saat kulit wajahmu tersentuh oleh formula dari produk yang baru.

Efek purging seringkali menyebabkan kondisi kulit menjadi lebih parah, karena kulit belum kuat menerima formula baru untuk bereaksi pada kulit wajah. Namun tenang saja, akan ada hasil yang lebih baik setelahnya ????

Setelah 4-6 minggu masa purging berlangsung, biasanya kulit akan jauh terlihat lebih bersih. Meskipun sesekali masih ditumbuhi jerawat akibat masih ada sisa-sisa zat berbahaya yang mengendap pada kulitmu, setidaknya perlahan-lahan kamu bisa melepaskan ketergantunganmu pada krim sebelumnya.

3. Dua kali lipat kesabaran
Melepaskan kulit dari ketergantungan krim wajah memerlukan kesabaran yang ekstra. Kulit wajah tentu akan terlihat lebih bandel dan sensitif terhadap jerawat. Begitu juga dengan masalah kulit lainnya yang seakan muncul tak ada habisnya.
Kembali lagi pada dasarnya, bahwa ketergantungan produk disebabkan karena masuknya zat berbahaya pada tubuhmu. Untuk mengeluarkan zat berbahaya tersebut, tentu menimbulkan efek purging yang memakan waktu cukup lama. Untuk itu, sabar adalah kuncinya!

Jangan terlalu sering memencet jerawat yang timbul di wajahmu. Jangan pula merasa minder dengan kondisi wajahmu saat masa-masa melepaskan diri dari ketergantungan krim wajah. Tetaplah percaya diri dengan pesona cantik alami yang kamu pancarkan. Jika kondisi kulit sudah netral kembali, bukan hal yang tidak mungkin jika kamu akan mendapatkan kulit impian.

4. Lakukan gaya hidup sehat
Untuk memaksimalkan proses detoksifikasi, lakukanlah gaya hidup sehat. Dengan begitu, racun akan lebih cepat keluar dari tubuhmu. Tak hanya kulit yang kembali netral, tubuh yang bugar juga akan kamu dapatkan.
Kamu bisa memulainya dengan rutin berolahraga. Olahraga berfungsi untuk memperlancar peredaran darah serta mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh melalui keringat. Dengan berolahraga, rona wajah juga menjadi lebih bersih dan sehat karena asupan oksigen di dalam tubuh selalu terpenuhi.
Jangan lupa, biasakan tidur yang cukup. Hindari begadang untuk mendapatkan kulit yang bersih dan cerah. Dengan tubuh yang sehat, berbagai masalah kulit bisa kamu cegah sedini mungkin, lho.

5. Perhatikan pola makan
Makanan adalah salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kondisi kulit. Untuk itu, pola makan juga perlu kamu perhatikan.
Saat proses detoksifikasi, sebaiknya kamu benar-benar mengontrol asupan makananmu. Perbanyak konsumsi serat, yang bisa kamu dapatkan dari buah dan sayur. Sebisa mungkin, hindari makanan-makanan yang dapat memicu jerawat seperti makanan pedas, makanan berpengawet, junk food, makanan berminyak, dan juga makanan dengan protein berlebih.

Sumber : https://www.avoskinbeauty.com/blog/inilah-9-cara-mengatasi-ketergantungan-krim-wajah/