Semakin bertambahnya usia, kolagen dan tingkat elastisitas kulit kian menurun. Tubuh yang awalnya diisi oleh asam hyaluronat (hyaluronic acid) pun turut berkurang bahkan hilang.
Tak heran jika kulit tampak kering, menipis, sehingga muncul garis-garis halus dan kulit keriput. Bahkan, beberapa area pada wajah, tanda-tanda tersebut terlihat amat jelas.
Untuk mengisi bagian kosong pada wajah, seperti garis senyum, bibir, yang tipis, hingga pipi yang cekung, maka dilakukanlah filler. Filler mengandung hyaluronic acid atau asam hyaluronat yang sebetulnya sudah ada di kulit kita.
Cara kerja filler pun tidak menyakitkan, prosesnya hanya menyuntikkan asam hyaluronat pada kulit. Waktu yang dibutuhkan sekira 30-45 menit. Hasilnya pun cepat terlihat dan tidak menimbulkan bekas. Lantaran sifatnya tidak permanen, maka seseorang perlu melakukan tindakan suntik filler berulang. Lazimnya, suntik filler bisa bertahan selama 18-24 bulan.
Botox atau merupakan kepanjangan dari botulinum toxin memang ditargetkan untuk mengatasi kerutan dan garis-garis halus yang merupakan hasil dari kontraksi otot yang berlebihan. Itulah yang menyebabkan botox cukup populer di kalangan wanita di atas 40 tahun.
Perihal botox, lazimnya seseorang akan mengalami memar ringan dan bengkak setelah melakukannya. Namun, tak perlu khawatir lantaran tak ada efek samping yang akan dialami, seseorang bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
Sumber:
https://lifestyle.okezone.com/read/2017/01/31/194/1605902/apa-bedanya-filler-dan-botox