Rahasia sebuah Inspirasi
Mengapa kita sulit untuk tetap terinspirasi dan termotivasi sepanjang waktu? Sifat hidup apa yang membuat kita sulit mempertahankan motivasi? Mari kita coba memahami ilmu motivasi. Lebih penting lagi, mari kita mencoba memahami mengapa kita kehilangan kemampuan untuk tetap termotivasi saat kita tumbuh dewasa.
Tidak ada perdebatan dalam argumen bahwa kita jauh lebih termotivasi ketika masih muda. Terlepas dari usia kita sekarang, kita semua dapat merenungkan kembali saat kita memiliki lebih banyak energi dan antusiasme. Kita semua dapat mengingat waktu dari masa lalu kita ketika kita jauh lebih terinspirasi dan termotivasi.
Salah satu alasan penting sulit bagi kita untuk tetap terinspirasi saat kita tumbuh dewasa adalah perubahan pemahaman kita akan kehidupan . Ketika kita tumbuh, pemahaman kita tentang kehidupan berubah dan demikian pula sikap kita terhadap apa yang menginspirasi dan memotivasi kita. Karena definisi “tumbuh dewasa” adalah proses perubahan , tetap termotivasi adalah tantangan besar.
Berikut ini beberapa hal yang perlu kita renungi :
Jika kita dapat memahami sifat pikiran kita dengan jelas, kita akan dapat belajar bagaimana membuat diri kita termotivasi.
Motivasi hanyalah sebuah keadaan. Hal utama yang dipahami dan dikenali adalah keadaan pikiran kita yang berbeda; keadaan positif dan negatif. Berada dalam keadaan pikiran yang positif berhubungan dengan dimotivasi, dan keadaan pikiran yang negatif berhubungan dengan demotivasi dan kurangnya antusiasme.
- Mendengarkan percakapan dari pikiran
Cara termudah untuk tetap termotivasi adalah dengan mendengarkan percakapan terus menerus dari pikiran kita dan tidak mendorong percakapan negatif. Hanya dengan mendengarkan pikiran kita, kita dapat menyingkirkan percakapan negatif dan tidak perlu dan memupuk suasana internal positif dan energi.
Jangan berpikir akan terinspirasi dengan beberapa tulisan-tulisan pada umumnya. Jangan berpikir bahwa anda akan terinspirasi dengan mendengar motivasi dari banyak sumber, atau dari orang lain. Karena jika kita meletakkan motivasi kita pada orang lain atau situasi tertentu, itu semua dapat berubah dan cenderung membuat kita merasa kecewa.
Kembali kepada diri sendiri dan temukan motivasi di dalam pikiran kita. Tentang bagaimana cara kita menerima keadaan bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun. Ubah sudut pandang kita dalam menghadapi situasi tertentu.