Setelah mati, manusia memasuki alam barzah atau alam kubur. Alam kubur merupakan tempat penantian arwah orang-orang yang sudah meninggal sebelum dibangkitkan kembali oleh Tuhan dalam bentuk baru. Di situ, roh menunggu alam baru yang dimulai dengan Kiamat.
Di alam kubur, arwah orang-orang yang telah meninggal dunia menunggu datangnya hari kiamat, hari di mana semua ruh akan dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar, untuk selanjutnya di hisab. Dari hisab inilah akan diketahui apakah seseorang masuk surga atau neraka. Surga dan neraka adalah alam akhirat, alam akhirat manusia.
Di alam kubur manusia menunggu untuk dibangkitkan pada hari kiamat. Waktu penantian ini bisa berlangsung jutaan tahun bahkan milyaran tahun. Al-Qur’an menyebutkan bahwa orang yang sudah meninggal dunia akan menemui suatu perbatasan antara dunia dan akhirat, antara kematian dan kebangkitan di kemudian hari, masa itu disebut alam barzah. Allah SWT menjelaskan dalam al-Qur’an:
Artinya: “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”. (Q.S. Al-Mu’minuun: 99-100)
Setelah mati, manusia akan menuju kehidupan alam kubur. Inilah tempat manusia menanti datangnya kiamat dan hari kebangkitan. Didalam kubur, keturunan, pangkat martabat dan kekayaan seseorang tidaklah berarti. Setiap orang akan diperlakukan berdasarkan amal perbuatan selama di dunia. Ketika masuk ke dalam kubur, segala hal yang duniawi ditinggalkan.
Di dalam kubur juga akan diperihatkan tempat yang kelak dihuni seseorang setelah dia dibangkitkan. Jika orang itu membawa amal saleh. Dia akan melihat tempatnya di surga. Sedangkan yang dibawanya adalah dosa dan amal buruk, dia akan melihat tempatnya di neraka.
Rasulullah, dalam hadis yang disampaikan Abdullah bin Umar, bersabda:
“Ketika salah seorang dari kalian meninggal, akan diperlihatkan tempatnya pada pagi dan sore hari. Apabila dia termsuk penghun surga, akan diperlihatkan kepadanya surga. Dan apabila dia termasuk penghuni neraka, akan diperlihatkan kepadanya neraka. Bersamaan dengan itu ada suara yang berseru, ‘inilah tempatmu kembali di hari kiamat’.”
Dengan demikian, sewaktu didalam kubur, manusia sudah mengetahui ke mana dia akan di temapatkan penempatan ini didasrkan pada amalnya saat hidup di dunia.
Di kemukakan dalam sebuah hadis, setiap hari kubur berseru kepada manusia:
“Akulah rumah kesendirian dan kesedihan. Akulah rumah tempat kalajengking da ular. Dan apa yang akan kalian bawa ketika mengunjungiku?”
Allah meneguhkan hati kaum mukmin sewaktu menghadapi tiga masa:
-
Saat melihat malaikat maut.
-
Saat menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.
-
Saat menghadapi hisab di hari kimat.
Dan Allah juga meneguhkan hati kaum mukmin ketika mereka melihat malaikat maut dalam tiga perkara, yaitu:
-
Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufik dan sikap istiqamah dalam bertauhid, sehingga sewaktu ruh mereka dicabut, mereka tetap dalam rengkuhan Islam.
-
Mendapat ucapan selamat dari malaikat lantaran mereka mendapat rahmat Allah.
-
Melihat tempat mereka di surga, sehingga kubur menjadi salah satu kebun surga.
Kubur, berkat kekuasaan Allah, berbiicara mengingatkan umat manusia mengenai apa yang eharusnya mereka lakukan sewaktu menghuni dunia. Meski, pada akhirnya, seruan kubur itu tak dapat lagi berpengaruh apa-apa, lantaran manusia yang sudah meninggal tak akan mungkin kembali kedunia.
Dengan demikian, di alam barzah hanya kita sendiri yang akan mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita selama di dunia. Tidak ada satu pun yang bisa membantu kita, hanya amal berbuatan kita yang bisa menolong kita. Setelah itu kita juga akan bertemu dengan malaikat di dalam kubur yang akan megintrogasi kita. Dengan demikian, pembahasan selanjutnya penulis akan membahas tentang malaikat kubur.