Menurut Imam Nawawi, dalam kitabnya Al-Adzkar al-Muntakhabatu min Kalaami Sayyidi al-Abraar, kita tidak diperkenankan untuk berdzikir ketika kita sedang buang air besar atau buang air kecil. Selain itu berdzikir hukumnya makruh ketika sedang melakukan jimak (melakukan hubungan suami istri), ketika khotbah sedang dilakukan (bagi orang yang mendengar suara khathib), ketika sedang berdiri dalam salat (mengingat keadaan seperti ini menuntut orang yang bersangkutan sibuk dengan bacaan Al-Qur’annya), dan ketika mengantuk.
Selain itu, janganlah menyebut asma Allah kecuali di tempat yang baik. Mulut orang yang berzikir pun hendaknya bersih; apabila mulutnya berbau tidak enak, hendaklah menghilangkannya terlebih dahulu dengan menggosok gigi. Jika pada mulutnya terdapat najis, hendaklah dihilangkan terlebih dahulu dengan air.
Referensi: Imam Nawawi, Al-Adzkar al-Muntakhabatu min Kalaami Sayyidi al-Abraar