Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimanakah Hukum Syiah menurut Islam?

kh-maruf-amin|400x300

Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin mendukung penuh fatwa MUI Jatim bahwa sekte syiah adalah sesat dan menyimpang. Bagaimanakah dampaknya bagi negara Indonesia sendiri?

27

Pengaruh SYIAH pada Budaya di Indonesia:

  1. Di Pariaman, Sumatera Barat, misalnya, ada tradisi arak-arakkan yang dinamakan “Hayok Tabui” pada setiap Muharram. Tradisi ini sangat kental dipengaruhi oleh Syiah ketimbang Sunni. Arak-arakan semacam itu dikenal di kalangan muslim Syiah sebagai peringatan terhadap tragedi berdarah yang menimpa cucu Nabi Saww, Sayyidina Husain.

  2. Dalam tradisi Jawa “Grebeg Suro” kita juga menemukan adanya pengaruh Syiah. Kebiasaan orang Jawa yang lebih menganggap Muharram sebagai bulan nahas merupakan pengaruh dari Syiah yang juga menganggap Muharram sebagai bulan nahas dengan tewasnya Sayyidina Husain. Karenanya, orang-orang Jawa berpantang menggelar perayaan nikah atau membangun rumah pada bulan “Suro” atau Muharram.

  3. Di tatar Sunda, daerah penulis lahir dan berdiam, pada bulan Muharram dikenal tradisi mengadakan bubur “beureum-bodas” (merah-putih), dan dikenal dengan istilah bibur Suro. Konon, “merah” pada bubur perlambang darah syahid Sayyidina Husain, dan putih perlambang kesucian nurani Sayyidina Husain.
    Demikian pula dengan cerita-cerita perihal “Tongkat Ali” (ingat kisah Prabu Kian Santang) dan “rumput Fatimah”, jelas sangat kental pengaruh Syiah ketimbang Sunni.

  4. Rentetan pengaruh Syiah dalam tradisi-tradisi keagamaan di Nusantara akan bertambah panjang dengan bahasan mengenai Marhaba, Shalawatan Diba’, Tahlil Arwah, Haul, Kenduri. Khusus kenduri, sangat nyata dipengaruhi oleh tradisi Syiah. Karena dipungut dari bahasa Persia, “Kanduri”, yang berarti tradisi makan-makan untuk memperingati Fatimah Az-Zahrah, puteri Nabi Muhammad Saw.

Di Bengkulu, misalnya, anda akan menemukan pengaruh Syiah dalam tradisi Tabut. Demikian pula pengaruh Syiah tercermin jelas dalam tari Saman di Aceh. Bahkan universitas di Aceh bernama Syiah Kuala.

Sedangkan di Tatar Sunda, pengaruh kental Syiah dirasakan melalui tradisi “bubur Syuro”, yang mewakilkan darah Husain dengan warna merah, dan sucinya ke-syahidan Imam Husain dengan warna putih. Sejarawan Agus Sunyoto bahkan menambahkan tradisi Tahlil dan kenduri di Indonesia sebagai warisan dari tradisi Syiah di Indonesia.

melihat para misionaris syi’ah dan para pengikut ajaran syi’ah yang menyebarkan ajaran sesat, fitnah, kebencian, kedustaan dan propaganda dari sekte syi’ah imamiyah itsna asyariyah, yang mana penyebaran itu melakukan penodaan dan penistaan terhadap Islam. hal tersebut dapat dilaporkan karna terdapat pasalnya yakni Pasal 156a KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) juncto Pasal 4 UU Pencegahan Penodaan Agama.

• Pasal 156a KUHP menyatakan :
“Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun (5 tahun) barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :
a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.”
—
• Pasal 4 UU Pencegahan Penodaan Agama menyatakan :
“Pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sebagai berikut :
Pasal 156a Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun (5 tahun) barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :
a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.”

https://www.nahimunkar.org/allahu-akbar-agama-syiah-resmi-dilarang-indonesia/

https://www.kaskus.co.id/thread/5274f14338cb17f367000000/pengaruh-syiah-pada-budaya-di-indonesia/