
Ilmu pengetahuan dalam dunia Islam dimulai sejak diutusnya Rasulullah untuk menyampaikan risalah dan ajaran Islam kepada umat manusia. Seiring berjalannya waktu, para sahabat dan tabi’in mulai muncul dan dikenal masyarakat luas karena keilmuannya. Lalu, bagaimana perkembangan ilmu pada masa Islam Klasik?
Sepeninggal nabi muncul problem tentang siapa yang pantas menggantikan nabi, sebab nabi tidak meninggalkan wasiat mengenai pergantian kemimpinan . Kelompok muhajirin dan anshar masing-masing mengklaim paling berhak menggantikan posisi nabi. Ketika peristiwa itu berlangsung, umar bin khattab datang dan mengusulkan abu bakar sebagai orang yang paling pantas menggantikan nabi karena kedekatan dan senioritasnya. Lalu umar membaiat abu bakar dan diikuti oleh yang lainnya. Proses pemilihan abu bakar dilakukan secara aklamasi oleh perorangan yaitu ummar bin khattab lalu disetujui kaum muslimin. Pembaiatan abu bakar pun dilakukan sekali lagi di masjid Nabawi.
Sayidina Ali bin abi thalib tidak membaiat abu bakar karena masih mengurus jenazah nabi dan menenggang perasaan isterinya, fatimah, yang menurut tanah warisan nabi tapi tidak dikabulkan abu bakar. Baru setelah fatimah wafat ali pun membaiat abu bakar . pemilihan khalifah dilakukan secara demokratis. Cara ini dilakukan karena rasulullah tidak menunjuk pengganti atau mewariskan kemimpinannya kepada seseorang.
Periode klasik ini dapat pula dibagi dua ke dalam dua masa, masa kemajuan dan masa disintegrasi . masa kemajuan islam 650-1000 M. Masa ini masa ekspansi, integrasi dan keemasan islam. Dalam hal ekspansi, sebelum nabi muhammad wafat di tahun 623 M. Seluruh semenanjung arabia telah tunduk ke bawah kekuasaan islam. Ekspansi kedaerah-daerah di luar arabia dimulai dizaman khalifah pertama, Abu bakar Al-Siddik.
Sayidina Abu bakar menjadi khalifah di tahun 632 M . tetapi dua tahun kemudian meninggal dunia. Masanya yang singkat itu dipergunakan untuk menyelesaikan perang riddah, yang dimbulkan oleh suku-suku bangsa arab yang tidak mau tunduk lagi kepada madinah. lalu dilanjutkan oleh khlifah kedua, Umar Ibn Al-Khattab (634-644 M). Di zamannyalah gelombang ekspansi pertama terjadi, kota damaskus jatuh di tahun 635 M. Dan setahun kemudian, setelah tentara binzantium kalah pertempuran di yarmuk, jatuh ke bawah kekuasaan islam. Ekspansi di teruskan ke irak dan mesir. Irak jatuh di tangan islam pada tahun 637 M sedangkan, mesir jatuh di tangan islam pada tauhn 640 M . Setelah irak jatuh ke tangan islam, lalu dilanjutkan serangan di persia. Persia jatuh ditangan islam pada tahun 641 M.
Di zaman Sayidina Usman Bin Affan (644-656 M), gelombang ekspansi pertama berhenti sampai di sini. Di kalangan umat islam terjadi perpecahan karena soal pemerintahan dan dalam kekacauan yang timbul usman mati terbunuh.
Sebagai penganti Usman, Sayidina Ali Ibn Abi Thalib menjadi khalifah keempat (656-661 M) tetapi mendapat tantangan dari pihak pendukung Usman terutam Mu’awiah. Ali, sebagaimana usman mati terbunuh, dan mu’awiah menjadi khalifah kelima. Mu’awiah selajutnya membentuk Dinasti Bani Umayyah (661-750 M) dan ekspansi gelombang kedua terjadi di zaman dinasti ini. Mu’awiah menerapkan pemerintahan semacam monarki yakni kekuasaan turun- menurun di kalangan keluarganya
Jatuhnya dinasti bani umayyah adalah dari semenjak berdirinya, dinasti bani umayyah telah menghadapi tantangan-tantangan. Kaum khawarij pada mulanya adalah pengikut ali, tetapi tidak setuju dengan politik ali untuk mencari penyelesaian secara damai dengan mu’awiah tentang soal khalifah . Tantangan keras yang akhirnya membawa kejatuhan bani umayyah datang dari pihak golongan Syi’ah. Golongan syi’ah adalah pengikut-pengikut yang setia dari ali dan berkeyakinan bahwa alilah sebenarnya yang harus menggantikan nabi untuk menjadi khalifah umat islam. Akhirnya yang lansung membawa kepada jatuhnya kekuasaan bani umayyah ialah munculnya satu cabang lain dari Quraisy, yaitu Abu Al-Abbas. Abu al-abbas mengadakan kerja sama dengan kaum syi’ah. Serangan terhadap bani umayyah dimulai dari khurasan jatuh tahun 750 M. Tidak lama kemudian khalifah bani umayyah pun jatuh digantikan oleh abu al-abbas sebagai khalifah.
Keberhasilan menumbangkan dinasti umayyah tersebut tidak dapat dilepaskan dari beberapa faktor yaitu pertama, gencarnya propaganda yang dilakukan oleh al-abbas kepada setiap penduduk yang kecewa atas kemimpinan dinasti bani umayyah, kedua, makin banyaknya pendukung dari segala lapisan masyarakat terhadap kaum pemberontak sehingga kebencian mereka terhadap bani umayyah menjadi faktor yang memundahkan mobilisasi massa, ketiga pemerintahan dinasti bani umayyah yang dianggap zalim ikut mendorong kebencian di rakyat, keempat, kelemahan yang dialami oleh dinasti bani umayyah sendiri . pada awal pemerintahan banyak masalah yang harus dihadapi. Namun, berkat bakat kemimpinannya semua permasalahan dapat diatasinya dengan baik. Kekuasaan khalifah makin lama makin tidak memilki pengaruh apa-apa. Keadaan ini tidak dapat dihindari oleh para khalifah penggantin berikutnya, karena para tentara keturunan turki yang makin lama makin banyak turut memberi dukungan bagi asyinas . secara politis pada khalifah dinasti abbasiyah lemah dan mundur, di pihak lain kemajuan intelektual, sains, dan filsafat terus berkembang. Bahkan kemajuan sains, dan filsafat makin bertambah pada masa Buwaih dengan bermunculnya para ilmuwan dan filosof dengan membawa pemikiran-pemikiran baru.
Masa disintegrasi (1000-1250 M) dalam bidang politik sebenarnya telah mulai terjadi pada akhir zaman bani umayyah, tetapi memuncak di zaman bani abbasiyah. khalifah-khalifah bani abbasiyah tetap diakui, tetapi kekuasaan dipengang oleh sultan-sultan Buwaihi. Kekuasaan dinasti buwaihi atas bagdad kemudian dirampas oleh dinasti Saljuk. Saljuk adalah seorang pemuka suku bangsa turki yang berasal dari Turkestan. Saljuk dapat memperluas daerah kekuasaan mereka sampai ke daerah yang dikuasai dinasti bawaihi. Dan semenjak itu sampai sekarang Asia kecil menjadi daerah islam. Dengan jatuhnya asia kecil ke tangan dinasti saljuk, jalan naik haji ke palestina bagi umat Kristen di eropa menjadi terhalang. Untuk membuka jalan itu kembali Paus Urban II berseru kepada umat kristen di eropa di tahun 1095 M supaya mengadakan perang suci terhadap islam. Perang salib pertama terjadi antara tahun 1096 M dan 1099 M, perang salib kedua antara tahun 1147 M dan 1149 M yang diikuti lagi oleh beberapa perang salib lainnya, tetapi tidak berhasil merebut palestina dari kekuasaan islam. Di abad duapuluh inilah baru palestina jatuh ke tangan inggris sesudah kalahnya turki dalam perang dunia pertama. Perpecahan di kalangan umat islam menjadi besar. Ekspansi islam di zaman ini meluas ke daerah yang di kuasai binzatium di barat, ke daerah pedalaman di timur dan afrika memalui gurun sahara di selatan. Dinasti saljikah meluaskan daerah islam sampai ke asia kecil dan dari sana kemudian diperluas lagi oleh dinasti usmani ke eropa timur. Di india Ekspansi islam diteruskan oleh dinasti Gaznawi.
Referensi :
http://putra-arbent.blogspot.co.id/2010/09/sejarah-islam-klasik-pertengahan-dan.html