Apabila seorang wanita datang haid disela-sela puasa, maka puasanya batal, dan diharamkan melanjutkan puasa sementara dia dalam kondisi haid, meskipun keluarnya darah sebantar saja sebelum terbenam matahari dan dia diwajibkan mengqodo’ apabila puasanya adalah puasa wajib.
Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah dalam kitab ‘Ad-Dima’ Tobi’iyyah Lin Nisa’ hal. 28 berkata, ‘Kalau dia haid dalam kondisi puasa, maka puasanya batal meskipun hal itu terjadi sekejap menjelang terbenam matahari. Dan diharuskan mengqodonya kalau itu puasa wajib. Sementara kalau merasakan sakit akan datang haid sebelum terbenam matahari dan tidak keluar (darah) kecuali telah terbenam matahari, maka puasanya sempurna tidak batal menurut pendapat yang kuat.
Menurut KH Maman Imanul Haq, Ketua Lembaga Dakwah PBNU, mengatakan mereka wajib membatalkan puasanya, ketika keluar darah haid, walau sebentar lagi adalah waktu berbuka.
"Seorang perempuan yang mengeluarkan haid dia tidak boleh puasa, walaupun beberapa menit lagi atau dia sudah tanggung, dia wajib membatalkan puasanya,".
Ketika puasa batal, berarti dia harus mengganti puasanya di hari-hari lain, setelah bulan Ramadan. Hal ini sudah jadi kemudahan dan ketentuan dalam Islam.
Wallahu a’lam, Hanya Allah yang Maha Tahu atas segala kebenarannya.