Musik itu begini saya terangkan.... dalam hidup nabi SAW itu ada masa ketika nabi SAW hidup di Mekah sebelum hijrah dan ada masa ketika nabi SAW hidup di Madinah sesudah hijrah.....
Pada masa nabi SAW belum hijrah, masih di Mekah, nampaknya bahwa nabi SAW agak anti sama musik, banyak hadist-hadits yang bernada seperti anti musik/alat musik.... Karena pemikiran disini adalah musik itu identik dengan maksiat, selalu dipakai iringi orang pesta pora dan mabuk-mabukan....
Pada masa nabi SAW, sudah hijrah, disinilah terjadi semacam "keringanan" terhadap musik, karena penduduk Madinah masa dahulu suka bernyanyi dan bermain musik.... banyak hadits yang bernada nabi SAW membiarkan musik/orang memainkan musik.... Disini sudah terjadi pembauran dengan budaya lokal Madinah. Ternyata musik banyak juga digunakan untuk menghibur pesta perkawinan dan sebagainya yang sifatnya untuk menggembirakan tamu ..
Lalu orang-orang sekarang berselisih tentang musik, tahu kenapa???....
Jawabnya sederhana saja, mereka pada tidak teliti... ==> yang terbaca hadits-hadits sebelum hijrah, pastilah akan mengatakan musik itu haram..
==> yang terbaca hadits-hadits setelah hijrah, pastilah mengatakan musik tidak haram.... Sayangnya hadits-hadits tentang musik tidak ada urutan tahun/waktu kejadiannya, andaikata ada urutan waktu, bisa diurutkan, nanti akan nampak yang jelas yang saya katakan di atas.... KAMU SUKA MUSIK GAK??.... KALAU GAK SUKA ==> Copas saja hadits-hadits tentang musik sebelum masa hijrah nabi
KALAU SUKA ==> Copas saja hadits-hadits tentang musik setelah masa hijrah nabi
Tentang musik, pandangan agama, bisa kita STIR sesuai yang kita sukai. Memang ada 1 jenis alat musik yang diharamkan, yaitu sejenis seruling yang bagian tengahnya jendol. Sebenarnya bukan karena salah alat musiknya. Kalian mungkin tidak akan percaya....
Tentang seruling ini begini.....
Dalam kegaiban, ada 72 kerajaan setan yang mana masing-masing kerajaan dipimpin oleh salah seorang pemimpin setan dari golongan jin. Salah satu dari kerajaan setan itu dipimpin oleh setan peniup seruling. Dia memiliki seruling yang panjang yang jendol di bagian tengahnya.....
Si peniup suling adalah setan yang bertugas untuk mendatangi manusia dan meniupkan keinginan untuk berpesta pora dan berfoya-foya.....
Itulah sebabnya seruling dijauhi.... Karena seluruh syariat itu sebenarnya berasal dari hakekat yang tidak nampak mata, lalu diturunkan untuk memberi contoh pelajaran, namanya disyariati, menjadi simbol yang dinampakkan secara lahiriah....
Jadi seruling itu sebenarnya gak salah apa-apa, hanya karena sebab seruling jendol tengah itu mengingatkan kepada setan peniup seruling, maka disyariati untuk menjauhinya....
Kalau secara hakekat tipuan seruling itu memiliki makna suatu keinginan atau hawa untuk berpesta pora foya-foya.
Munculnya syariat itu awal mulanya yang nampak adalah hakekatnya dalam alam kegaiban, kemudian apa yang nampak itu disyariati, diberi perwujudan simbolik di alam luar..... perwujudan simbolik inilah yang kalian kenal sebagai syariat..... Hanya saja di masyarakat, yang nampak dimata mereka adalah luar saja, oleh sebab itulah saya pasang kendor, tidak pasang kencang, saya ikuti pemahaman umumnya saja....
Mursyid Syech Muhammad Zuhri (Abah FK)