Gad al-Bas}ar terdiri dari dua kata yaitu berasal kata gadda dan basara . Gadda menunjukkan berarti menahan, menundukkan, mengurangi, atau memejamkan. Sedangkan bas}ara berarti melihat atau memandang. Berangkat dari pengertian ini (gad al-Basar) maka penulis menguraikan penjelasan tentang gad al-Basar menurut ulama.
Menahan pandangan adalah menahan pandangan dari hal-hal yang haram dilihat. Perintah menahan pandangan ini ditujukan kepada orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan.
Sedangkan menahan pandangan, menurut Quraish Shihab adalah mengalihkan arah pandangan, serta tidak memantapkan pandangan dalam waktu yang lama kepada sesuatu yang terlarang atau kurang baik.
Abu al-A’la al-Maududi menyatakan bahwa menahan pandangan mata adalah agar tidak memandang sesuatu dengan leluasa sepenuh pandangan dan menahan pandangan kepada sesuatu yang tidak halal dengan menundukkan pandangan ke bawah atau memalingkannya ke arah lain.
Gad al-Basar dalam Al-Qur'an
Penggunaan yang kata dasarnya berasal dari kata gadda dalam al-Quran hanya terulang sebanyak 4 kali. Adapun penjelasan makna berdasarkan kata dasarnya (gadda) dalam Al- Quran tersebut yaitu:
1. (QS al-Nur 24: 30 dan 31)
Kata gad}d}a pada ayat 30 dan 31 bermakna menahan atau menudukkan, yaitu berbicara tentang orang-orang beriman (laki-laki dan perempuan) agar menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya karena yang demikian itu lebih suci bagi mereka.
2. (QS al-Hujurat 49: 3)
Makna gadda pada ayat ini merendahkan. Yaitu berbicara tentang orang- orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
3. (QS al-Luqman 31: 19)
Makna gadda pada ayat ini melunakkan. Yaitu berbicara tentang perintah. Dan sederhanahlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.