
Sholat merujuk kepada ritual ibadah pemeluk agama Islam. Apa yang anda ketahui tentang shalat dhuha?

Sholat merujuk kepada ritual ibadah pemeluk agama Islam. Apa yang anda ketahui tentang shalat dhuha?
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu Dzuhur. Waktunya dimulai ketika matahari tampak kurang lebih setinggi tombak dan berakhir sampai tergelincir matahari (waktu Dzuhur) sekitar pukul 07.00 hingga jam 10.00 waktu setempat. Shalat Dhuha hukumnya sunanh muakkad. Oleh karena itu, siapa yang ingin memperoleh pahala dan keutamaannya silahkan mengerjakan dan tidaklah berdosa apabila meninggalkannya. Menunaikan sholat Dhuha selain sebagai wujud kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya, juga sebagai wujud rasa syukur dan takwa kepada Allah karena Allah Mahahikmah. Apa pun amal ibadah yang disyariatkan akan mengandung banyak hikmah dan keutamaan. dibawah merupakah keutamaan sholat dhuha
Sholat Dhuha adalah Sedekah
Rasulullah pernah menjelaskan bahwa Sholat Dhuha itu salah satu bentuk sedekah umat muslim. Pernyataan ini terperinci dengan jelas dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim; “Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan Sholat Dhuha dua rakaat.” (H.R Muslim dari Abu Dzar)
Sholat Dhuha sebagai Simpanan Amal Cadangan
Salah satu fungsi sholat sunah adalah untuk menyempurnakan kekurangan sholat wajib. Sholat sunah juga merupakan simpanan amal cadangan yang dapat menyempurnakan kekurangan sholat fardhu (wajib). Seperti itulah juga fungsi dari Sholat Dhuha sebagai salah satu sholat sunah. Tentang ini, Rasulullah Saw menjelaskan dalam hadisnya; “Sesungguhnya yang pertama kali dihisan pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai sholat sunah maka sempurnakanlah dengan sholat sunahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya.” (H.R. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA)
Ghanimah (Keuntungan) yang Besar
Keutamaan yang dimiliki Sholat Dhuha salah satunya adalah di dalamnya terdapat keuntungan yang besar. Hal ini tergambar dalam hadis Rasulullah Saw “Barangsiapa sholat Dhuha 2 rakaat, ia tidak akan termasuk golongan pelupa/lalai. Barangsiapa sholat Dhuha 4 rakaat, akan dimasukkan kepada golongan orang-orang yang taubat (kembali kepada Allah). Barangsiapa sholat Dhuha 6 rakaat, akan dicukupi kebutuhannya hari itu. Barangsiapa sholat Dhuha 8 rakaat, termasuk golongan hamba-hamba yang patuh. Dan barangsiapa sholat Dhuha 12 rakaat maka Allah akan membangun baginya rumah di surga.” (H.R. Thabrani dari Abu Darda’)
Tercukupi Kebutuhan Hidupnya
Orang yang gemar melaksanakan sholat Dhuha karena Allah, akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Rasulullah Saw menjelaskan dalam hadits Qudsi dari Abu Darda’ bahwa Allah berfirman: “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (H.R. Tirmidzi)
Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah
Keutamaan sholat Dhuha bagi orang yang mendirikannya adalah mendapatkan pahala haji dan umrah. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang sholat Shubuh berjamaan kemudian duduk berzikir untuk Allah sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.” (H.R. Tirmidzi)
Diampuni Semua Dosanya walau Sebanyak Buih di Laut
Orang yang membiasakan melaksanakan Sholat Dhuha jika, Allah akan mengampuni semua dosanya meskipun sebanyak buih di laut. Sebagaimana disebut dalam hadits yang bersumber dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Dibangunkan Istana di Surga
Keutamaan yang tekandung dalam Sholat Dhuha, salah satunya adalah Allah akan membangunkan istana di surga bagi orang yang gemar menunaikan sholat Dhuha. Rasulullah Saw menegaskannya dalam hadits dari Anas bin Malik: “Barangsiapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga.” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu Dhuha. Waktu Dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dhuhur. Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang di anjurkan oleh Nabi, bagi siap umatnya yang mengamalkan shalat sunnah dhuha dua rakaat pada pagi hari maka orang tersebut akan di cukupkan sampai sore, seperti hadis Nabi SAW :
“Diperintahkan kepadaku oleh kekasihku SAW, untuk berpuasa tiga hari pada tiap- tiap bulan, mengerjakan dua raka’at sunnah dhuha dan supaya saya berwitir sebelum tidur”. (H.R. Al-Bukhari, muslim).
Shalat Dhuha dilakukan pada hari antara jam 06.30 hingga jam 11.00 bilangan raka'atnya dua raka’at dan sebanyak-banyaknya delapan raka’at. Caranya setiap dua raka'at satu shalatm. Waktu Dhuha merupakan awal mulanya makhluk hidup di bumi melakukan aktifitasnya masing-masing. Mulai yang mencari ilmu sampai yang mencari rizki yang disediakan oleh Allah di muka bumi ini.
Pada awal hari sebelum melakukan aktifitas dianjurkan untuk memohon kemudahan kepada Allah yaitu dengan melakukan Shalat Dhuha. Seperti yang terkandung didalam do'a setelah melakukan Shalat Dhuha bahwa semua alam dan isinya adalah milik Allah, apaun yang ada di dalam bumi mohon untuk dikeluarkan apaun yang ada diatas langit mohon untuk diturunkan, yang jauh didekatkan, yang haram di sucikan, yang semuanya itu
Pahala Shalat Dhuha disisi Allah sangat besar. Nabi SAW biasa melakukannya, dan mendorong kaum muslimin untuk melakukannya. Beliau menjelaskan barang siapa yang shalat empat raka’at pada siang hari niscaya Allah mencukupinya pada sore harinya.
Tentang Shalat Dhuha di jelaskan dalam ayat sebagai berikut:
Artinya : “Dan dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.”
Para ulama berbeda pendapat mengenai berapa raka'at yang paling utama Shalat Dhuha itu dikerjakan. Ada yang mengatakan, delapan raka'at. Dan ada pula yang mengatakan, empat raka’at.
Sebagian ulama mengatakan, bahwa shalat dhuha itu tidak ada batasnya. Artinya, orang bebas melakukan berapa raka'at saja. Diantara mereka yang berkata seperti itu adalah Abu Ja'far Ath-Thabari, Al-Hulaimi, dan Ar-Rauyani dari kalangan mazdhab Asy-Syafi'i.
Aisyah berkata:
“Rasulullah SAW. Biasa melakukan shalat dhuha empat raka’at menambah sekehendak beliau”. (H.R. Muslim)
Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.
“Saya berniat sholat dhuha 2 rakaat menghadap kiblat Allah Ta,ala”
Membaca surah Al-Fatihah
Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu.
Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha
Rukuk, I’tidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. Inipun bukan sesuatu yang wajib, hanya saja berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH.
Notifications