Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Saja Keutamaan dan Keuntungan Banyak Membaca Istighfar ?

Anonymous 5 years ago

Nabi Muhammad SAW, walaupun sudah terbebas dari dosa, tetap saja banyak membaca Istighfar, terutama di malam hari. Lalu apa saja keutamaan yang didapat ketika kita banyak membaca Istighfar ?

34

Dalam sebuah hadith disebutkan, bahwa jika seseorang mau membiasakan dirinya membaca istighfar, maka Allah SWT akan memberikan kepadanya tiga hal.

  • Pertama, Allah akan memberikan keluasan dari setiap kesempitan yang ia hadapi.
  • Kedua, dari setiap kesedihan ada jalan keluar
  • Ketiga, memberikan rizqi yang tidak disangka-sangka.

Telah menceritakan kepada kami Hisham bin 'Ammar telah menceritakan
kepada kami al-Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami al-Hakam
bin Mus'ab dari Muhammad bin Ali bin Abd Allah bin ‘Abbas bahwa dia
menceritakan kepadanya dari ‘Abd Allah bin 'Abbas dia berkata; Rasulullah
saw. bersabda,

"Barang siapa yang menekuni istighfar, Allah akan menjadikan dari setiap kesedihan kelonggaran, dan dari setiap kesempitan jalan keluar dan
memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ibn
Majah).

Selain itu, keutamaan membaca Istigfar adalah untuk menghapuskan dosa-dosa yang kita lakukan. Imam al-Ghazali mengatakan bahwa tidak ada dosa kecil kalau dilakukan terus menerus, dan tidak ada dosa besar bila seseorang beristighfar. [1]

Taubat erat kaitannya dengan istighfar (mohon ampunan) yaitu perlindungan, pertolongan serta ampunan dengan menundukkan jiwa, hati dan pikiran kepada Allah swt., seraya mohon ampun dari segala dosa. Taubat dan istighfar bukan hanya memohon ampunan dari dosa-dosa yang dilakukan manusia tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. [2]

Kaitan antara taubat dan istighfar adalah tidak dapat dikatakan taubat jika tanpa istigfar, atau dengan kata lain istighfar adalah bagian dari taubat itu sendiri.

Selain itu, dengan banyak-banyak beristighfar akan membuat kita menjadi sadar bahwa kita sebagai manusia pasti memiliki banyak dosa, baik disengaja maupun tidak. Dengan memahami bahwa kita mempunyai banyak dosa, maka kita tidak akan pernah menjadi sombong atau merendahkan orang-orang yang melakukan dosa. Para ulama mewanti-wanti agar kita tidak merasa diri lebih baik dibandingkan orang lain. Bahkan terhadap orang yang berbuat dosa besar pun, kita dilarang. Siapa tahu dia bertaubat dan Allah menerima taubatnya, sehingga kondisinya seperti orang yang tidak pernah punya kesalahan karena telah dibuang catatan kesalahannya serta dibuka lembaran baru (al-safhu).

“Seorang yang taubat dari dosa seperti orang yang tidak punya dosa, dan jika Allah mencintai seorang hamba, pasti dosa tidak akan membahayakannya.” (HR Ibnu Majah)

Referensi :

[1] Abu Hamid bin Muhammad al-Ghazali, Mukhtasyar Diya’ Ulum al-din,(terj) Irwan Kunyawan. (Bandung:Mizan. 1996), 306.
[2] Ibrahim al Dasuki, al-Taubah Tajdid Daim li al-Hayat dalam Khutbat al-Jum’ati wa al-‘Idain (Kairo : Dar Al Maarif, 1986), 60.