Secara umum, tujuan zakat adalah untuk mencapai keadilan sosial ekonomi. Zakat merupakan penyaluran sederhana dengan ukuran tertentu harta orang kaya untuk dialokasikan kepada orang tidak mampu. Menurut Yusuf al-Qaradhawi, tujuan zakat adalah:
1. Zakat mensucikan jiwa dari sifat kikir
-
Zakat mendidik berinfak dan memberi
-
Berakhlak dengan Allah
-
Zakat merupakan manisfestasi syukur atas nikmat Allah
-
Zakat mengobati dari cinta dunia
-
Zakat mengembankan kekayaan batin
-
Zakat mensucikan harta
-
Zakat mengembangkan harta
Zakat adalah tanggung jawab sosial, dimana aturan jaminan sosial ini tidak dikenal di Barat, kecuali dalam ruang lingkup yang sempit, yaitu jaminan pekerjaan dengan menolong kelompok orang yang lemah dan fakir. Fungsi zakat lainnya adalah menghapus kemiskinan pada masyarakat. Karena adanya pendistribusian dana zakat. Zakat juga mencegah penumpukan kekayaan di tangan sebagian kecil manusia. Zakat memiliki sasaran dan dampak dalam menegakkan akhlak yang mulia.
Hikmah Zakat
Kewajiban atau kefardhuan zakat merupakan jalan yang paling utama untuk menyelesaikan kesejangan sosial. Disamping itu, zakat merupakan formula yang paling kuat untuk merealisasikan sifat gotong-royong dan tanggung jawab sosial dikalangan umat Islam.
Tujuan tersebut mempunyai hkmah yang utama yaitu agar manusia lebih tinggi nilainya daripada harta, sehingga ia menjadi tuannya harta bukan menjadi budaknya harta. Karena, tujuan zakat terhadap si pemberi sama dengan tujuan terhadap si penerima.
Hikmah zakat ada 2 (dua) macam yaitu hikamh bagi si pemberi dan hikmah bagi si penerima. Adapun hikmah zakat bagi si pemberi antar lain:
-
Mensucikan jiwa dari sifat kikir. Sifat kikir merupakan tabiat manusia yang tercela, sifat ini timbul karena rasa keinginan untuk memiliki sesuatu sehingga manusia cenderung mementingkan diri sendiri terhadap hal-hal yang baik dan bermanfaat dari pada orang lain.
-
Merupakan manifestasi syukur atas nikmat Allah. Karena sesungguhnya Allah SWT senantiasa memberikan nikmat kepada hambanya baik yang berhubungan dengan diri maupun hartanya.
-
Mengembangkan kekayaan batin. Dengan mengeluarkan zakat berarti telah berusaha menghilangkan kelemahan jiwanya, egoisme serta menghilangkan bujukan setan dan hawa nafsu.
Hikmah bagi si penerima sebagai berikut:
-
Membebaskan si penerima sari kebutuhan. Allah SWT telah mewajibkan zakat dan menjadikannya tiang agama dalam Islam, dimana zakat diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang fakir, dengan adanya zakat tersebut mereka dapat memenuhi kebutuhan materinya.
-
Menghilangkan sifat benci dan dengki. Dengan adanya kewajiban zakat orang akan merasa baha muslim yang satu bersaudara dengan muslim yang lain, sehingga tidak ada rasa dendam, dengki dan benci.