Ada tiga jenis cat yang umum digunakan untuk menghasilkan sebuah lukisan, baik pada media kertas maupun kanvas, yaitu cat air, cat akrilik, dan cat minyak. Berikut ini penjelasan dan contoh lukisannya :point_down: :point_down: :point_down:
1. Cat Air
Seperti namanya, cat air menggunakan air sebagai media untuk pengencernya. Cat air umum digunakan untuk membuat lukisan pada kertas. Cat air sangat cocok digunakan untuk membuat lukisan dengan menggunakan teknik sapuan yang mengutamakan ketebalan, ketipisan, dan transparansi warna.
Namun, kekurangan dari cat air adalah lukisan cat air gampang luntur karena medianya air, sehingga lukisan mudah rusak jika bersentuhan dengan air. Ini contohnya lukisannya :

2. Cat Akrilik
Berbeda dengan cat air, cat akrilik tidak benar - benar membutuhkan pelarut untuk digunakan. Tapi cat akrilik juga dapat dilarutkan dengan air, sama seperti cat air. Meskipun berbeda dari cat air yang biasanya digunakan pada media kertas, cat akrilik dapat digunakan untuk membuat lukisan pada media kertas maupun kanvas. Selain itu cat akrilik juga cepat kering dan tidak memiliki bau tidak sedap. Tetapi cat ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan dari cat akrilik adalah, karena sifatnya yang cepat kering, cat ini kurang cocok untuk digunakan melukis dengan teknis sapuan yang mengandalkan transparansi gambar. Selain itu cat akrilik juga lebih cepat pudar jika terkena panas sinar matahari. Berikut ini contoh lukisannya :

3. Cat Minyak
Sesuai namanya, cat minyak menggunakan media minyak sebagai pengencernya. Lukisan cat minyak pada umumnya dibuat di atas media kanvas dan cat minyak sendiri merupakan cat yang sangat populer digunakan di kalangan para pelukis terkenal.
Lukisan yang dibuat dengan cat minyak memiliki ketahanan yang sangat bagus dan tahan selama puluhan tahun. Selain itu, cat minyak sangat disukai oleh para pelukis karena warnanya yang tajam dan hasil lukisan pun tidak mudah luntur. Akan tetapi kekurangan dari cat minyak adalah bau tidak sedap yang dikeluarkan. Selain itu, cat minyak membutuhkan waktu pengeringan yang cukup lama, terutama jika lukisan juga dibuat dengan menggunakan teknik timbul, pengerjaannya bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan - bulan, termasuk untuk sebuah lukisan potret realis. Berikut adalah contoh lukisannya :
