Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana progresi dari conceptual art?

SI Silfiaa 8 years ago

Conceptual Art merupakan sebuah gerakan seni yang mulai berkembang sekitar tahun 1960-an dan merupakan gerbang menuju perbabakan dunia (dan juga seni) yang baru, yakni post-modernisme.

19

Seyogyanya praktik conceptual art pernah dilakukan oleh seorang seniman yang menjadi ikon dari Dadaisme, yakni Marcehel Duchamp dengan karanya yang fenomenal dan kontradiktif, yakni Fountain pada tahun 1917. Duchamp meletakkan sebuah urinoar yang terbuat dari porcelain di dalam museum dan ditandangani R. Mutt, pemknaan atas karyanya ini adalah menurutnya, galeri seni dan museum memberikan sebuah jarak antara karya seni dengan publik, dan dengan ide menampikan barang readymades yang akrab dipakai publik dalam keseharian yang ditabrakkann dengan eksklusifitas benda seni yang didisiplay seniman di dalam rumah seni tersebut. menurutnya, seniman memiliki aura untuk menimbang sesuatu menjadi benda seni, apapun itu. Tindakan Duchamp tersebut disinyalir bahwa menurutnya visual bukanalah hal yang paling penting, namun aura yang dimiliki seniman menjembatani mereka untuk mengemukakan idenya, bahkan dengan pengejawantahan yang begitu cair dan luwes.

Aksi Marchel Duchamp yang cukup kontradiktif tersebut memicu para seniman untuk semakin menggali ide dan kian kritis dalam memahami seni, setelah Dadaisme mulai menginisiasi readymades sebagai opsi media benda seni, maka lahirlah genre-genre seni lainnya yang cenderung tidak konvensional dan sejalan dengan estetika modern, seperti Process Art, seni instalasi, Eartworks, Minimal Art, Fluxus, dan genre lainya.

Process art, adalah seni yang mencoba untuk menampikan proses terjadinya sesuatu, dan proses kemenjadian sebuah karya seni seperti, jatuhnya batu, hancurnya sesuatu, dll, Process Art lebih mementingkan proses ontologis/terjadinya sebuah karya seni ketimbang hasil final sebuah karya seni .Sebuah gerakan Anti-Form, anti-bentuk, yang substansinya ditampilkan dengan penggunaan media yang ephemeral, amat sementara. Seperti latex, salju, cornflakes, sampah pertukangan, dll. Hal menarik yang bisad ditandai dari keberlangsungan seni proses adalah penggunkan bahan ephemeral yang sementara, dan pda konteks saat ini karya seni seolah berkesan abadi dan lekang. Kesementaraan adalah sebuah prioritas substansial dalam process art.

Genre lain yang memicu lahirnya seni konsep adalah Earthwork dan instalasi, instalasi lahir lebih dulu dari earthwork, sebagai sebuah gerakan yang mencoba melawan komodifikasi seni, dan melawan kegiatan ‘merumahkan’ seni ke dalam museum, dan menjadikan galeri sebagai tempat yang formal dalam menyajikan sebuah karya, tentunya dalam sebuah pameran. Seni instalasi pada awalnya adalah sebuah seni yang site-specific, dengan penekanan pada terminology install / pasang, seni isntalsi adalah seni ‘masang-memasang’ berbagai media yang saling dipadukan satu sama lain dengan implementasi estetika, pada awalnya merespom ruang, tidak lagi berkutat pada ruangnya sendiri, namun merespon lingkungan sekitar. Karenanya, sebuah karya instalasi tidaklah dapat dibeli dan dijadikan komoditi, karena tidak bisa diboyong dan dikoleksi di dalam rumah atau bahkan dijadikan sebuah benda sebgai media investasi. Namun seiring berjalannya waktu, karya instalasi pada akhirnya lebih memntingkan pada teminologi installnya itu senidiri, bukan pada respon akan ruang, dan akhirnya diklahkan oleh formalitas (bukan formalisme) seni, seni instalasi bisa mulai masuk museum dan dapat diperjualbelikan. Diferesiansi dari seni instalasi yang mementingkan respon akan ruang adalah lahirnya earthwork, sebagai sebuah karya seni yang merespon lingkungan, biasanya alam sekitar, ‘media’ yang sering dipakai oleh earthwork adalah landscape, seascape, pegunungan, pantai, laut, dll. Seperti salah satu contohnya adalah karya Spiral Jetty, yakni pantai kecil yang berbentuk spiral yang terdapat di sebuah pantai lepas di daerah Eropa.

Genre seni lain yang mulai menunjukan tendensi dipentingkannya ide atau konsep dalam sebuah akrya adalah minimal art. Minimal Art adalah sebuah gerakan seni yang mereduksi semua elemen yang menurutnya tidak diperlukan dalam penyajian sebuah karya seni. karya minimal cenderung berkesan dingin dan minim ekspresi senimannya. Menurut para seniman minimal art, efisiensi penyajiaan ide dalam sebuah karya seni amatlah dipentingkan, hal ini dilatarbelakangi oleh pencegahan akan tercemarnya nilai ide seniman ketika bertubrukan dengan ekspresi emosi. Maka ekspresi dari seniman tersebut justru dihilnagkan, dan penyajian ide dilakuakn sesingkar dan seefisien mungkin.