Harmoni atau keserasian adalah timbul dengan adanya kesamaan, kesesuaian dan tidak adanya pertentangan. Dalam seni rupa prinsip keselarasan dapat dibuat dengan cara menata unsur-unsur yang mungkin sama, sesuai dan tidak ada yang berbeda secara mencolok.
Harmoni atau selaras merupakan paduan unsur-unsur yang berbeda dekat. Jika unsur-unsur estetika dipadu secara berdampingan maka akantimbul kombinasi tertentu dan timbul keserasian/harmoni (Dharsono Sony Kartika: 2004).
Harmoni atau keselarasan adalah tatanan ragawi yang merupakan produk transformasi atau pemberdayagunaan ide-ide dan potensi-potensi bahan dan teknik tertentu dengan berpedoman pada aturan-aturan yang ideal (Mikke Susanto: 2002).
Oleh karena itu, dapat disimpulkan, harmoni adalah kesesuaian antara unsur-unsur dalam satu komposisi.Kesesuaian atau keselarasan itu didapat oleh perbedaan yang dekat oleh setiap unsur yang terpadu secara berdampingan dalam kombinasi tertentu. Harmoni juga bisa ditimbulkan dari adanya kesatuan yang mengandung kekuatan rasa yang ditimbulkan karena adanya kombinasi unsur-unsur yang selaras antara lain rasa tenang, gembira, sedih, haru dan sebagainya.
Berikut contoh-contoh seni rupa yang mengedepankan prinsip harmoni,

Berikut adalah prinsip dari pelukis Leonid Afremov, dimana dia mengatakan
“Every artwork is the result of long painting process; every canvas is born during the creative search; every painting is full of my inner world. Each of my paintings brings different moods, colors and emotions. I love to express the beauty, harmony and spirit of this world in my paintings. ”
Berikut adalah lukisan-lukisan dari Leonid Afremov



