Interpretasi dalam kritik seni adalah proses mengemukakan arti atau makna karya seni dari hasil deskripsi dan analisis yang cermat. Kegiatan ini tidak bermaksud menemukan nilai verbal yang setara dengan pengalaman yang diberikan karya seni. Juga bukan dimaksudkan sebagai proses penilaian.
Aktifitas interpretasi merupakan sebuah tantangan dan tentu saja merupakan bagian penting. Namun, dalam kegiatan ini kritikus tidak berada dalam posisi menilai, tetapi memutuskan apa makna seni, tema karya, masalah artistik, masalah intelektual karya seni, dan akhirnya menyimpulkan karya seni sebagai satu kesatuan yang utuh.
Dalam menafsirkan karya seni, kritikus bertolak dari data deskripsi dan analisis (yang telah dilakukan sebelumnya) untuk menghasilkan sebuah hipotesis tentang karya seni yang bersangkutan. Perlu asumsi yang melandasi dalam menginterpretasikan karya seni. Diasumsikan bahwa seni mempunyai kejelasan atau implikasi isi ideologis (bukan dalam arti politis). Diasumsikan pula bahwa objek seni adalah hasil karya manusia yang tidak bisa lepas dari aspek sistem nilai penciptanya. Karya seni tidak dapat dipisahkan dari wahana ide senimannya.
Seorang kritikus tidak tertarik secara khusus pada persoalan apakah ide dalam karya seni sesuai dengan pandangan senimannya (tidak ingin menerobos privacy seorang seniman) karena pandangan seorang seniman belum pasti terjelma dalam produk seninya. Dengan kata lain, kritikus tidak menggunakan seni untuk mendapatkan apa yang dipikirkan seniman, yang diperlukan adalah bagaimana mengamati objek seni dengan seksama, sehingga ditemukan ide yang sangat signifikan. Jadi, itulah fungsi seorang kritikus, menemukan gagasan apa yang terdapat pada sebuah karya seni, dan selanjutnya mengungkapkan apa maknanya.
Dari keterangan di atas, yang penting untuk kritik seni, bahwa seniman bukan pemegang otoritas dalam memaknai hasil karyanya. Para kritikus pada umumnya, sangat memperhatikan apa yang dikatakan seniman, menyimak dengan baik segala ungkapan seniman, tetapi kritikus akan menguji pernyataan tersebut pada karya seni yang dihasilkannya. Pernyataan seniman ditempatkan sebagai material yang perlu dikonfirmasikan dengan metode analisis dari interpretasi kritikus.