Batik merupakan bagian dari budaya negara kita tercinta, Indonesia. suatu kebanggaan kita bisa memiliki tradisi suatu pakaian yg bernama "BATIK". motif nya sangat beragam & sangat artistik. emoticon-I Love Indonesia, bahkan agar pakaian batik dpt dilestarikan,tiap hari jumat banyak kantor yg mengharuskan karyawannya menggunakan baju batik termasuk lembaga-lembaga di Indonesia.
Dibalik berbagai motif batik tersimpan makna yg melambangkan hal-hal tertentu. mau tau gan makna apa aja yg ada di beberapa motif batik? Disini akan dijelaskan beberapa motif batik beserta maknanya. yuk di simak
1. Motif Udan Riris.

Mengandung makna ketabahan & harus tahan menjalani hidup prihatin biarpun dilanda hujan & panas.
Contoh: Orang hidup berumah tangga, apalagi bagi pengantin baru, harus berani & mau hidup prihatin ketika banyak halangan & cobaan, ibaratnya tertimpa hujan & panas, tdk boleh mudah mengeluh. Segala halangan & rintangan itu harus bisa dihadapi & diselesaikan bersama-sama. Suami atau istri merupakan bagian hidup di dalam rumah tangga. Jika salah satu menghadapi masalah maka pasangannya harus ikut membantu menyelesaikan, bukan sebaliknya justru menambahi masalah. Misalkan, apabila suami sedang mendapat cobaan tergoda oleh wanita lain, maka sang istri harus bisa bijak mencari solusi & mencari permasalahan. Begitu pula sebaliknya jika sang istri mendapat godaan dari pria lain, tentu suami harus bersikap arif tanpa harus menaruh curiga yg berlebihan sebelum ditemukan bukti.
2. Motif Parangkusuma.

Mengandung makna hidup harus dilandasi oleh perjuangan utk mencari keharuman lahir & batin, ibaratnya keharuman bunga (kusuma).
Contoh: Bagi orang Jawa, hidup di masyarakat yang paling utama dicari adalah keharuman pribadinya tanpa meninggalkan norma-norma yg berlaku & sopan santun agar dpt terhindar dari bencana lahir & batin. Walaupun sulit utk direalisasikan, namun umumnya orang Jawa berharap bisa menemukan hidup yg sempurna lahir batin. Apalagi di zaman yg serba terbuka sekarang ini, sungguh sulit utk mencapai ke tingkat hidup seperti yg diharapkan, karena banyak godaan. Di zaman materialistis ini, orang lebih cenderung mencari nama harum dengan cara membeli dengan uang yg dimiliki, bukan dari tingkah laku & pribadi yg baik.
3. Motif Parikesit.

Mengandung makna bahwa uttk mencari keutamaan harus dilandasi dengan usaha keras & gesit. Tentu usaha keras& gesit itu tanpa harus meninggalkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Bukan sebaliknya usaha keras & gesit dengan cara kotor, pasti akan sangat dihindari. Sebab dampak yg ditimbulkan akan sangat berat & yang jelas pasti akan menjadi bumerang bagi diri-sendiri. Dengan usaha keras & gesit itulah diharapkan bisa membangun keluarga inti yg sejahtera lahir & batin.
4. Motif Kawung.

Mengandung makna bahwa keinginan & usaha yang keras akan selalu membuahkan hasil, seperti rejekinya berlipat ganda. Sudah hukum karma, bahwa orang yg bekerja keras pasti akan menuai hasil, walaupun kadang harus memakan waktu yg lama.
Contoh: seorang petani yang bekerja giat di sawah, jika tdk ada hama yg mengganggu, tentu dia akan memanen hasil padi yg berlipat di kemudian hari. Namun sayang, budaya kerja keras utk menuai hasil maksimal tdk dilakukan oleh semua orang. Apalagi di zaman sekarang, di mana inginnya serba instan, orang ingin cepat kaya tanpa harus bekerja keras. Ingin cepat kaya dgn cara korupsi, merampok, menipu,& segala tindakan cela lainnya. Kebiasaan utk bekerja keras utk menuai hasil yg maksimal sdh sering diajarkan oleh nenek moyang kita orang Jawa sejak dulu. Kerja keras utk menghasilkan rejeki berlipat akan lebih bermakna jika dibarengi dgn sikap hemat, teliti, cermat,& tdk boros.