
S. Sudjojono (1914-1986) menggunakan lukisan untuk mengekspresikan pandangan politik dan sosialnya. Dia banyak menggambarkan pedesaan dan masyarakat Indonesia dalam kerangka realis.
Lukisan “The Ruins and The Piano” dapat dikatakan keluar dari pakem Sudjojono selama ini. Di sana ada piano teronggok merana di tengah reruntuhan usai bencana, seperti sesuatu yang dicabut dari lingkungan aslinya untuk ditempatkan di suasana asing. Lewat lukisan ini S. Sudjojono mendemonstrasikan eksperimennya atas prinsip-prinsip dan estetika.
The Ruins and The Piano terjual seharga HK$9,06 juta (Rp15,74 miliar) di balai lelang Christie’s Hong Kong pada Mei 2017.