Levi Strauss, pendiri pertama manufaktur jeans, mengatakan bahwa kantong kecil itu awalnya digunakan untuk menyimpan jam saku mereka. Ukurannya yang pas, akan membuat jam saku tidak tercampur dengan benda lainnya, sehingga terhindar dari benturan atau kerusakan.

Menyimpan jam saku di dalam kantong-kantong kecil tersebut akan menghindari jam saku dari rusak jika harus digantung di leher atau kedudukan karena diletakkan di saku besar baik depan maupun belakang, terlepas dari namanya sendiri, jam saku/kantong.
Desain awalnya dibuat dengan lebar sekitar 4 inchi agar jam saku bisa masuk ke sana, tapi seiring dengan tren jam saku yang mulai meredup, kantong kecil tersebut semakin jauh mengecil. Desain celana jeans yang asli itu gak diubah sejak tahun 1800-an, sehingga sebenarnya kita masih memakai celana jeans dengan desain yang sama sejak masa koboi.
Sebenarnya, kantong kecil itu tetap ada di celana jeans yang sekarang karena Levi's belum mengganti desain mereka dari desain yang diresmikan pada tahun 1876. Desainnya sangat berkesan nostalgia dan menjadi ciri khas kenampakan sebuah celana jeans. Mereka menjelaskan itu digunakan menjadi fungsi lain dalam tren saat ini.

Terlepas dari saat ini sudah sangat langka penggunaan jam saku, kantong kecil dalam jeans ini ternyata memiliki banyak fungsi lain bahkan julukan-julukannya sendiri. Menurut beberapa orang, kantong kecil ini saat ini memiliki banyak fungsi terlihat dari banyaknya julukan yang muncul ketika menyebet tentang kantong kecil ini, seperti: kantong koin, kantong korek atau kantong tiket. Kantong ini sangat berguna untuk menyimpan banyak benda-benda kecil.