Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa trend boyband/girlband di Indonesia tidak dapat bertahan lama?

juugf-274d0736bc8d1a7edde288b6d472d831_850x350|690x284

Kamu ingat gak pada sekitar tahun 2010 sampai 2013-an di Indonesia sedang ramai-ramainya muncul boyband dan girlband baru. Fenomena ini gak lepas dari demam korean wave yang sedang melanda negara kita. Jadi selain menggemari artis-artis Korea-nya langsung, banyak juga produser dalam negeri yang menciptakan grup tanah air rasa idol luar.

Popularitas musik di Indonesia bersifat musiman

Musisi sekaligus jenis musik yang diminati masyarakat Indonesia seringkali berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Misalnya di tahun 2000an lagi musimnya band dengan lagu-lagu galau, tahun depannya udah ngehits penyanyi dangdut dengan lagu-lagu remixnya. Dan sekarang lagi banyak-banyaknya penyanyi solo sekaligus genre musik EDM. Hmm, mungkin orang Indonesia bosenan ya atau mungkin lebih kreatif dalam menciptakan/mempopulerkan berbagai warna musik?

Kurang persiapan

Kalau di Korea, sebuah agensi membentuk sebuah grup Kpop yang anggotanya telah menjalani trainee selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun. Jadi mereka dijamin sudah siap secara kemampuan maupun mental buat diterjunkan sebagai artis. Kalau di Indonesia, sepertinya sistem trainee menahun belum diberlakukan ya? Dan kebanyakan hanya berdasar audisi dan kemudian menjalani pelatihan dalam waktu singkat.

Apalagi ya kira-kira?

Sumber

12

Nggak punya konsep yang menarik
Setiap comeback grup Kpop selalu memiliki konsep yang beda-beda dan menarik, itulah yang nggak bikin bosenin. Mungkin kalau boyband dan girlband di Indonesia melakukan hal itu juga, mereka mampu bertahan lebih lama? Ya asalkan konsep yang dipilih menarik dan beda sih ~

Strategi promosi yang kurang
Strategi promosi yang dilakukan grup Kpop emang totalitas banget! Mereka nggak hanya tampil di acara musik, nggak hanya sekedar nyanyi dan joged, bahkan rela lakuin hal-hal aneh demi mendapat perhatian dari fans. MV, album fisik, dan merchandise juga dibuat semenarik mungkin untuk meningkatkan angka penjualan. Semakin banyak fans yang mereka miliki, semakin banyak uang yang mereka dapat, sehingga semakin aktif lah mereka di dunia hiburan. Wah, perlu dicontoh banget tuh sebenernya sama grup di Indonesia biar lebih eksis.

Kurangnya kualitas
Kualitas penampilan atau kualitas musiknya sangat diragukan. IMHO