Pendet merupakan salah satu contoh bentuk seni pertunjukan yang telah mengalami perkemba-ngan dalam dua dekade. Perkembangan ditandai dengan munculnya kembali tarian Pendet baru yang memiliki bentuk, isi, dan tata penyajian serta fungsi yang berbeda dengan tarian Pendet pada waktu sebelumnya. Tari Pendet baru disajikan dalam bentuk, isi, dan struktur penyajian yang terpola. Unsur-unsur seni yang terkandung dalam tari seperti : musik, gerak, pola lantai, level, ruang, dan waktu diatur dengan sebuah tatanan yang terstruktur, sehingga dapat memunculkan sebuah sajian tari yang menarik.
Peranan tari Pendet sangat penting dalam kegiatan sosial dan keagamaan, karena itu tari Pendet masuk dalam golongan tarian suci .Tari Pendet sering dijumpai pada saat upacara-upacara keagamaan (bebali), yang biasanya dipentaskan di halaman Pum(jeroan ), atau halaman
tengah (jdba tengah ), dan diiringi oleh gamelan berlaras pelog atau gamelan gong kebyar.
Pada jaman dahulu tari Pendet merupakan tarian Pura yang fungsinya untuk memuja para dewa-dewi yang berdiam di Pura selama upacara odalan berlangsung (Kusmayati dkk ,2003:78). Seiring dengan perkembangan jaman, kebutuhan akan hiburan semakin banyak diperlukan oleh sebagian besar masyarakat Bali, sehingga sekarang Pendet beralih fungsi menjadi tari hiburan atau tari penyambutan. Sebagai tari penyambutan, Pendet difungsikan untuk menyabut kedatangan tamu atau sering disebut dengan istilah tarian selamat datang. Ungkapan kegembira an, kebahagiaan, dan rasa syukur diwujudkan melalui gerak-gerak yang lembut dan indah.
Tari Pendet merupakan salah satu jenis tari yang bisa dijadikan inspirasi oleh seniman Bali untuk dikembangkan baik dari gerak, ruang, dan waktu. Dilihat dari beberapa aspek pertunjukannya selain yang telah disebutkan di atas, seperti iringan, rias, dan busananya juga sudah ditata dengan apik.