Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa yang dimaksud dengan Dendang?

AN Anonymous 8 years ago

Dendang|690x350

Dendang adalah seni suara yang diiringi oleh alat musik saluang. Saluang adalah alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat. Yang mana alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang

36

Dendang adalah seni suara yang diiringi oleh alat musik saluang. Saluang adalah alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat. Yang mana alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang

Perkembangan dendang sudah begitu pesat. Dendang sudah dikenal masyarakat Sumatera Barat (Minangkabau). Hampir disetiap daerah mempunyai grup dendang, mulai dari kalangan tua, muda, anak-anak, berpendidikan atau tidak, ulama, umara menyukai dendang. Namun, sekarang generasi muda tidak lagi menyukai dendang. Apalagi, generasi muda sekarang jarang sekali diperdengarkan dengan musik asli kebudayaan mereka karena telah terpengaruh dengan perkembangan teknologi seperti dari musik-musik impor yang didengarkan di televisi.

Dendang merupakan jenis musik vokal sebagai salah satu tradisi untuk bercerita yang berkembang di masyarakat Minangkabau. Menurut WJS. Poerwadamita (1983:240), istilah dendang diartikan nyanyian untuk bersenang hati sambil diiringi bunyi-bunyian. Kesenian ini dahulunya sangat digemari masyarakat untuk digunakan pada acara seperti mendiami rumah baru, memotong rambut, upacara perkawinan, dan hari-hari besar nasional lainnya. Saat ini masih digunakan namun frekuensinya sudah mulai berkurang karena bersaing dengan musik modern.

Salah satu hal yang penting dalam kesenian ini adalah bahwa bagurau saluang dendang sebagai wadah berinteraksi dan berintegrasi. Dalam berinteraksi ditunjukkan dengan adanya proses komunikasi yang terjalin saat pengiriman dan penerimaan pesan melalui gurindam dan pantun yang didendangkan, serta adanya pembentukan makna-makna yang saling dipertukarkan oleh orang yang terlibat.

Tema-tema dendang dikembangkan dan berhubungan dengan realitas sosio-kultural dan perilaku pagurau yang terlibat dalam pertunjukan. Bentuk respon yang disampaikan dalam tradisi ini juga sangat beragam, seperti permintaan jenis dendang tertentu, mengirim gurindam, memperpanjang sajian pantun, mengalihkan tema dendang, dan bersorak sebagai dukungan atau letupan kata tertentu sebagai sindiran.

[details="Referensi"]
Rustim, Wisma Nugraha Ch.R., dan G.R. Lono L. Simatupang. 2019. Interaksi Sosial Tradisi Bagurau Saluang Dendang Minangkabau di Sumatera Barat. Resital, 20 (1), 36-51

Tarmizi, Pebrian. 2010. Fungsi Kesenian Dendang dalam Upacara Adat Perkawinan di Desa Gunung Ayu Kota Manna Bengkulu Selatan. Jurnal Penelitian UNIB, XVI (1), 48-55
[/details]