Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa yang dimaksud dengan aliterasi?

JA James P 8 years ago

Aliterasi|690x350

Aliterasi mempunyai arti bahwa bunyi-bunyi (biasanya konsonan pada posisi awal) diulang-ulang pada baris yang sama. Sebagai contoh di Beowulf terdapatkan pada baris weras on wil-siþ wudu bundenne “seseorang pada perjalanan yang diinginkan menuju ke kapal”, kebanyakan kata-kata beraliterasi pada konsonan “w”.

24

Puisi Inggris Kuno secara tradisional beraliterasi. Artinya ialah bahwa bunyi-bunyi (biasanya konsonan pada posisi awal) diulang-ulang pada baris yang sama. Sebagai contoh di Beowulf terdapatkan pada baris weras on wil-siþ wudu bundenne "seseorang pada perjalanan yang diinginkan menuju ke kapal", kebanyakan kata-kata beraliterasi pada konsonan "w". Bentuk aliterasi ini sungguh tersebar luas dan penting sehingga pada baris Beowulf yang baru dikutip ini, kemungkinan sang penyair bermula menggunakan kata wil-siþ ("perjalanan yang diinginkan" gagasan terpenting baris ini) dan lalu meletakkan kata-kata lainnya di baris ini yang beraliterasi dengannya. Sungguh pentinglah aliterasi sehingga hal inilah yang menjadi esensi baris secara keseluruhan. Hal ini bukanlah sesuatu hal yang aneh pada studi tradisi lisan pada transkripsi.

Aliterasi merupakan ulangan bunyi konsonan yang biasanya terdapat pada awal kata yang berurutan untuk mencapai efek keindahan bunyi. Contoh: Bukan Beta Bijak Berperi (karya Rustam Effendi). Dalam pengertian lain yang hampir mirip, aliterasi merupakan gaya bahasa dengan menggunakan kata-kata yang sama sehingga sekilas terlihat mirip namun memiliki makna yang berbeda. Contoh: gagal dan bebal, ideal dan akal.

Menurut Keraf (2004), aliterasi adalah semacam gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan kata yang sama. Yang berarti Aliterasi adalah sebuah kalimat yang terdengar menggunakan lebih dari satu konsonan yang sama. Hal yang sama juga dikemukankan dalam hal pengisitilahan bahwa gaya bahasa mengandung makna budaya implisit.

Makna budaya implisit yang terdapat dalam stilistika ini menjadi suatu kajian yang melihat penggunaan bahasa sebagai cermin dari budaya si penyair atau penulis karya sastra tersebut. Namun, tidak hanya berkaca dari individu si penyair saja, tetapi juga berkaca dari lingkungan tempat si penyair tinggal, tumbuh, dan berkembang .