Akrostik merupakan istilah untuk puisi yang huruf-huruf awal pada setiap lariknya menciptakan suatu kata atau kata-kata jika dibaca dari atas ke bawah.
Harley dan Noyes (2009) mengungkapkan bahwa akrostik menggunakan nama kunci atau ungkapan yang ditulis secara vertikal dan setiap baris puisi dimulai dengan huruf awal dari nama kunci atau ungkapan tersebut. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa menulis puisi dengan teknik akrostik yaitu menulis puisi dengan menggunakan huruf dalam sebuah kata untuk memulai tiap-tiap baris dalam puisi. Kata tersebutlah yang menjadi judul dalam puisi kemudian ditulis vertikal, sehingga setiap hurufnya dikembangkan menjadi bait-bait puisi.
Menulis puisi dengan menggunakan teknik akrostik dapat memberikan pengalaman menulis yang menyenangkan dan tersistematis. Kita dapat memainkan huruf-huruf yang membentuk sebuah kata untuk dikembangkan menjadi sebuah puisi yang menarik. Frye, Trathen, & Schahal (2010) mengemukakan bahwa sebuah puisi dengan teknik akrostik cenderung singkat dan tidak memerlukan sajak dalam membuatnya. Penulisan puisi akrostik awalnya berkembang di Yunani kuno. Puisi akrostik adalah bentuk puisi yang unik dengan fokus pada huruf awal yang memberikan inspirasi.
Leslie D. Maloney mengungkapkan pola akrostik (pola yang menggunakan urutan abjad atau huruf) ada 3 jenis yaitu:
- Huruf awal kata pertama dari tiap baris dapat menjadi suatu nama pribadi jika dibaca secara menurun.
- Huruf awal kata pertama dari tiap baris dapat menjadi suatu kalimat jika dibaca secara menurun.
- Huruf awal kata pertama dari tiap baris disusun berdasarkan urutan alfabet.