Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Fakta-fakta apa saja yang menarik tentang ular?

UL Ulan 8 years ago

Ular kingsnake|690x309

Fakta-fakta apa saja yang menarik tentang ular ?

22

Ular sejatinya mempunyai kaki

image|690x350

Dua ilmuwan dari University of Florida, ingin menyelidiki lebih dalam, terutama dari sisi genetika.

Mereka juga ingin tahu apakah evolusi akan bisa membuat ular menjadi berkaki pada masa depan.

Penelitian ilmuwan mengungkap, perkembangan kaki pada ular salah satunya ditentukan oleh gen "Sonic Hedgehog".

Nama "Sonic Hedgehog" diambil dari tulang serupa landak yang tumbuh saat perkembangan awal embrio ular.

"Itu adalah salah satu rangka tubuh teraneh pada vertebrata," kata Martin J Cohn.

Walaupun ular kini tak memiliki kaki, gen itu tetap eksis.

Gen tersebut bisa "hidup" dan "mati". Pada ular, gen itu dalam konsisi "mati" sehingga kaki tak tumbuh.

"Pada kadal, Sonic Hedgehog "hidup" dan bertindak sebagai motor, mendorong perkembangan alat gerak dari tangan hingga jari," jelas Cohn seperti dikutip National Geographic, Sabtu (23/10/2016).

Dalam publikasinya di jurnal Current Biology minggu lalu, Cohn mengungkap bahwa pada phyton, gen Sonic Hedgehog sempat "hidup" pada masa awal embrio. Itu sebabnya phyton kadang memiliki semacam cakar yang sebenarnya bakal kaki.

Temuan ini menunjukkan, phyton sebenarnya mungkin memiliki kaki. Tak butuh evolusi. Phyton hanya butuh mutasi genetik yang tepat, maka kaki pun tumbuh.

Kajian genetik pada ular ini bisa bermanfaat untuk penelitian evolusi yang lebih luas.

"Saya pikir ini bisa menjadi dasar untuk melakukan studi perbandingan tentang bagaimana organ hilang dalam evolusi," kata Cohn.

[details="Referensi"]
* http://sains.kompas.com/read/2016/10/26/19173111/mengapa.ular.tak.berkaki.ilmuwan.temukan.jawabannya
[/details]

Siapkan kandang yang tertutup namun memiliki sirkulasi udara yang baik. Sebuah container box bervolume 40 galon (97x46x40 sentimeter) sudah mencukupi sebagai kandang. Alasi kandang dengan substrat (alas kandang) berupa koran bersih. Ganti subsrat jika dirasa sudah kotor atau berbau.

Sediakan juga hiding box di dalam kandang yang sesuai dengan ukuran tubuh ular ball python (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil namun masih memungkinkan ular bisa bergerak di dalam hiding box-nya).

Ular sangat mementingkan keselamatan dirinya


http://www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2016/07/4.jpg

Ular melilit batang pohon dengan lebih kencang demi keamanan, ungkap sebuah penelitian terbaru di AS. Manakala seekor ular menjalar ke sebatang pohon, ular tersebut akan membelit batang pohon tersebut lima kali lebih kencang, demikian temuan sebuah kajian di Amerika Serikat. Kajian yang dilakoni para ahli biologi Universitas Cincinnati itu berfokus pada kekuatan ular.

Dari 10 ular yang dilibatkan dalam penelitian, termasuk di antaranya boa dan piton hijau, semuanya melilit pipa lebih kencang untuk menopang bobot mereka. Mereka mengukurnya dengan menempatkan sensor tekanan pada pipa vertikal yang dibalut kain pegangan raket tenis. Hal itu mengindikasikan bahwa insting ular mengutamakan keselamatan ketimbang efisiensi guna memastikan mereka tidak jatuh saat bergelantungan.

“Yang menarik dari hasil ini ialah pilihan yang diambil hewan untuk melakukan lebih dari apa yang seharusnya dilakoni,” kata Dr. Greg Byrnes, kepala tim peneliti dari Universitas Cincinnati yang kini mengajar di Siena College, Negara Bagian New York.

Sebagaimana dilansir jurnal ilmiah Biology Letters, temuan bahwa ular memutuskan untuk melilit dua hingga lima kali lebih kencang, cukup mengejutkan.

Namun, Dr. Byrnes mengaku memahami naluri di balik keputusan itu. “Bayangkan jika Anda hendak melompati sungai kecil? Seberapa jauh Anda mengambil ancang-ancang? Apakah cukup dekat atau sejauh mungkin yang Anda bisa?

Atau jika Anda menggenggam gelas besar menggunakan dua jari di bagian atas gelas. Seberapa kencang Anda menekan jari dari yang seharusnya?”

Ular mempunyai naluri keibuan yang sangat kuat


image|690x337

Profesor reptil dari Afrika Selatan berhasil membuktikan bahwa ular piton Afrika Selatan memiliki sifat keibuan. Graham Alexander, seorang profesor reptil dari Universitas Wits, Afrika Selatan, yang menemukan dan membuktikan bahwa spesies ular piton Afrika Selatan tidak langsung meninggalkan telur-telurnya setelah bertelur. Induk piton menunggu dan menjaga telurnya sampai menetas dan merawat anak-anaknya selama beberapa minggu. "Induk piton rupanya tetap tinggal bersama telurnya. Saat telur menetas, induk dan bayi pitonnya tetap akan bersama selama dua minggu," ujar Alexander dilansir National Geographic, Rabu (14/3/2018).

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Zoology, Kamis (8/3/2018), adalah hasil pengamatan selama tujuh tahun di kawasan Dinokeng Game Reserve, utara Afrika. Ia melakukan pengamatan dengan menggunakan pemancar radio dan memasang kamera ke dalam liang bawah tanah tempat ular berterlur.

Proses melahirkan dan menetaskan telur yang diamatinya memberikan gambaran baru akan perilaku induk piton. Ia mengklaim penemuannya ini merupakan studi pertama yang berhasil membuktikan bagaimana ular merawat anak-anaknya setelah menetas.

Ular piton Afrika Selatan

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita mengenal ular piton Afrika Selatan. Ada dua kelompok ular piton Afrika, yakni ular piton Afrika Selatan dan ular piton Afrika Utara. Varietas ular piton selatan lebih kecil dari ular piton utara. Tubuhnya hanya bisa mencapai 16 kaki atau hampir lima meter dengan berat bisa mencapai 130 kilogram. Ular piton dewasa bisa hidup sampai 30 tahun dan bisa menjatuhkan antelop, hewan yang bentuknya seperti kijang tapi bukan kijang.

Sebelum ular piton menetas, induk piton akan pergi ke lubang bawah tanah untuk bisa mengeluarkan 40 sampai 50 telur. Alexander berkata, bayi piton yang baru menetas cenderung malu-malu. Badan mereka akan tetap ada di telur selama dua hari lamanya. Saat-saat ini, induk piton akan melilitkan badan untuk menjaga dan menghangatkan anak-anaknya.

Hal ini juga berkaitan dengan perkembangan bayi piton setelah menetas. Alexander mencatat, bayi piton yang baru saja menetas kadang belum dapat mencerna kuning telurnya dengan baik sebagai makanan. Peran induk di sini adalah membantu bayi-bayinya mencerna kuning telur sampai bisa memangsa makanan sendiri di alam liar.

Alexander juga menemukan bahwa induk ular akan selalu mengawasi anak-anaknya dan tak membiarkan mereka lepas dari pandangan. Ia yakin hal ini untuk menjaga anak-anaknya yang masih rentan terhadap ancaman predator. Setidaknya selama dua minggu induk ular piton akan terus bersama anak-anaknya. Setelah itu, barulah ia meninggalkan keturunannya dan berburu sendiri.

sumber : https://sains.kompas.com/read/2018/03/15/170000623/induk-piton-juga-bisa-keibuan-ini-buktinya