Natrium klorida (NaCl) merupakan garam yang paling banyak ditemukan di dunia. NaClmurni berbentuk kristal kubik berwarna putih dengan sifat fisik seperti pada tabel dibawah ini :
|Parameter||
|---|---|
|Massa molekul, g/mol|58,44|
|Bentuk kristal|kubik|
|Warna|tidak berwarna-putih|
|Refraksi indeks|1,5442|
|Densitas, g/mL|2,165|
|Titik leleh, oC|801|
|Titik didih, oC|1413|
|Kekerasan, skala Mohs'|2,5|
|Kapasitas panas, J/g.oC|0,853|
|Panas peleburan, J/g|517,1|
|Panas pelarutan, 1 kg H2O, 25 oC, kJ/mol|3,757|
|Kelembaban kritik pada 20 oC, %|75,3|
Umumnya NaCl mengandung pengotor berupa magnesium klorida, magnesium sulfat, kalsium klorida, kalsium sulfat, dan air.Pengotor-pengotor ini dapat berada di permukaan kristal maupun terjebak di dalam kisi kristal. Pengotor di permukaan kristal umumnyadireduksi dengan proses pencucian, sedangkan pengotor di dalam kristal umumnyadireduksi dengan cara rekristalisasi, yaitu dengan melarutkan kristal kemudian mengkristalkannya kembali (Setyopratomo dkk., 2003). Cara lain untuk mereduksi pengotor di dalam kristal adalah dengan hydromilling, dimana kristal garam dikecilkan ukurannya atau dipecah, sehingga pengotor di dalam kristal dapat dipisahkan (Sedivy, 1996).
Manfaat NaCl
NaCl dapat diklasifikasikan berdasarkan manfaat utamanya, yaitu :
1. Garam proanalisis,
2. Garam konsumsi,
3. Garam industri.
Garam proanalisis merupakan garam dengan kemurnian tinggi (>99%) yang digunakan sebagai reagen dalam analisis di laboratorium dan industri farmasi.Garam konsumsi umumnya digunakan untuk konsumsi rumah tangga (garam dapur) sebagai bahan peningkat rasa makanan. Untuk konsumsi rumah tangga, garam ditambahkan zat aditif berupa Kalium Iodida (KI) dan Kalium Iodat (KIO3).Selain digunakan untuk meningkatkan rasa makanan, garam digunakan pula sebagai pengawet, penguat warna, bahan pembentuk tekstur, dan sebagai bahan pengontrol fermentasi.
Garam industri umumnya digunakan dalam industri perminyakan, metalurgi, tekstil, penyamakan kulit, pengolahan air,industri pembuatan pembuatan natrium sulfat (Na2SO4), natrium karbonat (Na2CO3), natrium bikarbonat (NaHCO3), dan industri klor alkali, yaitu industri yang menghasilkan klorin dan natrium hidroksida.
Kualitas garam
Di Indonesia, garam dikualifikasikan menjadi garam K1, K2, dan K3.
1. Garam K1 merupakan garam hasil proses kristalisasi pada larutan 26 – 29,5oBe. Garam K1 memiliki kadar NaCl minimum 97,1%.
-
Garam K2 merupakan garam dengan kualitas lebih rendah daripada K1. Garam ini merupakan sisa kristalisasi pada konsentrasi larutan 29,5 – 35oBe dan memiliki kadar NaCl minimum 94,7%. Secara fisik, garam K2 berwarna kecoklatan.
-
Garam K3 merupakan garam kualitas terendah. Garam ini merupakan sisa kristalisasi pada konsentrasi larutan di atas 35oBe dan memiliki kadar NaCl kurang dari 94,7%. Secara fisik, garam K3 berwarna coklat dan masih bercampur lumpur.
Proses permurnian garam
Untuk memperoleh garam industri dengan standar yang diinginkan, dibutuhkan proses pengolahan lebih lanjut. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan berkenaan dengan proses pemurnian garam umumnya melibatkan proses pengendapan (Widayat, 2009; Lesdantina, 2009; Sulistyaningsih, dkk, 2010; Sugiyo, 2010; Mayasari, 2011). Berbagai bahan pengendap ditambahkan ke dalam larutan garam untuk mengendapkan pengotor. Selanjutnya, larutan garam yang sudah bersih diuapkan kembali untuk mendapatkan kristal garam. Proses penguapan dan kristalisasi ini membutuhkan energi panas yang besar. Dan hasilnya pun masih belum dapat memenuhi standar garam industri yang diinginkan.
Hidroekstraksi merupakan proses ekstraksi padat-cair menggunakan pelarut air. Ekstraksi padat-cair meliputi 2 tahap, yaitu :
1. Kontak pelarut dengan zat padat sehingga zat padat yang diekstraksi dipindahkan ke pelarut
2. Pemisahan larutan dari zat padat sisa
Dalam ekstraksi padat-cair terdapat beberapa faktor yang data mempengaruhi proses ini, yaitu :
1. Jumlah padatan yang ingin diekstrak
2. Ukuran partikel padatan
3. Jenis pelarut
4. Waktu ekstraksi
5. Metode ekstraksi
Proses pemurnian garam dengan hidroekstraksi memanfaatkan sifat kelarutan NaCl sebagai komponen utama dari garam. Dalam proses ini, pengotor dalam garamlah yang akan diesktrak keluar menggunakan pelarut berupa larutan garam murni (99%). Larutan garam murni akan melarutkan pengotor dalam kristal garam, sedangkan garam (NaCl) tidak akan ikut melarut. Proses pemurnian garam yang mengaplikasikan metode hidroekstraksi adalah proses SALEX (KREBBS Swiss) (Sedivy, 1996). Proses ini dapat mereduksi kandungan pengotor, baik pengotor terlarut maupun tidak terlarut di permukaan dan di dalam kristal garam.proses ini dapat menghasilkan garam dengan kemurnian 99,7-99,8% NaCl.