Saya adalah orang yang mudah sekali jatuh cinta, tapi juga mudah untuk menyerah terhadap perasaan itu. Hal itu disebabkan karena saya juga tipe yang realistis terhadap masa depan. Ada beberapa penyebab mengapa perasaan jatuh cinta lebih baik dimatikan saja, bukannya dipupuk sehingga lebih berkembang.
Pertama-tama dilihat dulu apakah kami berdua memiliki kecocokan. Biasanya yang menjadi penghalang untuk melangkah lebih jauh dan mengharapkan hubungan yang lebih dari seorang teman antara lain agama yang berbeda. Satu hal ini tidak bisa ditolerir.
Selanjutnya adalah status hubungan dari orang tersebut. Pernah suatu hari saya kenal dengan dengan seseorang yang mengaku baru saja putus dengan pasangannya. Semakin lama, saat saya mulai jatuh cinta padanya karena ternyata kami benar-benar cocok dalam berbagai hal mulai dari selera musik, humor, dan juga hobi. Namun ternyata suatu hari ketahuan bahwa dia memang putus dengan pacarnya tapi berganti status menjadi bertunangan. Saya lebih memilih mundur daripada mengganggu hubungan yang sudah akan menginjak jenjang pernikahan tersebut.
Terkadang jarak juga menjadi hambatan. Saya tidak suka hubungan Long Distance Relationship (LDR), tapi hal tersebut juga kadang bisa ditolerir dengan konsekuensi hubungan yang intens. Namun kerenggangan dalam hubungan itu dapat membuat perasaan suka saya lama-lama hilang.
Saya paling sering memaksa mundur dari perasasaan jatuh cinta yang saya alami, apabila kebersamaan saya dan dia tidak memberikan manfaat apa-apa namun justru membuat sakit hati. Contohnya adalah tipe lelaki yang dia memang suka dekat dengan banyak wanita dan secara publik mengumbar hal tersebut. Tipe yang lain adalah tipe yang hanya menginginkan hubungan fisik saja meskipun karakter yang dia miliki sebenarnya sangat menarik.