Berdasarkan penelitian yang dilakukan yang dilakukan Bowers et al (2013) terkait uji Foxp2 pada manusia. Foxp2 merupakan komponen dasar neurobiologis dari perbedaan jenis kelamin dalam komunikasi vokal pada mamalia. Peneletian dilakukan untuk memperluas pengamatan Foxp2 ini ke manusia. Studi menemukan bahwa spesies yang dilaporkan memiliki perbedaan gender dalam pemerolehan bahasa, dan menemukan jumlah protein FOXP2 di korteks belahan kiri anak laki-laki berusia 4 tahun secara signifikan lebih rendah daripada anak perempuan dengan usia yang sama.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa salah satu alasan mengapa perempuan lebih banyak berbicara dibandingkan laki-laki adalah faktor biologis, dimana terdapat perbedaan pada komponen neurobiogis yang bernama Foxp2.
Sumber :
Bowers, J. M., Perez-Pouchoulen, M., Edwards, N. S., & McCarthy, M. M. (2013). Foxp2 mediates sex differences in ultrasonic vocalization by rat pups and directs order of maternal retrieval. Journal of Neuroscience, 33(8), 3276-3283.