Kedua konsep ini dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang jika dilakukan secara berlebihan atau berlebihan. Namun, dari kedua konsep tersebut, people pleaser cenderung lebih berbahaya karena orang yang cenderung menjadi people pleaser dapat mengorbankan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri secara berlebihan demi memuaskan keinginan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan stres dan kecemasan yang berlebihan, serta penurunan harga diri dan kepercayaan diri yang signifikan.
Di sisi lain, perilaku altruistik, ketika dilakukan dengan seimbang dan dalam batas-batas yang sehat, dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis seseorang dan memberikan manfaat sosial yang besar. Sebagai contoh, penelitian telah menunjukkan bahwa perilaku altruistik yang teratur dan terukur dapat meningkatkan kebahagiaan, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik secara umum.
Namun, pada dasarnya, baik altruisme maupun people pleaser dapat menjadi masalah jika dilakukan secara berlebihan dan tanpa seimbang. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara kebutuhan orang lain dan kebutuhan diri sendiri untuk menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang.