Nafsu makan bisa naik turun akibat stres
Dilansir dalam laman Harvard Medical School, ketika stres terjadi, bagian otak yang disebut hipotalamus melepaskan hormon kortikotropin, yang berfungsi untuk menekan nafsu makan.
Otak juga mengirimkan pesan ke kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak hormon epinefrin (sering dikenal sebagai hormon adrenalin). Epinefrin ini yang membantu memicu respon tubuh untuk menunda makan. Inilah salah satu hubungan stres dan makanan yang bisa terjadi pada siapapun.
Jika stres berlanjut, atau bertahan, ceritanya akan bisa berbeda lagi. Kelenjar adrenal melepaskan hormon lain yang disebut kortisol, dan hormon ini yang akan memiliki efek untuk meningkatkan nafsu makan dan juga meningkatkan motivasi secara keseluruhan, termasuk motivasi untuk makan.
Sebaliknya, jika ada orang yang stres kemudian tidak mau makan, itu berarti hormon yang dikeluarkan saat stres menekan rasa lapar dan akhirnya nafsu makan pun menurun. Hal ini memang tergantung bagaimana tubuh merespon stres yang sedang dialami. Jadi, bisa saja nafsu makan kita naik turun akibat stres.